
Suasana hangat itu membuat Bianca mulai terkuasai oleh rasa kantuk dan lelah, matanya menjadi lebih berat karena bengkak sebelumnya, baru saja dia ingin menutup matanya lebih erat, sejenak mengistirahatkan kepalanya, pintu Ruangan itu terbuka.
Bianca yang tadinya tampak mengantuk segera terlonjak kaget, apalagi sesaat dia langsung mengenali dua sosok yang masuk ke dalam ruangan itu, Dokter pastinya karena baju yang mereka gunakan.
"Selamat siang Nyonya, maaf kami telah menganggu anda," ujar Dokter Malvis kembali melihat wajah cemas dan lonjakan Bianca yang kaget, Siena yang baru saja menyeduh teh kembali segera mendekati dokter-dokter itu.
"Tidak apa-apa Dok, kami sudah menunggu Anda," suara Serak Bianca terdengar karena tenggorokannya yang cukup kering, terlalu lama dia tak berbicara.
"Baiklah, kami akan menyempaikan hasil sementara tentang penyakit Tuan Rain dan permintaan Beliau," kata Dokter Derian tersenyum ramah.
"Permintaan, Ehm …." Kata Bianca bingung.
"Silakan duduk dulu dokter, kita akan bicarakan bersama," ujar Siena mempersilakan, Dia juga mengajak Bianca untuk duduk, Dokter Malvis dan Dokter Derian segera mengambil posisi
"Baiklah kami tak akan berbasa basi lagi, Sejauh ini seperti yang sudah kami informasi sebelumnya, keadaan Tuan Rain stabil, kami sudah menyuntikan serum darah Yang Mulia Raja Archie, hasilnya akan di pantau 24 jam kedepannya,tapi sejauh ini semuanya menunjukkan ke arah yang positif, berdoalah 24 jam ke depan, Tuan Rain akan sadar," jelas Dokter Malvis.
"Jadi Rain keadaannya sudah membaik," kata Bianca dengan mata berbinar, kembali memiliki semangat.
"Ya, sejauh ini semua tampak sesuai keinginan kita semua, Anda bisa melihat Beliau di ruangan tunggu berbatas kaca, sebentar lagi kami akan membiarkan Anda untuk melihat Beliau," kata Dokter Malvis, melihat binar mata indah Bianca, Dokter Malvis senang sebuah kepuasan sendiri jika melihat rona bahagia keluarga pasien karena hasil kerjanya.
"Ya, baiklah, aku sangat ingin melihatnya," ujar Bianca dengan nada riang nan semangat, dia menggenggam erat tangan Siena yang juga tampak begitu senang, untung saja semua berjalan dengan baik.
__ADS_1
"Ya, Nyonya, tapi ada satu hal lagi yang harus kami sampaikan kepada Anda," kata dokter Derian, benci sebenarnya menyela kebahagian kecil ini.
"Ya?" Tanya Bianca, senyumnya jadi tertahan, Siena pun memandang Dokter itu serius.
"Sebelum tak sadarkan diri, di istana kemarin, Tuan Rain berpesan pada saya agar memberikan serum Darah Pangeran Xander kepada kedua anak kembarnya, sebenarnya salah satu serum itu awalanya untuk Tuan Rain, tapi karena dia tahu hanya ada dua serum tersisa maka dia meminta keduanya untuk diberikan pada anaknya," kata Dokter Malvis terlihat sedikit serius sekarang.
"Jadi?" Kata Bianca bingung, otaknya sekarang seolah sudah mencerna sesuatu.
"Jadi, Dokter Malvis sudah meneliti penyakit ini bertahun-tahun, sangat riskan bagi umur Tuan dan Nona muda untuk terjangkit penyakit yang sama dengan yang di alami oleh Tuan Rain, bahkan efeknya jauh lebih buruk, maaf, jika tak salah infomasi, Anda pun sudah melihat langsung efek dari penyakit ini pada anak-anak, dan semua itu berlangsung sangat cepat bukan?" Kata Dokter Derian melihat Bianca yang hanya diam termangu, mencoba perlahan memahami apa yang dimaksud oleh kedua dokter ini.
"Jadi maksud kalian, kalian ingin memberikan serum itu pada Gio dan Gwi sekarang?" Tanya Siena yang lebih tanggap apa maksud mereka, Bianca jadi sedikit tersentak mendengarnya, matanya membesar menatap kedua dokter itu.
