
"Oh, tentu dari Kakak,dari kemarin hingga tadi siang dia tak lepas memperhatikanmu, karena itu aku memintanya menemuiku, Bianca, maafkanlah kakakku, dia memang sedikit tak mengerti bagaimana cara menunjukkan rasa cintanya, maklumlah bahkan seumur hidupnya dia belum pernah dekat dengan wanita," ujar Siena pada Bianca, Siena menyentuh tangan Bianca, tangan itu sangat lembut, bahkan Bianca merasa tak percaya diri karena tangannya yang kasar.
"Aku tidak mempermasalahkan hal itu," ujar Bianca, baginya tak ada masalah jika Rain begitu kaku, atau dia tak tahu cara menunjukkan perasaannya, yang masih dia ragukan adalah perasaan Rain dan juga bagaimana bisa dia menerima Bianca.
"Lalu? Apa soal dia berpura-pura mencintaimu?" Kata Siena lembut.
Bianca terdiam, bagaimana wanita ini juga tahu tentang hal itu. Diam dari Bianca ini membuat Siena tahu jawabannya.
"Bianca, jika aku katakan bahwa dari awal yang membuat kau bisa lepas dari Drake adalah kakakku, apa kau percaya? Kakakku membuat sebuah rencana agar Drake sengaja bisa melepaskanmu, dia juga sengaja mendekatimu agar Drake yakin bahwa kau tahu tempat apa yang akan dijadikan investasi oleh kakakku, dia juga sengaja melakukan hal ini semua karena yakin Drake akan menukarkanmu dengan wilayah itu, tapi karena kau bertindak tiba-tiba, hal itu membuat kakak kaget apalagi saat tahu kau mencoba bunuh diri, percayalah Bianca aku tak pernah melihatnya sekhawatir itu sebelumnya, dan dari awal tujuannya hanya ingin mendapatkan dirimu, dari awal kau lah tujuannya, dengan segala yang dia lakukan, apa kau masih tak sadar bertapa besar dia memperhatikanmu?" ujar Siena panjang lebar.
"Tapi tetap saja semua itu pura-pura," ujar Bianca lagi, belum bisa menerimanya.
"Apa berpura-pura mendekatimu untuk menyelamatkanmu maka itu tetap disebut pura-pura? Bianca, aku yakin dari awal dia sudah menyukaimu, jika tidak dia tak akan segan-segan menghukummu jauh dari yang bisa kau pikirkan, kakakku sangat benci orang yang mengkhianatinya, namun lihatlah dia malah melindungimu dari Drake, dan ingin menghancurkan Drake karena salah satunya dia pernah menyiksamu," jelas Siena lagi agar Bianca tahu.
Bianca terdiam, tak bisa menjawab hal itu.
"Bianca, percayalah padaku, mungkin perlakukan manis itu semua adalah sandiwara, namun aku yakin perasaan kakakku padamu adalah nyata, dia bahkan menelepon Ken tiap menit hanya untuk mengetahui kabarmu, dia menyediakan semua kebutuhan mu saat kau jauh, bagaimana bisa kau mengatakan perhatiannya itu hanya pura-pura," ujar Siena.
Bianca menggigit bibirnya, dia hanya memainkan tangannya.
"Dia mengajakku menikah tadi," ujar Bianca mencoba berani membuka diri pada Siena.
Siena membulatkan matanya, dia bahkan menutup mulutnya yang terbuka, tak menyangka kakaknya melangkah begitu cepat.
"Kau serius? Kakakku tak pernah main-main dengan perkataannya, jika dia mengatakan hal itu, maka dia benar-benar ingin menikahimu, Bianca apa yang kau ragukan lagi?" ujar Siena.
Siena tersenyum kecut, dia lalu menarik tangannya yang sedang di genggam halus oleh Siena.
"Itu masalahnya, aku bukan hanya ragu pada dirinya, tapi aku juga ragu pada diriku sendiri, aku merasa aku tidak pantas dengan dirinya, aku …." Kata Bianca.
"Kau tak lagi suci?" Tanya Siena lembut.
Bianca mengerutkan dahinya, bagaimana Siena tahu, apakah semua tahu tentang hal ini.
__ADS_1
"Percayalah aku tahu perasaanmu, ya aku juga merasakannya, tapi lihatlah aku sekarang, hidupku lebih baik dengan cara mengikhlaskannya, tak mudah memang, namun sekarang aku menganggap hal itu adalah jalan hidupku, tak adil rasanya menghukum orang lain dengan tidak menerimanya hanya karena tindakan orang lain padahal dia begitu mencintai kita, percayalah, jika dia mencintaimu, dia akan menerimamu apa adanya," ujar Siena, pandangannya jatuh pada prianya yang sedang berjalan ke arah mereka, dia juga dulu seperti Bianca, namun kegigihan pria itu untuk menyakinkannya bahwa ada pria yang mencintainya apa adanya membuatnya bisa membuka dirinya.
"Kita harus pergi sekarang, aku takut ayahmu akan menunggu terlalu lama di sana, dia janji akan menjemputmu bukan?" Ujar Ken.
"Ya, aku sudah mengatakan kita akan sedikit terlambat," ujar Siena.
