
Bianca menatap Rain, tentu perasaannya tak enak jika dia harus berbicara tentang apa yang dilakukan Drake padanya dan Bianca juga tidak ingin Rain merasa tak nyaman dengan hal itu, namun untuk mengatakan bahwa dia tak ingin Rain ada di sini, dia juga tidak bisa mengatakannya.
Rain melirik Bianca dengan sedikit tajam, dia lalu berdiri tanpa ada aba-aba, membuat Bianca bingung bahkan dokter Joselin juga sedikit kaget.
"Aku rasa aku lebih baik keluar dari sini, saya percayakan semuanya pada Anda," kata Rain menatap dokter Jonselin, Dokter Joselin hanya mengangguk dan memberikan senyuman yang seakan menjawab serahkan saja padanya seluruhnya. Rain lalu berpindah menatap Bianca yang tampak tak enak melihat keputusan Rain, Rain sedikit menaikkan sudut bibirnya, dia lalu membukukkan badannya dan mendekatkan bibirnya ke arah telinga Bianca.
"Aku akan menunggu di mobil, jangan takut, aku yakin kau bisa," ujar Rain memberikan semangat pada Bianca, Bianca mendengar itu hatinya menjadi lebih tenang, dia menyungingkan senyuman manisnya, dengan perlahan dia mengangguk, Rain tegak kembali dan dengan sikapnya yang seolah memberikan salam, dia segera keluar dari sana, Dokter Joselin hanya memperhatikannya saja.
"Anda punya suami yang sangat baik Nyonya, itu adalah sebuah keberuntungan, baiklah, saya harap Anda bisa mengeluarkan semua yang ingin Anda perbaiki bersama saya, jangan takut, saya di bawah sumpah saya untuk tidak mengatakan apapun kecuali memberikan saran untuk kebaikan Anda," kata Dokter Joselin sekali lagi memberikan sebuah sugesti agara Bianca biar lebih mempercayainya, karena hanya dengan hal itu, semua ini akan bisa berjalan dengan baik pula.
"Baiklah," kata Bianca dengan patuh, memandang wajah Dokter Joselin dengan tatapan mantapnya, dia harus mengeluarkan semua hal yang sudah merusak hidupnya ini, dia bertekat untuk bisa melepaskannya.
Rain duduk menunggu di dalam mobilnya, sekali lagi tidak tahan dengan susana yang bernuansa rumah sakit, karena itu dia selalu mempunyai dokter pribadi bahkan punya perlengkapannya sendiri. Cukup lama dia menunggu di sana, sesekali melihat ke arah luar mobilnya memperhatikan apakah Yuri sudah keluar untuk memberitahukan padanya bahwa sesi hipnotrapis dari Bianca selesai sudah.
Lebih dari satu jam akhirnya yang dia tunggu keluar juga, Yuri keluar dari tempat itu dan Rain langsung mengerti apa yang ingin dikatakan oleh Yuri, dia segera turun dari mobilnya, berjalan kembali masuk ke dalam tempat hipnotrapis itu.
Yuri membukakan pintu untuk Rain dan menemukan Bianca sudah ada di ruang tunggu itu, berdiri dengan hidung merah dan mata yang juga tampak merah, selain itu dia terlihat begitu lelah, tampak sekali baru menangis dengan sangat-sangat sedih. Rain langsung mendekati istrinya yang tampak mencoba menghapus air matanya yang basah.
__ADS_1
"Kau tidak apa-apa?" tanya Rain dengan wajahnya yang cukup khawatir melihat mata indah itu berair.
"Ya, aku tidak apa-apa," kata Bianca, suaranya sengau khas baru menangis, Rain mengerutkan dahinya lebih dalam, jika tak apa-apa, mengapa terlihat begitu sedih.
"Tuan Huxley," suara perawat kembali terdengar. Rain mengalihkan pandanganya pada perawat yang melihat ke arahnya, "Dokter Joselin ingin bertemu dengan Anda sendirian.”
Rain memindahkan pandangnya kembali ke arah Bianca, masih enggan meninggalkan istrinya yang tampak sangat rapuh itu, kenapa pengobatan ini malah seperti membuka luka lama buat Bianca.
