
Drake menunggu dengan sabar di salah satu ruang tunggu perusahaan yang cukup besar itu, dia sedang menunggu Tuan Takigawa yang sesuai janji akan dia temui bentar lagi.
Drake membenarkan sedikit posisi dari dasinya, setelah mencari tahu tentang siapa yang sekarang akan dia temui, dia tentu tak bisa main-main, pria ini adalah salah satu pembisnis besar, dia memang bukan berasal dari negara ini, namun dia memang sudah lama menguasai tempat ini.
Banyak orang-orang besar di luar sana yang bekerja sama dengannya, pantas saja Rain ingin bekerja sama dengan pria ini, selain dia akan mendapatkan wilayah yang menjanjikan, jika sekali berbisnis dengannya maka peluang berbisnis di luar negeri akan terbuka lebar, dan sekarang adalah saatnya, ini adalah waktunya Drake bisa seperti itu, Drake yakin inilah titik balik dirinya.
Drake mendengar derap langkah yang perlahan mendekati tempatnya menunggu, sedikit gugup dia rasakan dan walau dia yakin dia akan mendapatkannya, tapi kesan pertama adalah yang paling bermakna.
Drake berdiri menegangkan kembali jas biru Dongker yang dia pakai satu set warnanya dengan warna celananya, tampak sangat tampan dia menggunakan jas itu.
Dia lalu sedikit tersenyum menyambut sosok pria yang tak terlalu tinggi, matanya sedikit sipit, berumur kepala 3 atau 4 mungkin, wajahnya tampak ramah, tak seperti pemikiran dari Drake sebelumnya, pria ini bahkan seperti laki-laki biasa saja.
"Selamat siang Tuan Takigawa," Drake memberikan salamnya dengan hormat, pria itu tersenyum, membuat matanya yang sipit kembali menyipit hanya tinggal segaris terlihat.
"Selamat siang Tuan Drake, benar bukan? Silakan duduk, aku ingin tahu sekali apa yang membuatmu datang untuk menemuiku, maaf jika aku sudah membuatmu menunggu cukup lama, menurut asistenku kau sudah ingin bertemu denganku beberapa hari yang lalu," ujar Tuan Takigawa menyambut salam Drake, mengarahkan pria itu ke ujung ruang tunggu, di sana dia duduk di salah satu sofa tunggalnya, Drake duduk sedekat mungkin dengan pria itu.
"Ya, itu tak masalah, aku yakin anda bukanlah pria yang suka berbasa-basi, karena waktu anda adalah uang, maka aku akan langsung saja pada poinnya, ini tentang wilayah lepas pantai utara," kata Drake langsung saja, tegas dan berkharisma, membuat tuan Takigawa langsung membesarkan matanya yang sipit itu, bukan menakutkan jatuhnya malah berkesan lucu.
"Uh! Ada apa dengan lepas pantai Utara?" Tanya Tuan Takigawa bahkan tak jadi menyandarkan dirinya.
"Saya ingin bekerja sama menggarap daerah itu dengan perusahaan Anda, saya dengar anda adalah orang yang punya kekuasaan lebih di sana, saya ingin berkerja sama dengan Anda di sana," ujar Drake.
"Lepas pantai Utara adalah daerah yang sangat menjanjikan, aku ingat bagaimana dulu daerah itu bahkan tak pernah di lirik oleh para pembisnis yang saat itu heboh merebutkan bagian tengah negara ini, namun atasanku saat itu menyuruhku untuk mengambil seluruh saham di sini, aku bahkan ditertawakan oleh orang-orang, namun atasanku tetap ingin melakukannya, aku ingat hanya dengan uang tak sampai 100 miliyar, dia berhasil mengakuisisi seluruh tempat ini dari pemerintah dan memberikannya padaku untuk dikelola, sekarang bahkan wilayah itu bernilai hampir 100 Triliun keseluruhan wilayah, kau bisa bayangkan?" Kata Tuan Takigawa yang tampak sangat bahagia, serasa dia benar-benar sudah berhasil dalam hidupnya.
__ADS_1
"Ya, jika begitu artinya atasan anda dulu sangat pintar melihat peluang, tentu sekarang daerah ini menjadi incaran banyak orang, cadangan minyak juga banyaknya kandungan alam di sana sangat menggiurkan, bahkan pemerintah tak bisa lagi menganggu gugatnya bukan?" Tanya Drake yang sudah mencari tahu, ternyata Rain memang punya insting bagus, dia ingin bekerja sama di sini karena dia akan meraup untung besar jika Dia bisa menembusnya.
"Ya, atasanku dulu pintar sekali, dia langsung membuat perjanjian yang sama sekali tidak bisa di ganggu gugat oleh pemerintah, pemerintah bahkan tak bisa berkutik dengan perjanjian itu, orang yang sangat hebat," ujar Tuan Takigawa.
"Ya, saya jadi penasaran dengannya," ujar Drake.