"Jika pergi lebih lama, akan terlalu malam baginya menunggu di negaramu, itu tak akan bagus," ujar Ken lagi.
"Ya, benar, Well, Bianca, aku hanya ingin kau mendengarkan hati kecilmu, dan aku bukan pembaca masa depan, namun jika kau melepaskan seorang pria seperti kakakku, maka kau akan menyesal seumur hidupmu," ujar Siena lagi, dia bangkit membuat Bianca pun harus mengikutinya.
Mereka bertiga berjalan menuju ke arah Rain yang masih sibuk dengan tabletnya.
"Aku sudah berbicara tentang kakak pada Bianca, aku harap aku segera mendapatkan kabar bahagia itu dari kalian, akan ku kabari setelah sampai di sana," ujar Siena.
"Baiklah, safe flight, jaga adikku baik-baik di sana," ujar Rain menepuk bahu Ken.
"Baik Tuan," kata Ken tegas. Siena hanya melirik sambil menatap dengan tatapan menggoda. Ken mengerutkan dahi melihat wajah kekasihnya itu, tapi menahan untuk bertanya.
Rain turun duluan dari pesawat pribadinya, Bianca melempar senyum manis pada Siena dan Ken setelah itu dia bergegas turun.
"Kakakku sudah melamar Bianca, kau kapan melamar ku?" Goda Siena.
Hal itu membuat Ken terdiam, Siena tak tahu saja, dia sudah menyiapkan segalanya, dia datang ke sana bukan hanya untuk menjaga Siena, tapi ingin meminta restu pada orang tua angkat Siena, pastinya dia juga sudah meminta restu dari Rain dan untungnya Rain sudah memberikannya restu.
---***---
Rain kembali membukakan pintu untuk Bianca, Bianca masuk ke dalamnya, tak lama Rain segera menyusul, mereka tak menunggu pesawat itu lepas landas, namun segera pergi dari sana.
"Siapa wanita semalam itu?" Ujar Bianca yang akhirnya memberanikan diri untuk bertanya.
"Lily? Dia anak dari salah satu rekan kerjaku, itu saja," ujar Rain menjelaskan.
"Lalu kenapa kau memberinya apartemen?"
__ADS_1
"Aku berjanji untuk menjaganya selama dia ada di sini, kantornya dekat dengan apartemenku, awalnya dia ingin tinggal dengan ku, tapi karena aku tak suka ada wanita lain yang tinggal denganku kecuali dirimu, aku memberikannya apartemen, apa kau masalah dengan itu?" Tanya Rain memandang Bianca, dia menaikkan satu alisnya.
"Lalu kenapa dia mengatakan dia adalah wanitamu?" Tanya Bianca lagi, hal ini juga masih ada di dalam pikirannya.
Rain mengerutkan dahinya, dia lalu menaikkan sedikit sudut bibirnya, ternyata dia suka Bianca yang cerewet begini padanya.
"Kau cemburu padaku?" Tanya Rain.
"Aku harus tahu semuanya sebelum setuju menikah denganmu," ujar Bianca wajahnya tiba-tiba bersemu merah seketika saat melihat wajah senyum Rain itu.
Rain semakin menaikkan sudut bibirnya, membuat wajahnya yang biasa dingin berubah menjadi begitu manis.
Dia mengambil ponselnya, mengotak Atik ponselnya sedikit membuat Bianca mengerutkan dahinya, dia sedang berbicara kenapa Rain malah bermain ponselnya.
"Halo? Rain?" Suara wanita terdengar nyaring karena Rain men-loudspeaker-kan suaranya. Bianca melayangkan padangnya pada Rain, bingung Rain ingin apa?
"Aku peringatkan kau jangan pernah mengatakan hal yang tidak-tidak pada wanitaku, satu lagi, aku tak bisa menjagamu lagi karena aku akan segera menikah," kata Rain segera.
"Ha? Apa Mak …." Suara Lily terdengar kaget, belum selesai dia mengatakannya, Rain sudah memutuskan panggilannya. Dia memandang Bianca yang tampak cukup kaget dengan tingkah Rain ini.
"Masih ada yang membuat ragu?" Tanya Rain.
Bianca tersenyum manis, dia lalu sedikit menggeleng, rasanya walau masih ada ragu, namun rasa inginnya bersama pria ini sekarang lebih besar dari rasa ragu itu sendiri.
Rain sekali lagi menekan tombol di ponselnya, kali ini meletakkan ponselnya di telinganya.
"Luke, siapkan semua hal untuk pernikahan ku dengan Bianca, lakukan secepatnya," ujar Rain yang bahkan membuat Bianca kaget, namun perasaannya semakin manis dan hangat, apalagi melihat lirikan mata Rain dan senyum manisnya, dia rasa kebahagiaan sudah berpihak padanya.
____________
pojok Aurthor:
Halo kakak, terima kasih doanya agar otor sehat selalu, nyatanya, hahhaa... otor kurang vitamin kali, selalu mudah untuk kecapekan, jadi ya my body ia not delicious, wkkwkwk....
__ADS_1
karena itu upnya 2 dl ya kak2 besok kita mulai lagi, mungkin pernikahan atau malah menegangkan, liat besok ya wkwkwk