
Setelah melakukan persiapan yang super kilat
Galang duduk di teras belakang tengah menghubungi seseorang , " ya biar besok bajunya di antar anak anak pak itu yang aku dengar sekilas dan selanjutnya
Menghubungi Rin dan No , " ya dua hari lagi kami mengantar Ais dan kami juga akan melakukan lamaran sekalian biar tak ada fitnah undang juga anak anak toko No biar bantu bantu kamu , kami bakal datang dengan keluarga besar setelahnya menutup ponselnya
Setelah itu Galang hanya terdiam beberapa saat , " kenapa mas ucapku sembari duduk di sampingnya
" Gak kerasa Ra , anak anak udah pada gede gede
" mereka juga pada mau nikah serasa tanggung jawab kita hingga mereka menikah
hampir terlaksana seperti mimpi ucapku
" Mas nyesel , keberatan ucapku lagi
" Gak Ra , mas gak merasa seperti itu
" Mas , terimakasih sembari aku mendekat
istirahat yuk , capek
" Mau di pijit ucap mas Galang
Aku hanya mengangguk untuk menjawab ucapannya
Berjalan beriringan menuju kamar ruang tengah sudah sepi dan hanya kita yang belum istirahat
Memasuki kamar dengan tenang , " ayo katanya mau di pijit aku posisikan tubuhku untuk duduk saja
" pundak saja mas , pegel ucapku
Dengan cekatan memijit pundakku pelan namun terasa nyaman , tak berselang lama acara memijit sudah berubah kini tangan mas Galang berpindah sudah kemana mana
lalu membalik tubuhku
" Hm...kangen Ra seraya mencium bibirku
mendapat serangan tiba tiba membuat aku tersenyum , kini sesi pijat sudah berganti
dengan gerakan cepat mas Galang sudah mematikan lampu dan berganti dengan lampu temaram
pergulatan malam hari di lakukan dengan panas , melepas sejenak kepenatan pagi hingga siang hari dan akhirnya semua selesai saat kami benar benar lelah dengan keringat saling menempel , " terimakasih Ra sembari beberapa kali mengecup bibirku dan sama sama terkulai lemas dan tidur dengan kelelahan
Suasana rumah sudah rame , pagi ini celoteh twin membuat semua tertawa yang kudengar dari kamar , kulihat Rahael masih belum bergeming dari tidurnya
Menciumnya dengan lembut dan sedikit menggodanya , " bangun Ra sembari kukecup lembut bibirnya
Kini bukan kecupan lembut lagi yang kulakukan sedikit merapatkan tubuhku lebih dekat
" Nggak boleh menolak bisikku
Memberi nya sentuhan sentuhan yang kian menuntut membuat Rahael membuka matanya lebar
" mas ....seketika mulutnya ku kecup lagi nggak boleh menolak mas tadi sudah berbisik
Kini dengan semangatku melakukan serangan di pagi hari dengan nafas saling menderu
" Jangan keras keras suaranya anak anak di ruang tengah bisikku saat Rahael meleguh
Cukup lama kami beradu keringat hingga mas Galang sudah terkulai lemas di sisiku
" Terima kasih ucapnya sembari mengecup bibirku lagi
Suara di ruang tengah sudah sepi saat Rahael ke kamar mandi dan keluar dengan rambut basahnya
__ADS_1
" Kalau gini mau keluar malu mas rambutku masih basah ucap Rahael
kupandang wajahnya , " gak apa apa lagian anak anak juga paham jawab mas Galang sekenanya
" Buruan mandi mas , jadinya kita sarapan paling akhir
" Ayo sembari kudorong tubuhnya
" Eh...kok malah peluk peluk , mandi mas sembari berlalu keluar
Membuka pintu kamar ternyata anak anak sibuk menghias hantaran
" Ray dan Rahan kuenya sudah di ambil dan sekalian mampir ke rumah eyang nganter bajunya
" Ray ...telfon orang tua Naya kita kesana jam tiga sore
Mendengar celotehku anak anak langsung saling memandang dengan heran
" Bu....ucap mereka serentak , aku langsung menoleh , " Laper twin ucap ku lagi
Bapak yang keluar dari kamar tersenyum lebar melihat anak mereka bengong
" Kenapa ?
