
Setelah panggilan video itu tersambung dokter pribadi Rain segera membagi semua informasi tentang apa yang dia dapatkan pada dokter kerajaan, dokter kerajaan itu tampak mengamatinya seksama dan meminta data-data itu dikirimkan langsung padanya.
"Bagaimana?" Tanya Archie melirik dokter pribadinya.
"Tanda-tandanya belum spesifik, kita harus memeriksa bentuknya dengan seksama, lagipula di sini ada penyakit tambahan yang juga bisa membuat pendarahan yang keluar dari hidung Yang Mulia Rain, kita harus melakukan pengecekan dengan sangat seksama, efek dari kecelakaan itu juga cukup parah," ujar Dokter itu memperhatikan gambar CT-scan yang dikirim oleh dokter pribadi Rain yang sengaja memang tak di bawa, takut Bianca menjadi khawatir.
"Bisa melakukannya hari ini?" Tanya Archie lagi, Rain hanya diam mendengarkan perkataan dokter itu.
"Kita bisa mengambil sampel darah Yang Mulia Pangeran Rain, besok pagi akan keluar hasilnya dan secepatnya bisa dilakukan prosedur untuk penenangan penyakit keturunan ini," kata Dokter itu sambil terus melihat data-datanya.
"Baiklah, serum dari darah Xander masih ada bukan?" Kata Archie lagi.
"Ya," kata Dokter itu dengan tegas.
"Aku dengar serum dari darah Xander bisa menyembuhkan total penyakit ini, benarkah?" Tanya Rain, dia ingin tahu kebenarannya.
"Benar, aku sembuh karena antibodi yang diberikan oleh Paman Angga, begitu juga dengan Sepupuku Suri dia sembuh karena serum dariku, tapi Xander memiliki Rhesus langka yang membuat penyakit ini bisa hilang, dengan kata lain darahnya menghapus penyakit keturunan ini agar tak turun pada keturunan kita selanjutnya, hanya tinggal paman dan anak-anak pamanlah yang membawa gen ini," kata Archie menjelaskan.
"Kalau begitu anak-anakku juga bisa dilepaskan dari penyakit ini?"
"Ya, bisa, mereka tak akan merasakan sakit dari penyakit keturunan ini," ujar Archie.
"Maka aku ingin mereka juga mendapatkannya," ujar Rain dengan serius, namun ada wajah berharap pada Archie.
"Masalahnya adalah serum ini hanya tinggal 2 yang tersedia karena 1 sudah digunakan untuk mengobati Putri Gwyneth, jika anda menggunakan 1 dari serum itu, maka hanya satu anak yang bisa di obati saat ini, yang lain harus menunggu sekitar 2 bulan untuk pembuatan serum yang lain, itu juga jika keadaan Yang Mulia Pangeran Xander memungkinkan dan diizinkan kembali diambil darahnya, usianya masih terlalu muda untuk terus di ambil darahnya," ujar Dokter itu menjelaskan.
Tiba-tiba hening sejenak, baik Rain dan Archie saling berpandangan, mereka tentu menyayangi anak mereka masing-masing, Rain tak mungkin memaksa namun Archie pun tak kuasa menolak.
__ADS_1
"Kau bilang sepupumu bisa sembuh karena darahmu kan?" Kata Rain.
"Ya."
"Kalau begitu boleh aku meminta darahmu saja? Aku akan menyerahkan 2 serum itu untuk anakku," ujar Rain mencoba bernegosiasi dengan Archie, berharap ini bisa menjadi pertimbangan oleh Archie, suara Rain sedikit rendah walau matanya menatap Archie dengan serius.
Archie diam sesaat, walaupun cukup trauma karena dulu darahnya begitu banyak digunakan oleh Suri, sehingga menyebabkan dia lumayan merasa tak nyaman, tapi dari pada memikirkan Xander kembali diambil darahnya sebelum dia cukup besar, Archie akhirnya mengangguk, toh darah yang dibutuhkan tak akan sebanyak Suri, pamannya ini memiliki darah murni yang tak akan membutuhkan banyak serum darinya.
