
Tak terasa waktu berjalan dengan cepat kehamilan Rahael yang semakin membesar membuat Rahael sedikit bersedih tak bisa mendampingi putranya menuju pelaminan
Sudahlah bu , nanti kan bisa di video kan
Rahan lebih memilih ibu di rumah kasian dedeknya , sembari merangkul ibunya
Tapi Rahan , bapak juga di rumah bu , eyang uti juga di rumah
Semua persiapan sudah selesai , besok kami semua berangkat mohon doanya bu ucap Rahan
Eyang panji dan eyang widia masih berbicara serius dengan bapak , nampak wajah ketiganya sedikit tegang
Aku yang melihat itu ikut nimbrung dan mendengarkan dan aku paham akan situasinya
" Gimana Lang seperti keinginan Rahael dan aku sadar maksudnya , istrimu tak ingin nantinya ada yang kurang
" Sudah , eyangnya ini sudah siap dan bangga bisa menikahkan dua cucunya dan kami juga berterima kasih mempercayakan semua ini pada kami
Sesaat kemudian bapak masuk ke dalam mengambil sesuatu yang di masukkan dalam amplop , Ra...mas kawinya mirip kan dengan Ray tanya bapak
" Maaf nanti untuk kue hantarannya biar eyang Rahayu yang menyiapkan dan untuk seragamnya sudah di kirim kan eyang Panji dan eyang widia mendengarkan dengan seksama
" Pak .....seketika bapak diam sesaat
Eyang panji menatapnya dengan serius
" Ini menyangkut tentang ngunduh mantunya
mungkin setelah seminggu pernikahan Rahan akan di laksanakan ngunduh mantu , menginggat Rahael yang sudah hamil tua tidak mungkin kami melakukan kerepotan itu meski semua sudah catering dan yang lainnya
" Kami selaku orang tua dari twin Ra ingin sekali lagi meminta pertolongan untuk membantu kelancaran ngunduh mantu nanti dan kami harap eyang berdua mau membantu
" Hhhhhhh....eyang Panji tertawa dengan keras
" kau ...Lang bicaramu seperti ke siapa saja mereka cucuku Lang yo jelas....aku mau sembari menepuk pundak bapak
Hatiku bertambah lega , Rayhan dan Naya sudah datang dan menginap sementara twin Al tinggal di kota S bersama bi Narmi
Jadi keberangkatan besok hanya aku , Ray , Naya , eyang Rahayu dan eyang Panji serta eyang Widia
Semua hantaran sudah di masukkan tinggal hantaran untuk mas kawin satu set perhiasan dari ayah dan satu set alat sholat
Memandang itu semua hatiku trenyuh , entah mengapa , " Rahan ...panggil bapak cepat istirahat ingat besok harus berangkat
Aku melangkahkan kakiku masuk kedalam ibu yang dari tadi sudah sedikit melo , kemudian memelukku erat , " maafkan ibu jika tak bisa menghantarmu ke pelaminan nak sembari mengusap kepala ku
Aku tersenyum sesaat , " bu...doakan semuanya baik baik saja dan berjalan lancar aku kini memeluk ibu dengan erat
" Rayhan dan Naya yang melihat itu tersenyum
" Ayo istirahat , perjalanan masih jauh
" Jaga stamina buat MP nya ucap Rayhan tanpa filter
" Bapak yang mendengar itu langsung berdehem
" yang sudah merasakan MP gak boleh kasih bocoran , ucap bapak sembari menyentil keningku
__ADS_1
" Ih....bapak malu , kok nyentil
" Itu hukuman jika ngomong gak pakai rem ucap bapak sembari berlalu
Aku dan Naya saling pandang dan tersenyum Bapak yang melihatku langsung mendelik
"Ra..tidur yuk , sembari mengambil tangan istrinya
Melihat Rahan yang masih belum sadar dengan omongan ini hanya diam
Melihat bapak menjauh aku mendekatinya
Jangan khawatir nanti ku bagi obatnya
Rahan tak menjawab , tapi langsung memitingku
" awas kau Ray , jangan macam macam