Rahan hanya mengisyaratkan dengan tangannya tanda ibu sedang ngomel
Mendekati istrinya yang duduk di meja makan , " sarapan mas ucapnya
" Hem...langsung mencomot perkedel
Seusai sarapan Galang langsung ke garasi mengecek mobil dan sebagainya
Begitu melihat Rayhan datang , " kau sudah menelfon karyawanmu Ray
" Kenapa tanya bapak
" kok aku gemeteran yo pak , padahal yakin di terima
" sudah itu biasa Ray masih meminta dan lamaran saja belum ada janur kuning melengkungnya
Diam sejenak , " memang mau segera atau
" Semaunya Naya dan orang tuannya pak jawab Rayhan
Galang memandang lekat Rayhan , " besok di halalkan juga gak apa apa toh sudah mapan
dan mantap ucap bapak
" Ternyata gini ya pak mau minang pacar sendiri
Bapak mengelap tangannya dan menepuk bahu Rayhan , " ayo di beri tugas ibu apa
" Nunggu kak Rayhan masih di teras sama kak Ais
" Ayo Ray , ajak Rahan serta Ais bersamanya
" kak Ais ikut ? , " Hem hanya itu yang terucap
" Kamu kok diem Ray ?
" Kok gemeter aku mas ngebayangi nanti sore
" Baju eyang ?
" ini sembari menunjukkan tas yang di bawahnya
__ADS_1
Perjalanan selanjutnya di lakukan dengan banyak diam hingga di rumah eyang
" Melihat dua cucunya masuk eyang panji tersenyum , " kok buru buru Rahan
" Keburu ngambil kue eyang dan lagian nanti jam dua harus siap semua sembari menyerahkan baju dari ibu
" Rahan pamit dulu eyang ketemu nanti sore ucapnya lagi
Setelah semuanya selesai Rahan langsung kembali pulang membawa beberapa macam kue ada tetelan , pisang yang ujungnya di hias kertas emas dan tengahnya ada kembang nya , sus , cake , lapis legit
brownis serta gula dan kopi seketika aku tertawa , " bu kenapa ada ini tanyaku
" ibu juga hanya mengikuti tradisi Rahan
" Mana adikmu gak terasa sudah jam satu
ayo siap siap ucap ibu
" Ra....ini cincinnya ucap bapak
" Ya , sudah mas bawa dulu
sembari menghias kue terakhir , " Rahan adekmu dan Ais suruh siap siap sekalian
" Eyang uti dan eyang Rahayu , "duh.... bapak lekas mandi
" Ray....teriak ibu , kemana anak itu
Rahan hanya tersenyum melihatnya membayangkan kalau dua hari akan seperti ini lagi
Sudah pukul dua semua sudah berkumpul tinggal ibu yang belum nampak
" Mana ibu pak tanya twin Al
" Coba lihat di kamar Al
Belum juga Al beranjak ibu sudah keluar dengan tampilan beda
" Ibu .....cantiknya ucap mereka serempak
" hehehe...ibu malu dengan twin Al dan Ais
jadi tadi ibu minta ajarin Ais
" Gimana sudah pas kan , tanya ibu
Bapak menatap ibu , " cantik
" Ayo berangkat yang punya acara Rayhan tapi kok ibu yang heboh
Mendengar itu eyang uti langsung merangkul ibu , " wes ayu
Setelah memasukkan semua barang mereka masuk ke dalam mobil , tak berapa lama
eyang panji sudah datang
Twin Ra langsung masuk bersama Ais dan twin sesaat eyang panji tersenyum
Melajukan mobil beriringan eyang panji di depan lalu mobil eyang Rahayu dan terakhir mobil bapak
Aku tersenyum tipis ku pandang saudara kembar ku yang lebih dulu berani melangkah menuju halal meski usia masih muda
Ais yang melihat itu ikut tersenyum
Melihat kode mataku kini makin tertunduk malu
__ADS_1