
Bianca menggenggam tangannya sendiri yang terasa sedikit dingin, dia sedang menunggu jadwalnya dalam melakukan sesi untuk menghilangkan traumanya, suasana sebenarnya hangat, semua orang terlihat sangat ramah namun tetap saja dia merasa sangat gugup.
Bianca masih takut, bagaimana jika ternyata dokter yang menanganinya mengatakan bahwa dia tidak bisa di sembuhkan? Bagaimana jika selamanya dia bahkan tidak bisa melayani suaminya dengan baik, padahal Rain begitu menjaganya dan sudah bertindak menjadi suami yang baik. itu semua yang membuat Bianca gugup jadinya.
Rain menyusupkan tangannya pada jari-jemari Bianca yang saling bertautan, merasakan ujung-ujung jari istrinya yang sedingin es, Bianca melirik ke arah suaminya yang tampak berwajah sendu, selalu berhasil mengeluarkan tatapan lembut yang menenangkan itu jika ada di sampingnya, Bianca lalu tersenyum, walaupun dari wajahnya masih tampak dia begitu gugup.
"Jangan gugup, Yuri sudah mengatakan bakan dia adalah orang terbaik yang bisa mengatasi masalahmu," tenang Rain yang sekarang benar-benar bisa berbicara dengan Bianca lebih lugas, namun hanya pada Bianca, pada yang lain sikapnya tetap sama, penuh teka-teki untuk di jawab.
"Ya, tapi bagaimana kalau dia mengatakan kondisiku sudah permanen dan tidak bisa diperbaiki? Rain … apakah kau masih mau di sisiku jika begitu? " tanya Bianca, sesaat memang dia baru merasakan menjadi seseorang yang sangat dicintai dan di jaga, namun sesaat itu pula yang membuatnya takut, dia takut kehangatan dan perhatian dari Rain itu hilang hanya karena dia tidak bisa bertindak jadi istri yang baik, bagaimana pun kebutuhan itu pasti selalu ada dan untuk apa Rain menikah jika nyatanya dia tak bisa melakukan hal itu.
"Jangan berpikir aneh-aneh, lakukan saja dulu, setelah ini kita akan tahu bagaimana hasilnya," kata Rain lagi menatap wajah cemas istrinya, sedikit memahami kenapa Bianca begitu cemas.
"Tapi … bagaimana jika tidak berhasil?" tanya Bianca lagi, dia butuh penenangan dari Rain.
"Maka kita akan cari hal yang membuatnya berhasil, aku tidak akan menyerah padamu," kata Rain sekarang dengan nada seriusnya, Bianca mendengar dan menatap mata tajam itu terdiam, walaupun tak sepenuhnya hilang, namun kata-kata serius itu membuat dirinya sedikit bisa meredam khawatirnya.
"Tuan dan Nyonya Huxley," panggil seorang wanita muda dengan pakaian ala perawat.
__ADS_1
"Ya? " kata Bianca yang makin mengetatkan genggaman tangannya pada suaminya.
"Dokter Joselin menunggu Anda," ujar perawat itu, Rain lalu mengangguk, dengan mantapnya dia berdiri dan di ikuti oleh Bianca yang masih tampak ragu-ragu, wajah ketakutan dari Bianca tampak terlihat, Rain hanya menatapnya sekilas lalu segera menarik istrinya dengan lembut mengikuti kemana perawat itu mengarahkan mereka.
Rain adalah orang yang paling benci pergi ke rumah sakit atau sejenisnya, namun hari ini dia mencoba menahan kebenciannya itu dan datang ke tempat ini, walaupun sama sekali tidak memliki nuansa rumah sakit malah cendrung ke tempat yang nyaman, namun tetap saja sebenarnya Rain tidak nyaman ada di sini.
Perlahan mereka masuk ke dalam sebuah ruangan yang tampak seperti ruangan konsultasi, Rain segera duduk di depan seorang wanita dengan tampilan setengah baya namun tidak terlihat seperti dokter, Bianca duduk di samping Rain sambil melihat wanita yang menyunggingkan senyuman begitu ramah, namun dari matanya Bianca bisa melihat dia sedang mengawasinya.
