
"Baik Tuan," ujar Tuan Takigawa yang langsung patuh, tanpa Rain bahkan dia bukan siapa-siapa. Semua orang di sana pun tak bisa membantah, bakan mereka hanya menangguk setuju dan sedikit penasaran dengan wanita beruntung yang berhasil menahlukkan hati Rain, bahkan setelah menikah langsung mendapatkan sebuah daerah yang begitu menguntungkan.
"Jadi aku rasa saatnya aku akan memperkenalkan istriku, Luke, panggilkan Nyonya," ujar Rain melirik sedikit ke arah Luke, Luke langsung mengerti, dia segera keluar, setelah melihat ke arah Luke, Rain lalu melihat ke arah Drake, wajah Drake yang tampak kaget dan tak percaya karena sepertinya dia sudah bisa menebak siapa wanita yang sudah dinikahi oleh Rain ini, melihat wajah kaget dan tidak percaya dari Drake, Rain hanya menaikkan satu sudut bibirnya, membuat Drake langsung merasa terkena serangan jantung kecil, dia bahkan sampai sulit bernapas karena tak bisa percaya dengan hal ini.
Tak lama pintu ruangan itu terbuka, Luke masuk duluan dan dengan sangat sopan membiarkan Bianca untuk masuk, Bianca tampak begitu berbeda, tentu saja hasil dari karya Yuri yang menyediakannya gaun simpel namun begitu elegan untuk digunakannya, rambut Bianca di tatanya dengan sangat indah namun juga tidak berlebihan, sedikit riasan tipis mampu membuat wajah Bianca tambah begitu menggoda, bahkan semua orang yang melihat Bianca tampak begitu terpesona, pantas saja jika wanita ini bisa menahlukkan Rain, bahkan sesaat dia berjalan di sana, dia sudah menahlukkan semua hati pria yang ada di ruangan itu.
Rain tak bisa menutupi kekagumannya, awalnya dia memang meminta Yuri untuk bisa membuat Bianca tampak lebih profesional, namun setelah melihat hasilnya, dia benar-benar tak bisa menutupi ke kagumananya, tangannya langsung terangkat menyambut wanitanya, melingkarkannya dengan mesra di pinggang kecil Bianca yang seperti biasa tampak malu-malu dan gugup, semua orang merasa Rain begitu bangga dengan istrinya yang cantik itu hingga tak malu untuk menunjukkan kemesraannya.
Drake tak bisa lagi berkata-kata, dia hanya memandang Bianca yang sekarang hanya mengedarkan senyuman manis, tak bisa dia pungkiri wanita itu memang begitu sempurna, kenapa dia baru sadar hal itu, bahkan tanpa riasan yang berlebihan, gadis itu mampu menghipnotis seisi ruangan, bahkan menghipnotis Rain, Drake bisa melihat tatapan lembut itu tertuju pada Bianca.
__ADS_1
Bianca mengedarkan matanya pada seluruh orang yang menatapnya, matanya seketika membesar dan senyumannya pudar saat dia melihat sosok yang seumur hidupnya tak ingin dia lihat, Bianca menutup mulutnya karena kaget dan dia bahkan sampai mundur namun untunglah Rain menahannya, Bianca melihat ke arah Rain, Rain memberikan sebuah tatapan menenangkan, Rain lalu menggelengkan kepalanya seolah berbicara jangan takut tentang pria itu.
"Ini adalah istri saya, Bianca, dan seperti yang sudah aku katakan tadi, seluruh kepengurusan dari Lepas Pantai Utara yang aku miliki akan sepenuhnya dipengang oleh Istriku, aku tidak ingin ada yang membantah, Apa kau mengerti itu Tuan Drake? “ ujar Rain menekankan pada Drake yang bahkan sekarang benar-benar sudah tidak bisa lagi menahan dirinya, dia masih menggunakan logikanya dan menekan segala egonya agar dia tetap bertahan demi perusahaannya walau harus tunduk di bawah kepemimpinan Rain, namun jika dia harus berada di bawah kepemimpinan Bianca, seumur hidup dia tak akan menerima penghinaan itu.
