
" Ayo ....sudah , sudah kenapa jadi menangis
makan siang dulu atau mau di masakin kesukaan kalian ucap eyang
" Gak usah eyang semua makanan kami suka
ibu dan bapak gak suka jika kami pilih pilih makanan jawab Rayhan
" Ayo , Aal dan Al shalat dulu tarik Rahan
" Eyang kami shalat dulu setelah itu makan
" Ayo.....siapa yang jadi imamnya tanya eyang
" kalau di rumah biasanya yang kung atau bapak berhubung di sini yang paling di tuakan
" yo ...berarti eyang ucap mereka serentak
Mendengar keributan di ruang tengah eyang widia langsung keluar , " Ayo ma jamaah sama anak anak mendengar itu bu widia tersenyum
" pa , biar di bersihkan dulu musholannya
" Bi ...tolong bersihkan sebentar musholannya sembari nunggu anak anak selesai wudhu
Melihat itu bu widia tersenyum sudah lama
rumah tak seramai ini , meskipun ada Mawan dulu kami pun sibuk tak terasa air matanya menitik
" Yang ti ayo , ajak para twin
" Mana eyang kung twin , tuh ...
Bu widia menatap suaminya alhamdulillah ya Allah ucap batinya
Menuju mushola di belakang rumah dengan suasana nyaman
Tiba tiba twin Aal tersenyum
Melihat itu Twin Ra sedikit bingung
" Ayo ...di mulai suara eyang mengagetkan
__ADS_1
Tak berapa lama mereka sudah selesai sholat
langsung salim satu persatu
eyang kung langsung memeluk mereka dan menangis , eyang ti juga begitu
Hari ini suasana rumah terasa melo , bibi yang sedari tadi ada di dapur juga sedih
Akhirnya bertahun tahun mereka bisa juga datang kerumah ini dan den Mawan lihatlah mereka sangat mirip kalian sembari mengusap air matanya
" Bi sudah siap tanya pak panji
" Sudah tuan ucap bibi
" ayo anak anak makan dulu , satu persatu mereka mengambil posisi duduk di meja makan
Rahan masih sibuk menatap arah ruang makan dan teras belakang
" kung keren ni , jadi begitu kita duduk di meja makan langsung bisa lihat teras belakang belum lagi pohon jambu dan pohon mangganya mushola adem jadinya
" hhhhh....tinggal di sini saja
Seketika tiga lainnya menoleh , " gak kung
" Maaf kami hanya bisa ke sini kalau libur atau pas malam minggu , lagian ....
" Lagian apa ?
Rahan tak melanjutkam bicaranya dia kini mencoba sibuk dengan makanannya
" Kalian itu ada ada saja ucap eyang kung
Makan tanpa ada suara hanya garpu dan sendok saja saling beradu , diam diam pak panji menatap dua cucu laki lakinya dan
ia sadar bahwa kehilangan anak satu satunya membuat hatinya terluka
Kini melihat sosok dua cucunya membuat luka hatinya sedikit berkurang dan makin kesini kedua wajah cucunya milik Mawan dan sangat mirip sekali
Bu widia yang melihatnya langsung berdehem untuk menetralkan suasana
"Ayo , siapa yang nambah silakan ucap bu Widia
__ADS_1
" Sudah eyang ucap mereka bebarengan
Seusai makan siang berkumpul di ruang tengah dengan berbagai cerita dan gelak tawa tak kunjung reda
Hingga pukul empat sore bapak mereka datang untuk menjemput twin Al
" Ayo Lang , masuk ucap pak panji saat melihat Galang sudah di teras
" Mana twin Al pak tanya Galang
" Barusan keatas ngambil tas , biarkan twin Al
nginep di sini Lang !
Galang diam sejenak , " maaf pak
Tau sendiri kan bagaimana Rahael dengan anak anak
Pak panji hanya termenung dan tersenyum
" Tapi aku senang dengan cara ibunya twin
mendidik mereka Al , sungguh lebih lebih melihat mereka tumbuh seperti ini sembari menepuk nepuk bahuku
" Ternyata Rahael tak salah jika memilihmu
Aku hanya tersenyum mendengar ucapan pak panji
Tak berselang lama ku lihat twin Al turun dengan tas punggung mereka
" Ayo salim pamit pulang ucapku pada anak anak
Bu widia yang baru keluar dari kamar tersenyum
" Sudah lama Lang ? barusan eyang ini jemput anak anak , twin.....mereka langsung salim dengan eyang widia
Bu Widia langsung memeluk mereka dan mencium seleruh wajah mereka kemudian mengelus kepalanya , " hati hati Lang
seharusnya mereka biar menginap di sini Lang
saat aku salim untuk pamitan
__ADS_1
" insya allah bu jawabku
" Mas Rahan dan Ray , twin pulang sembari berlalu keluar