"Kalau begitu saya harus memastikan bahwa penyakitnya sudah reaktif atau tidak, penambahan darah dari keturunan lain selain darah Pangeran Xander jika tidak reaktif maka sama saja membunuh akan Anda," kata Dokter itu.
"Baiklah," kata Rain serius sekali.
"Kalau begitu saat ini yang saya butuhkan adalah Sampel darah Anda," kata Dokter itu segera berdiri berjalan sedikit ke salah satu meja tempat sebuah kotak seperti kotak penyimpanan, dia lalu segera mengambil beberapa pelengkapan untuk mengambil sample darah dari Rain.
"Silakan."
Rain sedikit menggigit bibirnya saat jarum mulai masuk ke dalam kulitnya yang putih, Archie menatap ke arah pengambilan darah itu, lipatan sikunya langsung terasa nyeri membayangkannya.
"Secepatnya setelah pemeriksaannya selesai," kata dokter yang segera mencabut jarum itu dan memplester tangan Rain.
"Bisa aku minta waktu sehari, lusa aku akan melakukan prosedurnya," kata Rain lagi.
"Tak masalah selama tak ada gejala berarti hingga esok, tapi jika tiba-tiba anda demam dan mulai tak sadarkan diri, mau tak mau semua harus dilakukan secepatnya," kata dokter itu.
"Baiklah."
"Aku rasa semua ini lebih cepat lebih baik, Bibi juga tak akan merasa khawatir," ujar Archie yang tahu betul penyakit ini tak boleh disepelekan sama sekali.
__ADS_1
"Dia tak tahu tentang ini, bahkan dia tak tahu ada efek kecelakaan," kata Rain menatap keponakan yang bahkan lebih cocok menjadi adiknya ini.
"Benarkah?" Kata Archie tak percaya, lalu bagaimana jika tiba-tuba nantinya Rain malah kolaps, Bibinya itu pasti akan syok melihatnya.
"Biarkan aku yang memberitahu nya, tolong rahasiakan hal ini, dia hanya tahu kau mengundangku untuk sekedar beramah tamah," ujar Rain lain masih membenarkan lengan kemejanya.
Archie sedikit terdiam, namun dia ngerti, dia pasti tak ingin istrinya khawatir, Archie hanya mengangguk mengerti.
"Terima kasih."
"Ya, aku akan menyiapkan segalanya untuk pengobatan paman, jangan khawatir aku tak akan berubah pikiran, aku akan menyerahkan darahku dan juga 2 serum itu untuk anak paman," kata Archie.
Rain hanya mengangguk mantap menanggapi apa perkataan dari Archie ini.
"Kita sepertinya harus kembali kepada para wanita, jika tidak mereka akan curiga," kata Archie mulai berdiri, melihat Archie yang berdiri semua mengikutinya termasuk Rain.
Archie segera berjalan beriringan dengan Rain yang menatap ke segala ruangan di sana.
"Ini keluarga kita," kata Archie menunjukkan foto-foto dan lukisan para raja sebelumnya.
Rain mengerutkan dahinya, melihat wajah ayahnya yang sudah begitu lama tak pernah dia lihat, bahkan hampir dia lupa bagaimana rautnya.
"Raja Leonal, ayah paman dan kakekku, foto ayahku tidak bisa dipajang di sini karena dia tak menjadi raja," kata Archie.
"Siapa dia?" Tanya Rain.
"Oh, Yang Mulia Raja Angga, Raja sebelumku, dia sepupu jauh dari paman, terpaksa menggantikan tampuk kerajaan karena ayahku tak bisa menjadi raja," kata Archie sambil perlahan berjalan.
__ADS_1
Rain mengerutkan dahinya, melihat fotonya ada di sana dengan potongan rambut pendek ala militer, kenapa fotonya juga ada di sana?
"Oh, ini paman, 10 tahun yang lalu walau hanya sesaat paman pernah menjadi raja di sini, yah, aku rasa tak perlu lagi aku jelaskan bagaimana paman bisa menjadi raja, aku rasa itu kenangan yang lebih baik di lupakan semua orang," kata Archie tersenyum lalu segera meninggalkan lorong penuh foto dan lukisan itu menuju ruang tengah tempat para wanita berkumpul.