Bianca mengerutkan dahinya, dia kaget dengan apa yang dikatakan oleh Rain, Rain hanya mengatakan bahwa dia akan di ajak ke perusahaan utamanya dan diperkenalkan sebagai istrinya, namun dia tidak pernah berkata bahwa Rain akan menyerahkan salah satu perusahaanya pada Bianca, lagi pula, Lepas Pantai Utara? Bukankah itu tempat yang ingin dimiliki Drake?
“Drake berinvestasi di lepas pantai utara tanpa tahu bahwa daerah itu seluruhnya milikku, dan sekarang dia adalah bawahanmu, dia tak akan bisa berkutik apapun, dia ada dalam genggamanmu sekarang," bisik Rain pada Bianca yang menunjukkan wajah bingungnya, Bianca mendengar itu langsung kaget, Dia memandang Rain dengan sangat dalam, ini kah yang dikatakan oleh Rain sebagai kejutaan yang akan dia berikan? Dia membuat Drake menjadi bawahan Bianca, dunia sungguh berputar.
Drake lalu segera keluar dari tempat duduknya, berjalan ke depan menuju ke arah Bianca dan Rain, Rain menatap pria itu dengan tajam, setiap pergerakannya langsung diikut berpuluh pasang mata yang ada di sana, namun mereka tidak berani berkomentar, hanya diam dan menatap.
__ADS_1
Drake langsung berdiri di dekat Rain dan Bianca, Bianca yang melihat hal itu segera mundur, dia mengenggam tangan Rain begitu erat hingga membuat Rain tahu bahwa Bianca sekarang merasa sangat ketakutan, karena itu Rain langsung menggiring Bianca ke belakang tubuhnya, membiarkan dia menjadi tameng Bianca dari Drake, 2 orang penjaga yang siap menjaga Rain menyusup di antara keduanya, membuat tembok penghalang bagi Rain dan Drake.
"Aku tahu ini semua hanya permainan untuk menjebakku, seumur hidupku aku tidak akan pernah mau berada di bawah perintah dari wanita mu-ra-han itu! " kata Drake dengan penuh emosi, dia bahkan berteriak histeris seperti orang kesetanan, walau dia harus kehilangan semuanya, namun dia tak akan hidup dengan hinaan yang dibuat oleh Rain ini, “percayalah, aku tak akan berhenti sampai di sini, Aku tahu wanita itu, dan aku tahu bagaimana menghancurkan kau dan dirinya! kau lihat saja nanti," ancam Drake lagi sebelum dia di dorong keluar dari ruang rapat itu karena Rain sudah tak bisa menahan emosinya mendengarkan istrinya dikatakan wanita mu-ra-han oleh Drake.
Suasana hening setelah Drake yang histeris itu ditarik keluar dari sana, Rain melirik ke arah istrinya yang tampak cukup ketakutan melihat Drake apalagi mendengar kata-kata ancaram dari Drake, perasaannya benar-benar menjadi tak enak, apalagi yang akan nantinya diperbuat oleh Drake padanya dan rain.
"Sudah tidak apa-apa, kau tidak akan kenapa-kenapa karena setelah dia keluar dari sini, Drake bukan siapa-siapa lagi, percayalah," ujar Rain yang tahu bahwa seluruh harta milik Drake sudah habis dibuatnya, ini artinya Drake tak punya apapun untuk bisa membalasnya kembali.
"Ya," kata Bianca yang mengangguk mengerti, namun tak bisa dia pungkiri, hati kecilnya masih merasakan sesuatu yang tak enak, dia hanya bisa berdoa apa yang dikatakan oleh Drake itu tidak benar adanya.
__ADS_1
"Baiklah, Luke, Bawa nyonya kembali, tingkatkan penjagaan, Aku harus mengurus beberapa hal dulu, tunggulah di ruang kerjaku," kata Rain pada Luke lalu berpindah pada Bianca, Bianca hanya mengangguk setujut, Luke segera memimpin langkah untuk membawa Bianca kembali ke ruang kerja suaminya, Bianca sesaat melihat Rain yang juga melihatnya, dia memberikan sebuah senyuman manis mencoba menenangkan istrinya yang masih terlihat syok dengan apa yang terjadi, Bianca hanya bisa diam dan akhirnya hanya mengikuti permintaan rain untuk menunggunya di ruang kerja.