
Rain menatap ke arah luar dinding ruang kerjanya, Dia menaruhkan satu lengannya bersandar di atas kaca itu, lalu menumpangkan kepalanya ke lengan itu, menantang matahari yang sebentar lagi hilang di garis cakrawala. Sudah berjam-jam dia menunggu kabar tentang Bianca, namun sampai sekarang sama sekali tak ada kabar beritanya, ini membuat Rain frustasi.
Tiba-tiba Ken masuk terburu-buru ke dalam ruang kerja Rain, membuat Rain segera melihat ke arah pria itu. Wajah Ken menyiratkan sesuatu yang sangat mendesak.
"Ada apa?" tanya Rain lagi.
"Tim yang berjaga di sekitar rumah Tuan Drake, mereka melaporkan bahwa ada ambulans yang masuk ke kediaman Tuan Drake," ujar Ken segera.
"Ambulans? siapa yang terluka?" ujar Rain dengan wajah tegang dan juga paniknya, dia segera mendatangi Ken.
"Aku rasa itu Tuan Drake, ada video yang menunjukkan dia ditandu masuk ke dalam ambulans itu," kata Ken segera menunjukkan video yang dikirim oleh mata-matanya.
Rain melihat Video itu dengan kerutan dalam di antara alisnya, dia lalu melihat ke arah Ken.
"Siapa yang menyebabkannya seperti itu?" tanya Rain, ada perasaan tak enak dalam hatinya.
"Menurut laporan dari mata-mata kita di dalam, ini ulah nona Bianca, dia menusuk Drake lebih dari 2 kali dengan pisau yang dia bawa," kata Ken memandang Rain, saat mendapatkan kabar ini pun Ken juga tak percaya.
Bagaimana bisa gadis kecil, kurus dan terlihat lemah itu bisa menusuk seorang pria yang cukup besar hingga harus dilarikan secepatnya ke rumah sakit, itu artinya gadis itu benar-benar bertekat dan nekat melakukannya.
Rain mendengar itu memandang Ken tak percaya, matanya membesar, apa yang sudah dilakukan Bianca? dia bisa kehilangan nyawanya jika melakukan hal itu.
__ADS_1
"Bagaimana kabar Bianca?" tanya Rain yang langsung tampak begitu khawatir.
"Nona ... Dia melukai pergelangan tangannya setelah dia menusuk Tuan Drake," kata Ken dengan suara bernada rendah namun sudah cukup mengguncang Rain.
Rain membuka matanya lebih besar, wajah tak percaya begitu tampak. Kepalanya seketika terasa penuh hingga menjadi sakit, apa yang dipikirkan wanita itu? ingin membunuh Drake lalu bunuh diri? apa yang ada dalam pikirannya? pantas saja kemarin dia bertingkah begitu aneh, mengatakan hal-hal aneh pula.
"Ken! siapkan semua, aku mau pasukan khusus untuk turun menyelamatkan Bianca sekarang," ujar Rain yang tidak bisa berpikir apapun, dia hanya ingin Bianca diselamatkan.
"Tuan, itu terlalu riskan, penjagaan rumah itu diperketat setelah Tuan Drake dibawa ke rumah sakit, sekarang mereka menerapkan 3 lapis penjagaan di areal luar rumah, bahkan di dalam pun sama ketatnya, tapi menurut mata-mata kita, mereka sudah merawat nona Bianca, dan lukanya tidak memotong arteri utama, Nona Bianca masih selamat, aku yakin sekarang Beliau baik-baik saja," kata Ken yang merasa jika sekarang mereka melakukan penyerangan.
"Tuan Jika kita melakukan penyerangan sekarang, pastinya akan sangat tidak menguntungkan, selain kita akan kehilangan banyak sumber daya, hal ini juga akan memberatkan kita, penyerangan secara tiba-tiba begini pasti akan mudah di deteksi dan juga pihak Drake pasti melaporkan ke polisi dan Anda bisa jadi dalam masalah kembali, selain itu, mereka bisa membawa Bianca kemana saja untuk menyembunyikannya setelah tahu tentang penyerangan ini, lebih parah lagi jika mereka akhirnya melakukan sesuatu pada Nona Bianca," terang Ken dengan segala pertimbangannya, jika ingin melakukan penyerangan maka harus dilakukan dengan sangat penuh pertimbangan dan persiapan.
