
Rain memperhatikan langkah pria itu, membiarkannya sejenak duduk di sana sebelum dia masuk, jika ingin membuat pelajaran pada seseorang, maka harus ada kejutan yang akan membuatnya sangat terkejut bukan?
Rain menaikan dagunya, dua orang penjaga di belakangnya mengambil posisi untuk membukakan pintu ruang rapat itu, dengan sangat percerya diri dan juga aura pemimpin yang dia tebarkan Rain segera melangkah mantap, begitu dia melakahkan kakinya ke dalam ruangan itu, semua mata tertuju padanya, semua orang berdiri serempak tanpa ada yang mengomandonya, hanya Drake saja yang masih duduk dan bingung kenapa semua orang berdiri melihat Rain masuk ke dalam.
Drake mau tak mau mengikutinya, apalagi dia melihat Rain menuju ke kursi bagian tengah, kursi tempat pemilik perusahan seharusnya duduk, Drake membesarkan matanya melihat Rain yang mengambil posisi itu, tangannya mengepal secara tak sadarnya, emosinya tiba-tiba saja memuncak saat dia sadar, selama ini ternyata dia sudah masuk ke dalam jebakan Rain.
"Selamat pagi Tuan Marka," ujar mereka serempak hingga membuat Drake kebingugan namun juga geram dengan keadaan ini. Bagaimana bisa Rain ini menjadi Tuan Marka? apa maksud semua ini.
"Duduklah," ujar Rain, hanya datar namun bagaikan sebuah perintah yang sangat tidak bisa dibantah, bahkan lebih dari 15 orang yang hadir di sana segera duduk dengan cepat, hanya Drake saja yang tidak duduk dan menatapnya dengan sangat tajam. Para peserta rapat yang lain hanya memandang Drake dengan bingung, begitu juga Tuan Takigawa.
Rain melirik tatapan tajam dari Drake itu, sedikit ulasan senyum tipis terlihat, namun dia berusaha untuk tidak menunjukkannya di depan orang-orang yang ada di sana, dia bahkan tidak ingin melihat Drake, melihat tatapan aneh dari orang-orang, Drake mau tak mau menekan ego dan kesalnya perlahan dia duduk walaupun kepalan tangannya semakin erat.
__ADS_1
"Beberapa tahun ini aku melepaskan semua kepemimpinan dari perusahaanku pada kalian, beberapa adalah orang lama, namun beberapa lagi adalah orang yang dipilih langsung oleh asistenku Luke, namun atas sepertujuanku, hari ini pasti banyak yang terkejut melihat aku ada di sini, Nama asliku adalah Rain, sebagian tahu itu, namun aku terkadang suka menggunakan nama lainku yaitu Marka, dan semua ini yang berada di bawah Marka Corp. adalah milikku dan sekarang kalian bekerja dibawah kekuasaanku," ujar Rain sedikit keras menggebu, mempetegas siapa dia sebenarnya, Drake yang mendengar itu serasa sangat panas, emosinya tersulut, dia sudah terjebak oleh permainan Rain! sial!.
"Sebelum kita memulai rapat ini, aku ingin memberitahukan pada kalian tentang pernikahanku dan juga tentang beberapa aset yang akan aku pindahkan kepada istriku," kata Rain besar menggema di seluruh ruangan.
Semua orang di sana langsung terlihat bahagia, semua bertepuk tangan walaupun cukup kaget ternyata desas-desus apa yang mereka dengar bahwa Tuan mereka sudah menikah adalah benar. Hanya Drake disana yang merasa dirinya ditelanjangi, malu karena masuk dalam perangkap, Rain benar-benar sudah mengerjainya.
"Selamat Tuan Rain atas pernikahan Anda," ujar seorang peserta yang di ikuti langsung oleh orang yang lain, semua tampak begitu bahagia menyambut hal itu.
"APA-APAAN INI!" teriak Drake tiba-tiba diantara riuhnya ucapan selamat terhadap Rain, Drake langsung berdiri dan seketika membuat ruangan itu senyap, beberapa orang yang sedang tersenyum bahagia tampak cangung dan memupuskan senyumannya, mereka mengerutkan dahinya melihat pria muda yang bahkan mereka belum pernah temui ini, kenapa juga dia harus marah di sana?
