
Bianca menatap ke arah dirinya, merapikan baju kerjanya yang tampak begitu cocok dengannya, Bianca mencoba menata rambutnya agar terlihat lebih rapi dan profesional, Bibirnya yang tipis dioleskan pewarna bibir peach.
Pagi ini dia benar-benar bekerja sangat pagi, dia harus datang ke hotel tempat kerjanya saat dunia pun masih terlindung dengan kegelapan, dia bahkan harus menitipkan si kembar pada Yuri karena mereka memang belum bangun.
"Selamat pagi Bianca," ujar Rieka melemparkan senyum manis sebelum dia memulai mendadani dirinya sendiri.
"Pagi," kata Bianca membalas senyumannya.
"Pagi sekali datangnya? Bukannya hari ini kau tidak ada pekerjaan pagi?" Ujar Rieka sambil membubuhi sedikit bedak di pipinya yang berwarna kuning Langsat.
"Bos meminta aku untuk menyambut tamu khusus di Paviliun," kata Bianca.
"Oh, pria itu ya? Aku dengar dia sangat penting, dan aku dengar dia sangat tegas dan perfeksionis, dia tak menerima apapun yang tak sesuai dengan kemauannya, galak katanya," kata Rieka dengan wajah seriusnya.
Bianca mengerutkan wajahnya, benarkah begitu? Kenapa terkesan menakutkan?
"Benarkah?" Tanya Bianca.
"Ya, aku dengar begitu," ujar Rieka menganggukkan kepalanya, "Bianca berhati-hatilah."
__ADS_1
Bianca mengulum senyumnya, dia lalu menarik napasnya panjang, walau sedikit merasa ketakutan mendengarkan deskripsi dari Rieka, ini adalah pekerjaan yang harus dia lakukan, ini juga akan menjadi uang tambahan yang lebih dari setengah gaji bulanannya, lagipula apalagi yang lebih parah hidup menjadi buruan seseorang, Bianca sudah melewatinya.
"Terima kasih, aku akan berhati-hati, aku duluan, Bos menyuruhku cepat," ujar Bianca, Rieka kembali mengangguk pelan sambil melanjutkan dandanannya.
Bianca berjalan keluar dari ruang ganti itu, tampilannya sudah sangat profesional, saat dia keluar Bosnya, seorang pria yang berumur 1/2 abad, pemilik hotel yang merupakan salah satu hotel terbaik di pulau ini sudah menunggunya dengan cagakkan tangan di pinggangnya, melihat hal itu Bianca tersenyum hormat padanya.
Bianca cukup bersyukur dia dapat di terima bekerja di sini, walaupun bosnya cukup cerewet, namun dia perhatian dengan semua karyawannya dan juga Gaji di sini adalah gaji paling besar di seluruh pulau ini.
"Bianca? Kenapa lama sekali?" Tanya Bos Bianca, Tuan Pier.
"Maaf Tuan," ujar Bianca, dia sedikit menunjukkan sikap menyesalnya, pria ini tak bisa dilawan, jadi lebih baik meminta maaf.
"Dia selalu sarapan jam 7 pagi, tak suka makanan manis, Kopinya harus pahit, dia juga tak suka sesuatu yang berantakan, usahakan semuanya baik, Bianca, dia adalah investor yang akan mengembangkan hotel ini, karena itu kau harus cepat belajar dan membuatnya nyaman di sini, Bianca, dia sangat penting, kelangsungan Hotel ini tergantung padanya, jika dia investasi di sini, pasti hotel kita menjadi hotel nomor satu, Jadi tolonglah Bianca, lakukan yang terbaik," ujar Tuan Pier lagi sambil menyusun sendiri makanan ke troli makanan yang akan dibawa Bianca ke ruangan tamu itu.
Bianca mengerutkan dahinya, serasa familiar dengan semua ini, makan pagi jam 7, kopi pahit, Bianca menggelengkan kepalanya, sudah lama sekali mereka di sini, dan pastinya tak akan ada yang memikirkan mereka bisa sampai di sini, pulau kecil yang bahkan penghuninya saja bisa dihitung dengan jari.
