Rain In The Winter

Rain In The Winter
173.


__ADS_3

Mereka semua segera menuju ke apatermen Rain, setibanya di sana tanpa buang waktu lagi Rain langsung naik dan segera menuju ke apartemennya, saat dia sampai dia melihat Ken dan Antony yang sudah dikabari oleh Rio berdiri dengan sikap siap mereka.


"Tuan," ujar Antony dan Ken serempak, memberikan hormat yang sama, benar-benar menunjukkan tentara yang tampak hebat.


"Ken, aku ingin berbicara denganmu, kalian juga ikut," ujar Rain langsung serius, Antony yang melihat wajah Rio dan juga melihat dokter pribadi di sampingnya mengerutkan dahinya, Rio seperti memberikan tatapan yang menyuruhnya menanti, dia akan menjelaskannya nanti.


"Baik Tuan, " ujar Ken yang mengikuti Rain langsung masuk ke dalam ruang kerjanya, Antony dan Rio tampak berjalan beriringan, sedangkan dokter itu berada di belakang mereka.


Rain segera mengambil posisi di meja kerjanya, Ken sedikit bernostalgia melihat ruangan itu, sama sekali tidak berubah, bahkan setiap posisi ornamennya tak ada yang bergeser barang 1 inchi pun, Ken menaikkan sedikit sudut bibirnya.


"Kalian duduklah," ujar Rain pada mereka.


"Baik Tuan," kata mereka serempak, Antony dan Rio duduk bersampingan, sedangkan Ken duduk di depan mereka bersampingan dengan dokter pribadi Rain, Ken manaikkan sudut bibirnya, dulu dia dan Luke yang selalu seperti ini, kenangan yang cukup dia rindukan.


"Ken," kata Rain segera.


"Ya, Tuan," suara berat dan tegas itu terdengar, khas sekali dengan gaya militernya.

__ADS_1


"Kau tak perlu memanggilku Tuan, jika aku tak salah, kau menikahi wanita yang dulunya pernah aku angkat menjadi adik angkatku," kata Rain, dia tak ingat, dia hanya ingat 4 tahun yang lalu pria ini datang dengan wanita yang mengaku sebagai adik angkatnya, jika Ken benar adalah asisten pribadinya dan Bianca adalah istrinya, wanita itu juga pasti adalah adik angkatnya.


"Benar," kata Ken, bingung dia harus memanggil Rain apa.


"Mulai sekarang panggil aku Kakak," kata Rain, Ken mangangguk, Antony dan Rio sedikit iri, memanggil Rain sebagai kakak seolah adalah kehormatan, seorang asisten pribadi menjadi adik ipar dari Tuan besar, terdengar seperti sebuah cerita novel.


"Karena itu, bisa kau menjelaskan tentang sebuah hal yang aku sama sekali tidak ingat, tentang penyakit keturuan yang aku punya, apa kau tahu tentang itu?" ujar Rain segera.


Ken yang mendengarkan hal itu segera mengerutkan dahinya, kenapa yang pertama kali ditanyakan oleh Rain adalah penyakit keturuan itu, dia kira Rain akan menanyakan tentang Bianca atau anaknya atau bagaimana keadaan sebenarnya saat kecelakaan itu terjadi, ini pertanyaan yang cukup membuat Ken kaget.


"Ya, saya mengetahuinya," kata Ken tegas.


"Yang aku tahu …. " kata Ken segera menyampaikan semua yang dia tahu, Rain mendengarkannya serius sepanjang penjelasan dari Ken, tentang masalah bagaimana awalnya mereka tahu, tentu saat Rain mencoba membalaskan dendamnya di istana hingga tentang Carel, juga keinginan Rain menyelidiki tentang penawar obat ini sebelum dia kecelakaan.


"Jadi aku pernah mencoba merebut wanita yang sekarang menjadi ratu dan istri dari keponakanku sendiri? Dan hanya mereka yang tahu persis tentang pengobatan penyakit ini?" tanya Rain, sama sekali tidak ingat siapa wanita yang bernama Ceyasa yang di sebutkan oleh Ken, dia juga baru tahu bahwa kemungkinan si kembar pun membawa penyakit yang di deskripsikan oleh Ken sangat mengerikan itu.


