Rain In The Winter

Rain In The Winter
76.


__ADS_3

Rain memegang tangan Bianca yang sudah siap dengan baju menyelamnya, kakinya sudah dipasangi oleh kaki katak, dia juga sudah menggendong tabung oksigennya, setelah dibantu untuk berlatih sejenak untuk bernapas melalui mulut Bianca akhirnya siap untuk pertama sekali menyelam.


Rain memang mengajaknya untuk menikmati keindahan laut yang ada di bawah mereka, selain mereka 2 penjaga pun bersiap mengikuti mereka selama di dalam air.


"Aku akan duluan," kata Rain yang menunjukkan cara bagaimana dia harus turun dari Speedboat itu, Bianca memperhatikannya, dia lalu melihat ke dalam lautan biru itu, Rain akhirnya muncul di permukaan, Rain memberikan gestur agar Bianca bisa turun ke dalam laut.


Bianca masih ragu namun Luke mencoba membantunya, dengan sedikit bantuan akhirnya Bianca bisa juga masuk ke dalam air laut itu.


"Sudah siap?" Ujar Rain membuka dulu regulator oksigennya, Bianca mengangguk perlahan, Rain kembali memegang tangan Bianca dan segera membawanya masuk ke dalam lautan.


Bianca awalnya sedikit takut, merasa untuk apa menyelam ke dalam lautan, namun begitu dia masuk lebih dalam dan semakin dalam, Bianca akhirnya sadar apa yang membuat manusia ingin bisa menikmati keindahan lautan.


Suasananya yang sepi, hanya suara air yang terdengar, perlahan-lahan keindahan laut yang tak terlalu dalam itu akhirnya terlihat, terumbu karang menari mengikuti ombak, disekitarnya ikan-ikan kecil dan berwarna warni seolah sebagai kumbang mengelilingi terumbu karang itu.


Rain melepaskan tangan Bianca yang mencoba mengapung di dalamnya, membiarkan Bianca untuk bisa mengekplorasi daerah di sekitarnya, Bianca akhirnya mengerti kenapa ada yang disebut surga bawah laut karena pemandangan yang dia lihat benar-benar adalah pengalaman seumur hidupnya.


Bianca mencoba menggapai ikan-ikan kecil segala rupa dan warna di sekitarnya, Rain sesekali ada disekitarnya mengawasi tingkah laku dari Bianca, melihat wanita itu nyaman dan ceria di sana membuatnya juga bahagia namun dia tak bisa menunjukkan senyumnya karena mulutnya tertutup regulator oksigennya.


Setelah cukup lama bermain-main dengan ikan-ikan, Rain memberi tanda mereka harus kembali ke permukaan, Sekali lagi Rain memegang tangan Bianca, membawanya naik ke permukaan, Rain membantu Bianca membuka masker matanya dan juga regulatornya, melihat wajah istrinya yang benar-benar kesenangan, Bianca bahkan tanpa sadarnya langsung memeluk suaminya, membuat Rain sedikit mengembangkan senyumannya suka sikap Bianca yang sedikit spontan ini.


"Terima kasih," ujar Bianca senang sekali, apalagi melihat Rain yang tersenyum padanya.

__ADS_1


"Ya, baiklah ke atas, aku akan membantumu," kata Rain yang membantu Bianca untuk naik ke atas Speedboat itu, setelah Bianca naik barulah Rain di bantu untuk naik dan mereka kembali ke kapal utama.


Bianca cepat membersihkan tubuhnya dan menggunakan baju yang dibelikan oleh Yuri, sebuah baju pantai berbentuk gaun dengan pola garis memanjang berwarna merah marun dengan hanya satu tali, memperlihatkan bagian dada dan punggung Bianca dengan sangat bagus.


Saat Rain keluar dari kamar mandi dia sampai terdiam melihat penampilan istrinya itu, tak pernah dia melihat Bianca dengan baju yang cukup terbuka apalagi mengekspose bagian dadanya, sangat menggoda kalau untuk dia nikmati sendiri.


"Bagaimana? Apakah terlalu terbuka?" Ujar Bianca yang melihat Rain terdiam hanya memandangnya.


"Bagus, tapi jangan gunakan di luar," ujar Rain yang segera mengambil baju yang sudah disiapkan oleh Bianca, ingin fokus memakai bajunya namun kemolekan tubuh itu membuatnya tak bisa berpaling walau sedetikpun.


"Lalu aku harus pakai baju apa?" Ujar Bianca dengan wajah dan suara manjanya yang muncul akhir-akhir ini. Bianca melihat tubuhnya sambil mengembangkan baju itu, dia menyukainya dan tak ingin menggantinya.