"Baiklah, semua sepertinya sudah selesai," kata Tuan Pier, dia menatap Bianca yang menyusun kembali perlahan peralatan makan terbaik yang mereka punya, menatap wanita muda cantik yang bahkan dari tadi tak mengucap sepatah katapun, itu alasannya kenapa harus Bianca yang dia minta melayani tamu VIP nya itu, dia yakin, Bianca pasti bisa.
"Tuan, apa sudah semua?" Tanya Bianca, melirik ke arah jam, hampir pukul 6.30.
__ADS_1
"Sudah, kau sudah boleh membawanya, tata dengan rapi di meja makannya, lalu tetaplah di sana hingga dia selesai atau memintamu keluar, ingat layani dia dengan baik, sesuai ciri khas hotel kita," ujar Tuan Pier
Bianca hanya mengangguk lalu tersenyum, Tuan Pier pun mengangguk seolah menyuruh Bianca segera pergi dari sana, dia menarik napas panjang melihat Bianca mulai melangkah, ini harus berhasil, kapan lagi mendapatkan investor paling berpengaruh di negaranya.
Bianca berjalan perlahan mendorong meja dorong yang berisi penuh makanan, letak paviliun berbeda dengan gedung hotel umumnya, tempat itu lebih Khusus, berdiri sendiri di tempat yang lebih mendekati pantai, sebenarnya dulunya itu tempat pribadi Tuan Pier namun karena tingginya permintaan, dia jadi menyewakan tempat itu dan menjadi tempat paling mahal di hotel ini.
Bianca berpapasan dengan beberapa teman kerjanya yang juga sudah sibuk mempersiapkan restoran untuk makan pagi, semua menyapa Bianca dengan senyuman yang dia balas dengan senyuman pula.
Bianca akhirnya sampai ke paviliun, dia menarik napasnya sejenak sebelum mulai masuk ke dalam lorong yang memang ada di sana, dia bisa melihat 2 orang penjaga yang tampak siaga menjaga pintu kamarnya, sepertinya tamu ini benar-benar istimewa.
"Mengantarkan makanan untuk tamu di paviliun," ujar Bianca, walau perasaannya mengatakan bahwa tamunya pria, tapi dia tak ingin salah dengan menyebut Tuan karena Tuan Pier saja tak mengatakan tamu ini pria atau wanita, bisa sajakan wanita.
Salah satu penjaga memeriksa bawaan Bianca, selain itu juga memeriksa sejenak Bianca, ketat sekali pikir Bianca, bahkan dulu saja dia tak pernah diperiksa begini.
"Baiklah, masuk," ujar penjaga itu membukakan pintu.
Bianca masuk ke dalam paviliun itu, melihat Susana yang masih hening di sana, paviliun ini luas, punya ruang tamu kecil yang langsung berhubungan dengan ruangan tengahnya yang menyuguhkan pemandangan laut yang indah, punya kamar tidur utama yang luasnya setengah dari paviliun ini sendiri, kolam renang pribadi, juga punya dapur dan fasilitas lainnya seperti ruang Gym dan Bar mini, benar-benar tempat yang nyaman dan indah untuk menginap, Bianca saja baru beberapa kali masuk ke tempat ini, bahkan pelayan yang melayani tempat ini punya seragam khusus yang berbeda dengan pelayan lainnya.
Bianca mulai menata beberapa makanan di sana, juga alat-alat makan yang akan di gunakan oleh tamu itu, Ehm? Ada berapa orangkah? Sepertinya Tuan Pier lupa memberikan semua detail tentang tamu itu, karena itu Bianca menyiapkan 2 set alat-alat makanan yang dia atur sedemikian rupa hingga tampak rapi dan tentunya dia melakukannya dengan sangat hati-hati.
__ADS_1
Bianca baru saja selesai melakukan tugasnya menyusun sarapan pagi untuk tamu itu saat tiba-tiba dia mendengar suara pintu terbuka, suara seorang pria yang asing baginya.