
Bab 51. Bi Narmi
Sesampainya diatas Galang masih melihat Bi Narmi yang sedang duduk.
"Kok, belum pulang Bi?" tanya Galang.
"Anu Pak! Bibi mau bicara sama Bapak dan Ibu," jelas Bi Narmi.
"Sebentar Bi, selesai shalat magrib ya?
Bibi enggak keberatan kan? Saya mau ke kamar dulu!" ujar Galang sembari melihat jam, "sudah pukul lima tiga puluh sore Bi sebentar lagi magrib datang," ucap Galang sembari menilik wajah Bi Narmi.
"Bibi, ke kamar Twin dulu istirahat. Memang Twin sudah tidur Bi?" tanya Galang.
Bi Narmi hanya mengangguk.
Melihat Bi Narmi masuk ke kamar Twin, Galang juga bergegas menuju kamar.
"Rahael ... "panggil Galang.
Rahael segera menoleh saat Galang memanggil.
"Tumben, Bi Narmi belum pulang?" tanya Galang lagi. Mendengar suaminya bertanya demikian Rahael hanya tersenyum dan berdiri mendekat.
"Mas ... tadi siang Bibi bilang, mau menginap di sini. Rahael sih ya-ya saja. Tapi Rahael bilang tunggu Bapak, biar Bapak yang kasih keputusan," jawab Rahael.
__ADS_1
"Hiya tadi sudah ketemu sama Mas."
"Mandi dulu Mas, keburu maghrib," ucap Rahael mengingatkan.
Selesai mandi bertepatan dengan adzan maghrib berkumandang, Rahael dan Galang melakukan shalat berjamaah dan kini bertambah satu dengan Bi Narmi. Setelah berberes alat sholat sembari menunggu isya datang, Galang sengaja menyempatkan diri berbicara dengan Bi Narmi.
"Ada apa Bi? Memang ada sesuatu yang penting?"
Bi Narmi menunduk sembari memainkan ujung bajunya, Galang dan Rahael hanya saling pandang.
"Maaf Pak. Sebelumnya, jika mulai hari ini Bibi menginap di sini, boleh enggak?" tanya Bi Narmi sendu.
"Memang suami Bibi enggak mencari Bibi!"
Bi Narmi hanya tersenyum dan terlihat matanya berkaca-kaca. "Saya sih seneng Bi, karena Ibu ada yang bantu-bantu kalo malam mengurus Twin. Tapi ada baiknya Bibi pikirkan lagi, saya juga takut kalau sewaktu-waktu suami Bibi mencari."
Jawaban Bibi seketika membuat Galang dan Rahael tersentak kaget. "Maaf Bi, saya tidak tahu tentang itu sekali lagi maafkan kami," ucap Galang dan Rahael bersama- sama.
"Bibi boleh tinggal di sini, untuk sementara Bibi tidur dengan Twin sembari menunggu kamar Bibi jadi, bagaimana Bi?"
Kembali Bi Narmi tersenyum. "Terima kasih Pak," ucap Bi Narmi lega.
Setelahnya Bi Narmi masuk ke kamar twin
Galang dan Rahael saling berpandangan.
__ADS_1
"Kasihan Mas, ucap Rahel tiba-tiba, biar Bi Narmi ikut dengan kita sampai Bibi bosan ya mas!"
Galang hanya mengangguk menghiyakan.
Flashback on
Bi Narmi, saat bertemu dengannya saat itu mungkin usianya masih tergolong muda sekitar tiga puluh lima tahun.
Galang bertemu dengan Bi Narmi saat dia berdiri di depan ruko yang baru Galang buka dengan wajah sedikit lebam, saat itu usaha yang baru Galang rintis.
Bertanya dengan santun. "Maaf, Mas apa di sini mencari pembantu?" tanya Bi Narmi saat itu.
Melihat Bi Narmi mengingatkan Galang pada sosok Ibunya dengan segera Galang menjawab.
"Hiya Bu, tetapi gajinya tidak begitu besar, apa Ibu siap."
Mendengar jawaban Galang Bi Narmi langsung mengangguk dan tersenyum.
"Tapi, maaf Mas. Apa bisa saya kerja sampai jam tiga sore saja?" tanya Bi Narmi waktu itu.
"Terserah Ibu, asal semua pekerjaan beres, Ibu boleh pulang," jawab Galang saat itu.
Flashback end
Dan mulai sejak hari itu Bi Narmi melakukan tugasnya dengan baik dan tanggung jawab itu yang Galang suka.
__ADS_1
Terlebih saat ini aku telah memilik Twin, Galang melihat Bi Narmi sangat telaten dan perhatian pada dua anak-anak.
Serasa menemukan orang yang tepat dan bertanggung jawab, menurut Galang dan semua baik-baik saja, begitu pun sikap Bi Narmi pada Rahael. Beruntung mungkin itu kata yang tepat.