"Benar, karena itu Anda memiliki bekas luka tembakan di tubuh Anda, selain itu Anda meminta untuk di tahan selama lebih dari 5 tahun hanya agar bisa melupakan wanita itu sebelum Anda bertemu dengan Kakak ipar, selain itu penyakit keturunan itu sekarang sudah bisa di sembuhkan tuntas dengan darah pangeran Xander, anak dari Yang Mulia Archie dan juga Yang Mulia Ratu," kata Ken menjelaskan apa yang terja di 4 tahun yang dilupakan oleh Rain.

__ADS_1


Antony dan juga Rio hanya bisa diam saja, mereka tahu Rain pernah di penjara, tapi karena apa mereka tak bisa menemukannya, bahkan yang mereka tahu Rain sendiri yang menutup alasan itu rapat-rapat, selain itu tentang Bianca, tentu akhirnya mereka tahu namun tidak mengatakannya karena Lidia selalu saja memonitor hidup mereka selama 4 tahun ini.


"Lalu? Kalau begitu mereka sudah pasti menaruh dendam padaku bukan?" kata Rain, dia tahu dia kejam, dia tahu dia bisa melakukan apapun untuk mendapatkan apa yang dia mau, kelakuan Rain itu terdengar benar-benar sifatnya, namun mengisolasi diri hanya agar tak lagi menganggu wanita itu, dia pasti sangat mencintainya dulu, dan Sialnya kenapa dia harus memusuhi dan mencelakakan keponakannya sendiri, padahal sekarang dia sangat membutuhkannya, bukan hanya untuk dia tapi anak-anaknya.


"Tidak, awalnya juga aku berpikir mereka akan sangat anti dengan ku, karena aku terlibat dalam penyerangan itu juga, tapi setelah bertemu dengan mereka, bahkan mereka seperti tak pernah mengalami hal itu, aku rasa setelah mengetahui tentang Anda dan anak-anak Anda, mereka akan segera mengerti," kata Ken.


"Benarkah?" tanya Rain, sedikit tidak menyangka bahwa ada orang yang dengan mudah bisa memaafkan tentang hal seperti ini? padahal dia hampir membunuh orang-orang yang mereka sayangi.


"Kita akan tahu jika kita bertemu dengan mereka," kata Ken menatap ke arah mata-mata yang sekarang tertuju padanya.


"Baiklah, Rio siapkan semuanya, Ken, bisa mengurus kedatangan ku ke negara itu? " kata Rain segera berdiri.


"Tentu Kak," kata Ken tersenyum, akhirnya dia bisa membawa Rain kembali ke keluarganya, Siena juga pasti senang bisa bertemu kembali dengan kakak angkatnya ini, selain itu pasti dia senang bisa kembali dengan cepat ke negara dan bertemu istirnya.


"Siap Tuan," kata Rio segera. Rain segera melirik ke arah dokter itu yang tadi tidak mengizinkan dia terbang.


"Aku akan ikut dengan Anda," kata dokter itu, toh dilarang pun Rain tak mungkin akan mau melakukannya lagipula pengobatan Rain nyatanya memang harus pergi ke negara itu, jadi yang bisa dia lakukan hanya menjaga Tuannya ini saja.

__ADS_1


"Baiklah," kata Rain segera, dia langsung meninggalkan tempat itu, semua orang segera melakukan tugasnya, Antony membantu Rio melakukan pesiapan untuk pergi malam ini juga.


Ken tentunya harus menghubungi kenalannya untuk masalah dokumen kedatangan khusus yang bisa diberikan oleh pihak istana pada siapa pun yang mereka izinkan masuk ke dalam negara mereka, karena Rain pernah masuk dalam daftar dilarang masuk, dia harus memastikan larangan itu benar-benar sudah di cabut.


__ADS_2