"Pergilah, aku akan menunggu di sini bersama Yuri," ujar Bianca pada suaminya yang tampak sekali tidak ingin meninggalkannya, namun dia mencoba menenangkan Rain, mengelus lengannya membuat Rain menangguk setuju, dia melihat ke arah Yuri, dengan tatapannya yang tajam dia seolah memerintahkan pada Yuri agar dia bisa menjaga Bianca, Yuri langung mengerti dan mengangguk, melihat itu Rain baru melangkah kembali menuju ruangan Dokter Joselin.
Rain masuk ke dalam ruangan yang di dominasi warna putih dan biru itu, meja konsultasi yang lebar dan juga Dokter Joselin yang tampak sangat serius memperhatikan kertas-kertas hasil pemeriksaan Bianca, ketika Rain datang dia baru mengalihkan pandangannya, memasang senyum nan ramah dan membuka kaca matanya.
"Ada apa?" ujar Rain yang tidak bisa menggunakan wajah dan teka-tekinya.
"Ya, saya rasa saya tidak akan basa-basi lagi, Keadaan Nona Bianca cukup mengkhawatirkan, banyak hal yang dia pendam, banyak pula pria yang sudah membuatnya cukup kehilangan rasa percayanya dengan pria, namun aku cukup terkejut karena Anda bisa masuk ke dalam hidupnya yang kelam itu dan saya rasa andalah pengobat untuknya, karena sepertinya dia benar-benar bisa menerima Anda dengan semua hal itu," ujar Dokter Joselin.
"Lalu? Apakah dia sudah sembuh sekarang?" tanya Rain lagi mengerutkan dahinya.
__ADS_1
"Anda bisa lihat nanti bagaimana keadaannya, setidaknya saya sudah mengurai dan mencoba untuk mengurangi emosinya, dari skala 10 sudah turun hingga 4, hal itu saya rasa adalah hal yang yang sangat baik yang bisa di capai oleh Nona Bianca, selanjutnya adalah bagaimana Anda memperlakukannya," ujar Dokter Joselin.
"Apa itu artinya dia harus kembali melakukan sesi terapi ini? " ujar Rain lagi.
"Itu semua tergantung dengan keinginannya, jika dirasa masih perlu, maka kita akan melakukannya lagi, tapi saran saya Tuan Huxley, Bianca hanya butuh pembuktian bahwa tidak semau laki-laki memperlakukannya sesuka hatinya dan semena-mena, saranku, pergilah berdua agar lebih intim dan jangan memaksa, biarkan dia terbiasa dengan Anda, setelah itu kita lihat kelanjutannya apakah dia harus kembali atau tidak," kata Dokter Joselin yang segera dengan senyuman yang begitu manisnya.
Rain memasang wajah diamnya, dia hanya mencerna apa yang sudah dikatakan oleh Dokter Joselin, tak lama dia hanya mengangguk lalu segera berdiri dari sana, dia lalu berjalan ke arah pintu.
"Tuan Huxley, cobalah untuk lebih banyak berkomunikasi dengannya, mungkin itu juga akan membantu," kata Dokter Joselin menghentikan sejenak langkah Rain, Rain memperhatika wanita setengah baya itu, Rain sekali lagi tak menanggapinya, hanya memberikan anggukan lalu pergi dari sana.
Rain berjalan menuju ke ruang tunggu, begitu melihat sosok suaminya di ujung lorong Bianca langsung berdiri, dia berjalan mendekati Suaminya yang tampak seperti berpikir sesuatu.
"Apa yang dia katakan padamu?" ujar Bianca sedikit khawatir bahwa dokter itu akan mengatakan sesuatu yang membuat Rain menjadi tak menyukainya, menangkap sinyal khawatir di wajah Bianca Rain hanya memandang sesaat wajah cantik istrinya itu, dia lalu merangkulkan kembali pinggang kecil istrinya, sedikit tersenyum tipis namun tampak manis.
"Tidak ada," kata Rain mencoba menenangkan Bianca, namun bukannya tenang, Bianca merasa Rain menyembunyikan sesuatu, "Yuri, pulanglah duluan dan kemasi barang-barang Nyonya dan barangku, bawa pakaian dingin," perintah Rain lagi pada Yuri yang langsung mengundang kerutan di wajah Bianca.
"Untuk apa? " tanya Bianca lagi, bukannya mereka baru saja pulang liburan?
__ADS_1
"Kau ingin melihat salju? Ayo kita pegi melihat seindah apa tempat yang menjadi namamu," ujar Rain dengan senyuman hangatnya, membuat Bianca semakin penasaran apa yang dikatakan oleh dokter Joselin.