Ken melihat Rain hanya diam menyanggah tubuhnya di meja kerjanya, wajahnya tampak menahan emosi yang sangat, dia ingin segera membawa Bianca keluar dari sana apalagi sesudah mengetahui bahwa Bianca terluka, dia semakin tak tenang. Mereka sudah kecolongan satu langkah karena Bianca.
Rain mendengar itu hanya bisa mengepalkan tangannya, merasa frustasi sama sekali tidak bisa melakukan apapun, apa yang disampaikan oleh Ken semua adalah benar, jika mereka melakukan semuanya tanpa persiapan dan tergesa-gesa, maka yang ada akan sangat membahayakan, baik baginya terlebih bagi Bianca.
"Aku minta mereka merawat Bianca dengan baik, berikan yang terbaik untuknya dan terus kabari aku tentang kabarnya, aku ingin pembentukan pasukan khusus untuk secepatnya menyelamatkan Bianca," kata Rain sedikit keras, membuang berkas-berkas yang ada di atas mejanya. Dia benar-benar kesal, marah, cemas, takut bercampur jadi satu saat ini karena tidak bisa melakukan apapun sekarang, Pria itu! dia pastikan akan membuatnya Jera. Dia akan menghancurnya hingga ke akar-akarnya.
---***---
Bianca membuka matanya menatap silau pada cahaya yang ada di depan matanya, dia menyipitkan matanya agar dapat melihat dengan jelas, apakah dia sudah mati kali ini? namun kenapa setelah mati dia masih bisa merasakan sakit di seluruh tubuhnya terutama di tulang belakangnya.
__ADS_1
Bianca mencoba memalingkan wajahnya, mencoba untuk membiarkan kepalanya yang berat dan lehernya yang kaku bergerak, dia melihat tangannya, tangannya terbalut perban yang tebal, Bianca menatapnya, apa ini artinya dia tidak mati? mengapa hanya ingin mati saja susah sekali Tuhan? pikir Bianca dengan mata berkaca.
Dia pikir setelah ini penderitaannya akan berakhir, dia tak akan lagi merasakan sakit, tak akan lagi merasakan semua hal yang pernah dia rasakan di dunia ini, tapi bahkan Tuhan tak mengizinkannya untuk bahagia di sisi-Nya.
Suara pintu terbuka, Bianca langsung awas dan khawatir, dia mencari ke segala arah, mencoba melihat siapa kira-kira yang datang? apakah pria itu juga masih selamat? apalagi siksaan yang akan dia terima?
Bianca menatap dengan panik pria berjas hitam yang sekarang ada di samping dirinya, dia memandang Bianca dengan tatapan datarnya, mata Bianca memancarkan ketakutan yang mendalam.
"Anda sudah sadar Nona?" pria itu bersikap dingin, melihat infus Bianca yang masih lancar meneteskan cairan untuknya.
"Kau siapa?" kata Bianca serak karena tenggorokannya yang kering.
"Penjaga Tuan Drake, dia menyuruh kami membuat Anda tetap hidup agar dia bisa memberikan pelajaran langsung pada Anda," kata pria itu datar tanpa empati.
Bianca diam mendengarkan kata-kata pria itu, dari kata-katanya artinya dia gagal dalam usaha membunuh Drake, inikah alasan kenapa Tuhan belum mengizinkannya mati?
Air mata Bianca mengalir begitu saja, pasrah sudah dia sekarang, dia hanya berdoa semoga secepatnya penyiksaan itu datang dan menyelesaikan semuanya, tak ingin lagi hidup dan menjadi budak pria itu.
Pria itu menatap Bianca, tiba-tiba saja dia mendekatkan bibirnya ke telinga Bianca.
"Begitu juga Tuan Rain," kata Pria itu yang langsung membuat mata Bianca membesar, dia melirik ke arah pria yang kembali berwajah datar tanpa ekspresi bahkan dia tak melihat ke arah Bianca. Rain? dia tahu Bianca di sini?
__ADS_1
"Sudah berapa hari aku di sini?" tanya Bianca lagi sambil menarik hidungnya yang berair.
" 3 hari, Saranku, kuatkan dirimu, kau tak akan tahu apa yang akan terjadi ke depannya," kata Pria itu berlalu begitu saja.