kini ganti aku yang memiting nya hingga puas , setelahnya kami tertawa bersama sama
Naya yang melihat ini hanya menggelengkan kepalanya
Kami berdua berangkulan memberikan semangat satu dan yang lainnya , " sukses kak nanti MP nya ucap nya lagi
" Lambe mu Ray , Ray sembari berlalu
" Nay , ayo ajakku ke kamar
Masih pagi saat eyang panji datang kami pun sudah bersiap eyang uti memelukku
" Ati ati Le , sembari mengusap kepalaku
Setelah berpamitan kami pun berangkat
perjalanan di lalui dengan hening
hanya sepatah dua kata yang keluar dari mulut kami
Hampir delapan jam akhirnya kami sampai di ruko , mengeluarkan hantaran untuk dimasukkan kedalam
Acara di mulai besok tapi karena tak ingin capek akhirnya kami berangkat sehari sebelumnya agar dapat ber istirahat
" Ku lihay Rahan tampak pucat , kurangkul saudara laki lakiku untuk memberinya semangat
" kenapa ? kini ku lihat hanya menunduk dan menangis
" Maafkan aku , ucapnya
Lalu merangkulku lagi , " kubiarkan dia memelukku semaunya karena aku sadar
meski di panggil kakak , tapi untuk keadaan seperti ini kak Rahan lebih nyaman dengan ibu dan memang ibulah yang bisa membuatnya tenang
Setelah beberapa saat dia melepas pelukannya Naya yang awalnya ingin mendekat ku beri isyarat untuk menjauh
" Kakak istirahat , besok hari H siapkan tenaga untuk itu , jangan buat perasaan ibu sedih kak ucapku lagi
Kakak menatapku lekat , kemudian memelukku lagi , " terimakasih ucapnya kemudian masuk kamar
__ADS_1
Pagi menjelang semua sudah bersiap memakai baju seragam ngaten , twin Al tersenyum puas melihat kakak laki lakinya tampak tampan
" Berangkat agak pagi Ra , ucap eyang Panji nanti belum ganti baju untuk ijab
" Mungkin acaranya akan sama dengan Ray langsung resepsi Ra , ku lihat kakak hanya mengangguk saja
Ku pegang tangannya dingin , " kak sudah hafal ijabnya sekali lagi hanya mengangguk
" Kakak nerves tanyaku hanya menatapku saja
" Eh...kok murung , mau menuju halal lo
ucap eyang Panji
" Ada apa kini eyang Panji sudah memeluk
cucunya sembari menepuk punggung Rahan
" Sudah jam delapan ayo berangkat ucap eyang Rahayu
" Bi....tolong ini di masukkan ke mobil
mana Ray , tanya eyang
" Sepuluh menit lagi harus berangkat
setelah semua hantaran dan kue kue sudah masuk mereka pun segera berangkat
Sampai di tempat tujuan di sambut dengan hangat , Rahan langsung di tarik kedalam untuk berganti pakaian
kini pandangannya sudah memindai setiap ruangan namun yang di carinya tak kelihatan
Menunggu di ruang yang telah di sediakan
tak berapa lama acara di mulai
Menghapal ulang ijab qobul yang telah aku hapal
Ais keluar dengan tampilan beda meski berhijab tapi saat ini riasan nya membuatnya
semakin cantik
Pandanganku tak lepas dari wajahnya e...yang kupandang malah menunduk
Aku tersadar saat pak penghulu menjawil tanganku , " Mau di pandang terus atau di halalkan
Seketika wajahku panas menahan malu
Eyang Panji yang di sampingku tersenyum lebar
" Bisa di mulai ucap pak penghulu seketika suasana hening , dengan seksli tarikan nafas aku bisa mrngucapkan ijab dengan lancar
Kata sah , sah , sah seketika terucap membuat aku lega
" Ais yang mengambil tanganku untuk di ciumnya membuatku tersenyum
Kini ia tak menolak lagi untuk ku pegang malah dengan ke inginan nya sendiri menyentuh tanganku , seketika darahku berdesir hangat
__ADS_1
Kini tak ada lagi yang membuatku ragu untuk menyentuhnya