"Haha, bagaimana tidak, tapi jangan meminta bertemu dengannya, sudah 10 tahun sejak kami bertemu, bahkan sekarang aku hanya berhubungan dengan nya melalui asisten kepercayaannya, dia bukan orang yang suka bertemu dengan orang lain," ujar Tuan Takigawa tampak suka bernostalgia.
"Baiklah Tuan Takigawa, namun semua masalah disini tentu anda pemegang keputusannya bukan? Bagaimana tawaran saya tadi?" Ujar Drake langsung saja.
"Sayang sekali, sebelum anda ada seorang pria yang sudah ingin bekerja sama dengan saya, dia akan melakukan investasi kepada saya 13 Triliun dan saya orang yang menjaga janji saya, saya sudah berjanji akan bekerja sama dengannya, saya tak akan merubah hal itu kecuali dia membatalkannya," ujar Tuan Takigawa kali ini terlihat tegas.
"Benarkah? Aku rasa aku tahu siapa yang ingin berinvestasi dengan anda dan dia sudah menyerahkan hal itu pada saya, ini adalah surat perjanjian yang sudah dia tanda tangani, dia menyerahkan semua hal tentang lepas pantai Utara pada saya," ujar Drake penuh percaya diri.
"Ya, lalu bagaimana?" Tanya Drake lagi.
"Baiklah jika memang begitu, tapi satu hal yang selalu Kami beritahukan sebelumnya, anda tak bisa memasang harga di bawah harga yang di ajukan sebelumnya, minimal sama atau lebih tinggi, selain itu pihak kami berhak memutuskan kerja sama dengan sepihak jika kami merasa tak bisa lagi berkerja sama dengan Anda, kami mengatakan hal ini pada semua orang yang ingin berinvestasi pada kami hingga mereka tidak bisa macam-macam di perusahaan kami, bagaimana?" Ujar Tuan Takigawa lagi.
Drake menyipitkan matanya, merasa 13 Triliun setara hampir keseluruhan aset yang dia punya, lagi bagaimana bisa ada sistem seperti itu.
"Tenang saja kami perusahan yang profesional, kami tak akan memutuskan kontrak tanpa ada masalah, lagi pula penawar sebelumnya tanpa ragu menyetujuinya karena dia tahu bahkan modalnya itu akan kembali sebelum setengah tahun," kata Tuan Takigawa lagi.
"Tuan, ini sangat beresiko, jika kita gagal, maka kita kehilangan semuanya, lebih baik mundur," ujar Ben memperingatkan, ini sama saja mempertaruhkan semuanya, semacam judi yang jika untung maka akan sangat menggiurkan, namun jika tidak, maka habis hingga akarnya.
__ADS_1
Rain tentu setuju, karena walaupun tak mendapatkan keuntungan, usahanya di berbagai negara akan mengbackupnya, namun Drake, dia bisa dibilang masih belum seberkembang Rain tentunya, tapi itulah pengusaha, dia harus berani mempertaruhkan semuanya jika ingin maju.
"Saya terima, 13 triliun," kata Drake segera yang membuat Ben mengerutkan dahinya, itu nilai yang sangat gila.
Tuan Takigawa sekali lagi tersenyum ramah membuat matanya yang segaris itu melengkung.
"Apakah butuh waktu untuk berpikir ulang?" Ujar Tuan Takigawa, tahu ini keputusan yang tak main-main.
"Tidak, kita lakukan sekarang," ujar Drake, semakin dia mengundur, semakin ada celah untuk Rain kembali menyalipnya, jika Rain berani menginvestasikan 13 Triliun, dia pasti tahu potensi yang dapat dia Raup dari bisnis ini.
"Anda semangat sekali tuan Drake, ini yang saya suka dari pengusaha muda, mereka berani mengambil langkah, bukan seperti saya yang sudah tak lagi punya keberanian itu, serahkan surat kontraknya," ujar Tuan Takigawa pada asistennya yang segera menyiapkan surat itu, Tuan Takigawa rasanya senang melihat Drake, beberapa menit kemudian surat kontrak itu selesai.
"Saran saya, bacalah dengan teliti, tak ingin ada yang menjadi masalah dikemudian hari," kata Tuan Takigawa.
"Baiklah," ujar Drake yang mulai membaca semuanya, semuanya baik-baik saja kecuali tentang pemutusan sepihak jika pihak pertama tidak ingin melanjutkan kerjasama karena hal-hal tertentu, namun karena Tuan Takigawa sudah mengatakannya tadi, Drake tak mempermasalahkannya.
"Pena," ujar Drake meminta pada Ben yang sebenarnya enggan memberikannya, namun tak bisa menolak.
Dengan coretan yang sangat tegas Drake menandatangi kontrak itu, Tuan Takigawa tersenyum senang, seorang investor muda yang berani.
"Selamat datang di Marka Corporation, Anda akan senang bekerja dengan kami," ujar Tuan Takigawa berdiri, menjulurkan tangannya pada Drake.
Drake berdiri lalu segera menyambut tangan Tuan Takigawa, dia tersenyum senang, akhirnya dia akan bisa mengalahkan Rain sekarang.
__ADS_1