"Tuan dan Nyonya Huxley, senang sekali saya bisa bertemu dengan Anda berdua, seharusnya Anda harus menunggu 1 bulan untuk bertemu dengan saya, namun melihat kasus Anda dan juga entah bagaimana kita bisa berjumpa sekarang," kata wanita itu dengan senyuman lebar dan ramah khas seorang terapis, dia melihat data-data yang diberikan padanya tentang pasiennya ini.
"Ya, terima kasih sudah ingin bertemu dengan kami," ujar Rain mencoba untuk ramah, dia memang meminta Yuri untuk sebisa mungkin secepatnya membuat pertemuan dengan dokter yang sangat sibuk ini.
Bianca hanya mengangguk, tangannya tak bisa lepas dari Rain, Rain hanya melirik wanitanya itu sekilas.
"Ya, selain itu aku rasa istriku yang dulu bukan gadis yang penakut dan selalu gugup seperti ini, bisakah Anda membuat dia lepas dari ketakutan? Dia selalu khawatir dengan hal-hal yang bahkan belum terjadi, seperti dia takut aku akan meninggalkannya hanya gara-gara masalah ini," ujar Rain menjelaskan lebih lanjut, sejujurnya dia ingat bagaimana Bianca saat mereka bertemu dulu, gadis itu manja, lebih suka kesal dan marah dari pada tertunduk takut dan kecewa seperti ini, mungkin dulu dia tidak tersiksa batin sejauh ini, jadi dia yakin bahwa Bianca aslinya adalah wanita yang ceria dan juga sangat bersemangat.
Bianca yang mendengar hal itu hanya memandang Rain dengan wajahnya yang tampak bertekuk, benarkah dia semenyedihkan itu di hadapan Rain?
__ADS_1
"Tentu, tentu bisa saja dilakukan, kita akan mengulik semua tentang hal-hal yang ingin diatasi," kata Dokter Joselin dengan percaya dirinya, membuat kesan percaya bagi para pasiennya.
"Apakah ini akan berhasil? Berapa lama aku akan bisa sembuh? " tanya Bianca yang akhirnya membuka mulutnya, dia harus mengutarakan hal ini agar dia bisa lebih percaya dengan dokter yang ada di depannya.
"Tentu akan berhasil dan berapa lamanya Anda akan sembuh, semua itu tergantung pada Anda sendiri," ujar dokter Joselin.
"Saya? " tanya Bianca bingung, bagaimana bisa tergantung dengan dirinya, bukannya dokternya adalah dia?
"Ya, semua ini tergantung oleh Anda, jika Anda mengizinkan saya masuk dan percaya bahwa saya bisa membantu Anda untuk mengatasi segala hal ini, maka dengan mudah dan mungkin hanya dengan sekali pertemuan ini kita akan menemukan akar dari segala masalah dan juga menuntaskan segala emosi yang terpendam itu, namun jika Anda masih tidak percaya, merasa hal ini sia-sia atau tak mengizinkan saya mengobati Anda, maka mungkin lebih dari 3 kali sesi, kita baru akan bisa menguliknya," kata dokter Joselin menjelaskan, ini juga agar diketahui oleh Rain. Rain mendengarkannnya dengan seksama.
"Tidak, aku akan percaya padamu, aku akan mengizinkan apapun itu, asal sembuhkan aku," kata Bianca yang malah menjadi menggebu-gebu mendengar hal itu.
"Bagus sekali, aku suka semangat itu Nyonya Huxley, Anda tidak perlu takut, semua akan selesai dengan sendirinya, aku ingin sedikit berbincang dengan Anda, apakah Anda mengizinkan suami Anda tetap ada di sini? " tanya dokter Joselin, sebagian pasien merasa kurang nyaman jika ada hal-hal yang harus dia katakan bersama pasangannya, apalagi setelah membaca tentang apa yang dialami oleh Bianca, pasti rasa tidak nyaman itu ada, apalagi dia harus menceritakan sedikit detail tentang pemaksaan itu.
pojok Author :
Hai kakak! maaf ya kemarin aku ga sanggup up! ternyata aku ga sakit, tapi lagi dapat kepercayaan dititipin oleh Rezeki Allah, jadinya suka pusing😝, lemes sendiri, sama mualnya ampun-ampun Ampe ga bisa mikir.
__ADS_1
hari ini aku usaha Up 3 atau lebih tapi bertahap ya kakak!