"Benar, kami ingin menuntaskan semuanya, menunda sehari atau seminggu bisa saja dilakukan atau pemberiannya setelah keadaan Tuan Rain sehat, tapi tak ada yang bisa memastikan bahwa Tuan atau Nona muda tak terjangkit penyakit itu selama penundaan, tak ada yang bisa memprediksi kapan penyakit itu menjangkiti mereka, itu seolah menahan bom yang tiap detiknya bisa saja meledak," umpama dokter Malvis.
Bianca memutar matanya menuju satu titik yang kosong, dia menggigit bibirnya, ingatannya tentang kematian Carel langsung muncul, menyaksikan kedua buah hatinya seperti itu pasti akan langsung membuatnya terbunuh, namun sanggupkah dia menerima keadaan anaknya di saat suaminya juga sedang di rawat seperti ini?
"Apa efek samping dari pemberian serum itu?" Tanya Bianca, memastikan apa yang dia akan hadapi kedepannya.
"Sejauh ini, berdasarkan pengalaman dari Putri Gwyneth, setelah penyuntikan ada reaksi demam namun tak terlalu mengkhawatirkan dan dapat di tangani segera, hanya itu dan menurut saya itu sangat aman," ujar dokter Malvis.
Bianca menggigit bibirnya, kedua anaknya jarang sekali sakit, bahkan jika di ingat- ingat hampir 4 tahun ini mereka tak pernah sakit, demam bekas imunisasi pun hanya terjadi sekali, dan saat itu rasanya Bianca benar-benar khawatir setengah mati.
__ADS_1
"Hanya itu?" Jelas Siena.
"Benar."
"Kakak, aku rasa lebih baik melakukannya sekarang, setelah kak Rain sembuh dia akan senang mengetahui anaknya telah bebas dari penyakit itu, lagi pula kita sudah ada di sini, akan sangat melelahkan jika nantinya harus kembali lagi, Aku dan Ken juga yang lain bisa saling membantu untuk menjaga mereka dan kak Rain, ingat kak, kakak tidak sendiri," ujar Siena lembut, perlahan memberikan semangat dan saran pada Bianca.
Bianca menatap mata coklat milik Siena, apa yang dikatakannya tentu masuk akal, benar, toh ini harus dilakukan, mengundur sama saja membiarkan anak-anaknya dalam bahaya, jika sudah kepalang basah ada di sini, harus tuntas melakukannya, pikir Bianca.
"Baiklah, apa yang harus aku lakukan?" Tanya Biaca, dia menghirup napasnya dalam-dalam.
"Pertama kita akan melakukan pemeriksaan darah Tuan dan Nona kecil untuk memastikan bahwa penyakitnya tak Reaktif, karena itu kami butuh Tuan dan Nona kecil untuk datang ke mari," kata Dokter Malvis.
"Baiklah, aku akan segera membawa mereka ke sini," kata Bianca yang tampak tegar, jauh dari dirinya yang tadi, jika menyangkut anaknya, dia harus tampak tegar di depan mereka, selalu itu yang dia lakukan.
"Baiklah, saya sangat senang anda mengerti dan setuju, sekarang kami akan menyiapkan semuanya, Nyonya, selepas ini semua tak akan ada lagi yang akan menghantui keluarga Anda, jadi kami akan berusaha yang terbaik," kata Dokter Malvis dengan senyuman senang, setelah ini tuntas sudah semua penyakit keturunan ini.
"Baiklah, kami harus bersiap, kami izin undur diri dulu Nyonya," kata Dokter Derian juga senang dengan respon Bianca. Kedua dokter itu berdiri dan segera bergerak keluar.
"Terimakasih dokter," ujar Siena sebelum keduanya keluar, "Aku akan menelepon Yuri sekarang untuk membawa Gio dan Gwi ke sini."
"Baiklah, katakan padanya untuk menyiapkan juga perlengkapan mereka, mereka harus menginap di sini bukan?" Kata Bianca.
__ADS_1
"Ya, baiklah kakak, setelah semua ini, semuanya akan baik-baik saja," kata Siena mengulas senyuman manisnya sambil berdiri untuk mengambil ponselnya.
"Ya, semoga saja," kata Bianca yang memegang cincin pernikahannya yang baru, menyiapkan diri untuk melihat kedua anaknya juga dirawat di sini, semua ini demi kebaikan mereka, dan sekarang hanya ada Bianca sendiri dan dia harus kuat menjalani, dia pasti bisa demi anak dan suaminya.l