"Kau sudah menjebakku dan menipuku! Bagaimana bisa kau melakukan hal ini? Sial! " kata Drake tak kalah menggelagar, bahkan dia menunjuk ke arah Rain dengan berapi-api, Rain melihat itu hanya menaikkan sudut bibirnya, yang lain hanya bisa menatap bingung dan terkejut, berani sekali anak muda ini melakukan hal itu pada Rain.
__ADS_1
"Tuan Drake! jangan terlewat batas, Anda tak seharusnya mengatakan hal itu kepada Tuan Marka," ujar Tuan Takigawa yang merasa punya adil karena dialah yang sudah melakukan bisnis terhadap Drake, Tuan Takigawa pun berdiri dari kursinya, menatap Drake yang juga menatapnya dengan tatapan sinis dan kesal, matanya memerah menahan segala amarah yang tak bisa dia tumpahkan.
Rain melihat hal itu hanya membuat gestur agar Tuan Takigawa tidak ikut campur, Tuan Takigawa yang melihat hal itu hanya menunduk, sedikit mengangguk lalu kembali duduk tenang dikursinya.
"Apakah kau menandatangi kontrak dengan perusahaanku dengan paksaan?" tanya Rain dengan santainya, dia meletakkan kedua tangannya saling bersilangan di depan dadanya, memberikan tatapan menantang untuk Drake.
Drake menatap Rain dengan tajam, urat-urat dimatanya yang putih itu terlihat membesar dan membuat matanya memerah, dia menggertakkan giginya dengan sangat kuat, dia tak bisa menjawab hal itu, karena dia menandatangani kontrak itu atas kemauannya sendiri juga tanpa adanya paksaan sama sekali.
"Kau ingin menguasai seluruh bisnis yang ada di negara ini, sayangnya semua sektor bisnis di sini sudah ada di tanganku, lalu aku memberikanmu investasi terbesar yang aku miliki, apakah itu salah?" tanya Rain pada Drake yang sekali lagi hanya bisa menahan rasa marahnya yang benar-benar memuncak, namun yang dikatakan oleh Rain benar, dia memberikannya investasi yang besar, Drake benar mati kutu karenanya.
"Jadi Tuan Drake, kau hanya punya 2 pilihan sekarang, bekerja di bawah kepimpinanku dan mengikuti semua mauku lalu mendapatkan keuntungan yang sudah aku janjikan, atau kau bisa meninggalkan perusahaan ini sekarang," ujar Rain dengan wajah yang serius, bahkan senyum tipis sinisnya itu sudah tidak ada lagi, hanya tatapan tajam menatap Drake, bahkan Rain mencondongkan tubuhnya ke arah Drake.
__ADS_1
Drake mendengus kencang, mengencangkan rahangnya sambil terus mengeratkan genggaman tangannya bahkan hingga urat-uratnya terlihat, salahnya sendiri yang menandatangani tanpa menimbangkan hal ini, kalau dia tidak meneruskan semuanya maka seluruh harta miliknya sudah habis karena investasi ini, jika dia tak melanjutkannya sama saja menyerahkan 13 Triliun pada Rain secara cuma-cuma, namun bayangan tentang dia harus tunduk di bawah perintah Rain, terasa sungguh tak mengenakkan, Drake akhirnya benar-benar mati langkah sekarang, dia tak bisa lagi bisa berkutik.
"Jadi! Seperti yang sudah aku katakan tadi, aku akan menyerahkan beberapa hal pada istriku, sehingga seluruh keputusannya akan menjadi keputusanku, karena itu aku akan menyerahkan daerah lepas pantai utara kepada istriku, Tuan Takigawa, mulai saat ini semua sudah ada di bawah kepemimpinannya," kata Rain lagi perlahan berdiri, mendengar hal itu membuat Drake kembali mengerutkan dahinya, lepas pantai utara, diserahkan pada istri Rain? Siapa wanita itu? jangan-jangan …