Bianca tiba-tiba terpekik kaget ketika tangan kekar itu memeluk pinggangnya, mendekapnya erat membuat Bianca menatap suaminya yang memandangnya tajam, Rain nyatanya masih belum menggunakan bajunya, hanya handuk yang melingkar di pinggulnya, kembali wangi segar dan wangi pasta gigi berbau mint tercium oleh Bianca, sentuhan kulit Rain yang terasa dingin karena baru saja terbilas air segar.


"Jika ingin menggodaku silakan, tapi jangan menggoda orang lain dengan hal seperti ini, itu sangat menggangguku," ujar Rain menatap serius pada Bianca, "mengerti?"


Bianca mengangguk pelan, terkadang Rain begitu menakutkan dengan caranya. Rain melonggarkan pelukannya, melirik sejenak pada bagian atas sofa yang tertutup oleh selendang milik Bianca, Rain mengambilnya lalu mengalungkannya pada bahu Bianca dan menutupi bagian yang terbuka itu.


"Begini saja," kata Rain menatap Bianca yang hanya bisa diam melihat apa yang dilakukan oleh Rain. Bianca yang tadinya merasa kelakuan Rain sedikit menakutkan malah menjadi merasa hangat dengan sikap protektif dari Rain.


"Kau sangat mencintaiku ya?" Ujar Bianca menggoda suaminya yang berwajah datar dan serius sedang mengikatkan selendang Bianca itu, Bianca mencolek sedikit hidung suaminya agar Rain tak terlalu bermuka ketat. Rain mengerutkan dahinya, sekarang seperti Bianca sudah tak takut lagi dengan dirinya.

__ADS_1


"Oh, kau mulai berani ya," ujar Rain yang segera mencium bahu Bianca yang membuat Bianca kaget dan kegelian karenanya, namun sekaligus panik.


"Rain! Rain, sudah!" Ujar Bianca yang mendorong tubuh suaminya, namun karena berontak0 an dari Bianca membuat tubuh mereka berdua tak seimbang hingga jatuh ke atas ranjang, sekarang posisi Bianca di bawah Rain yang menindihnya.


Rain terdiam, posisinya itu benar-benar menggodanya, namun dia segera menyudahinya, tak ingin membuat suasana kembali canggung seperti semalam.


Rain segera bangkit, Bianca menggigit bibirnya, merasa hal ini sangat membatasi mereka.


"Rain, ehm, aku mendengar bahwa mungkin aku terkena trauma, dan rasanya aku butuh pergi ke psikologi untuk memperbaiki hal ini," ujar Bianca pada Rain yang mulai menggunakan pakaiannya, Bianca hanya mengintip sedikit canggung menatap ke arah Rain yang perlahan menggunakan bajunya satu persatu. Dia bercerita tentang beberapa hal ini pada Yuri, dan Yuri mencoba membantunya dengan mencari informasi tentang hal itu, Bianca jadi tahu dia mengalami post traumatic stress disorder, sebuah kelainan karena hal yang sangat traumatis padanya.


"Kau mau melakukan itu?" Kata Rain lagi.


"Ya, tak mungkin selamanya kita begini, setelah dari sini aku siap untuk pergi mengatasi hal ini," ujar Bianca.


"Besok aku akan membawamu ke perusahaan utama milikku, aku akan mengadakan rapat dan juga mengenalkanmu di sana, jadi mungkin setelah itu kita bisa membicarakannya" kata Rain yang baru selesai menggunakan kemeja putih santainya.


"Benarkah? Lalu besok aku harus apa?" Tanya Bianca yang gugup, perusahaan utama Rain pastilah sangat mewah dan besar, kenapa Bianca menjadi gugup karenanya.


"Tidak ada, ikutlah denganku agar semua tahu bahwa aku sudah memiliki seseorang, tak perlu gugup seharusnya mereka yang gugup untuk bertemu istri pemimpin mereka, lagi pula besok aku akan mempersembahkan kejutan untukmu, aku yakin kau akan menyukainya," ujar Rain mendekati Bianca, dia tersenyum menaikkan satu sudut bibirnya, membuat manis wajahnya, melihat itu wajah Bianca bersemu merah, suaminya begitu menawan.


"Baiklah, aku tak sabar menunggu besok," ujar Bianca lagi.

__ADS_1


"Ya, langit sedang cerah, ayo makan malam di dek belakang," kata Rain menjulurkan tangannya pada Bianca, Bianca mengulas senyuman manis dan menyambut tangan Rain yang langsung mengajaknya makan malam di dek belakang beratapkan bintang-bintang dikeliling oleh keindahan lautan malam.


__ADS_2