Rain In The Winter

Rain In The Winter
179.


__ADS_3

Bianca melirik ke gambaran bahagia keluarganya, melihat Rain sedang bermain dengan anak-anaknya di kolam berenang indoor yang ada di rumah mereka, suhu airnya disesuaikan agar mereka tak merasa kedinginan. Bianca sedikit menaikkan sudut bibirnya melihat Rain yang menggendong Gwi kecil, mencoba membuat anaknya itu mengapung.


"Mami! Ayo main air," kata Gio yang tampak duduk di tepian, tentu menunggu giliran saat adiknya sedang bersama ayahnya. Rain melirik sedikit melihat ke arah Bianca yang datang lalu kembali fokus dengan anaknya yang tampak begitu senang, sesekali tampak kesusahan dan membuang air dari hidungnya.


"Sepertinya bermain airnya sudah ya, udara cukup dingin, lain kali baru bermain lagi," kata Bianca mengambil handuk yang sudah disediakan oleh Yuri di sana dari tadi.


"Yah, mami mau main lagi, " kata Gio kecewa, belum puas dia bermain air bersama ayahnya, karena baru kali ini dia bisa merasakan bagiamana serunya punya seorang ayah.


"Papi, sudah ya, nanti mereka sakit," kata Bianca halus pada Rain yang akhirnya mendengarkan istrinya, dia segera menggendong Gwi dan membawa gadis kecilnya itu pada ibunya. Bianca segera menutup tubuh Gwi dengan handuk, Gwi tersenyum manis sambil memegang handuknya.


Gio tampak ogah untuk beranjak, namun Rain segera mendekatinya, dia melihat wajah anaknya yang benar-benar tidak ingin berhenti, dia ingin bermain air kembali dengan ayahnya.


"Hei, pria kecil, kenapa?" tanya Rain pada anaknya.


"Ingin bermain air lagi," ujar Gio melipat tangannya, kakinya dihempaskan di air itu, benar-benar merajuk karena permintaan ibunya.


"Papi akan membawa Gio ke Mami sambil melewati kolam ini," kata Rain mencoba membujuk anaknya, Gio menatap ayahnya, sebuah tawaran yang mungkin menggiurkan, lagi pula walau ingin ada sedikit di hati kecilnya yang menginginkan patuh pada ibunya.


Gio mengangguk, Rain segera menggendong anaknya, memasukkannya ke dalam kolam renang dan segera berenang dengan bantuan ayahnya, Gio tertawa senang kembali masuk ke dalam air, membuat Rain tersenyum lebih lebar melihat tingkah anaknya, dia melirik Bianca yang sabar melihat Rain mengantar Gio ke arahnya, dan setelah dia sampai di sana, Bianca segera mengambil anaknya dan mengeringkan tubuh anaknya dengan handuk kecil.

__ADS_1


"Tuan Gio dan Nona Gwi, ayo kita mandi," kata Yuri yang ada di sana, membawa Gio dan Gwi yang terbungkus handuk mereka, menggiring mereka segera masuk ke dalam ruangan.


"Kau juga harus keluar dari sana," kata Bianca setelah melihat anak kembarnya pergi dibawa oleh Yuri, Bianca menatap suaminya yang menyingkap rambutnya, membuat wajah dan tubuh atasnya yang tak tertutupi sehelai benang pun tampak begitu menggoda.


"Kenapa tidak bergabung denganku?" kata Rain bergerak mulai ke arah Bianca, wajahnya sedikit tampak menggoda,  Rain berhenti di tepian kolam renang itu. Bianca melihat ke arah suaminya dengan senyuman manis.


"Tidak, airnya dingin," kata Bianca menolak dan baru saja hendak berdiri karena tadi posisinya berjongkok di depan Rain, namun tangan Rain dengan sigap memegang lengan atas Bianca, membuat wanita itu tentu tak bisa berkutik.


"Kenapa tidak merasakannya dulu?" tanya Rain lagi dengan senyuman hangatnya lebih ke menggoda, semenjak pria ini hilang ingatan, dia menjadi lebih agresif dari yang dulu, Bianca saja selalu kaget melihat tingkahnya yang sekarang.


Rain menarik Bianca, membiarkan bibir mereka bersatu, bibir Rain terasa hangat namun basah, bau air kolam itu tercium oleh Bianca, Ciuman itu diam dan lembut, namun tiba-tiba saja Rain bergerak mundur, menarik Bianca yang kaget namun tak bisa apa-apa karena tubuhnya langsung masuk  ke dalam kolam itu, Rain terus menarik tubuh Bianca hingga keduanya jatuh ke dalam kolam.


Air kolam indoor yang tak terlalu besar itu hangat dan untung saja tadi Bianca sempat menarik napasnya sebelum mereka berdua masuk ke dalam air kolam renang itu, Rain tampak puas melihat wajah istrinya yang berhasil dia seret masuk, Bianca hanya memandangi suaminya dengan wajah kesal dan langsung naik ke permukaan.


"Kan jatuh di kolam pasti basah," kata Rain tersenyum terlihat nakal berhasil menjahili istrinya.


"Keluarlah dari sini, bukannya kau mengatakan kau kelelahan? Kenapa malah mengajak si kembar  bermain," kata Bianca menggerutu sambil melihat suaminya yang hanya diam dan menaikkan sudut bibirnya melihatnya kesal.


"Aku hanya tak ingin menghabiskan waktu untuk tidur," kata Rain lagi begitu lembut, membuat Bianca terdiam sesaat.

__ADS_1


"Memangnya kenapa?”


"Aku sudah menghabiskan waktu 4 tahun kehilangan semua momen bersama kalian, lalu esok belum ada yang tahu akan bagaimana, karena itu aku tak ingin lagi menghabiskan waktuku hanya untuk tidur.”


"Jangan berkata begitu, ayo, sekarang kita keluar, nanti kau sakit," kata Bianca memegang tangan Rain lalu segera menariknya ke tangga, Rain segera ingin naik duluan, setelah dia naik barulah dia menolong Bianca keluar dari kolam berenang.


"Kakak!” suara Ken terdengar, Rain yang baru selesai melilitkan handuknya segera menyambar handuk lain dan segera menutupi tubuh Bianca yang tampak berbentuk jelas karena gaunnya yang basah. Ken yang melihat itu hanya langsung menunduk dan membalikkan tubuhnya.


"Ganti bajumu segera, aku akan menyusul, ada yang harus aku bicarakan dengan Ken," kata Rain dengan serius sambil melilitkan handuk di tubuh Bianca, tak rela ada yang melihat tubuh istrinya walau hanya menerawang saja.


"Baiklah, jangan lama-lama, ingat kesehatanmu," ujar Bianca, melirik ke arah Ken yang masih membelakangi mereka, Bianca berjalan keluar ruang kolam renang itu segera. Melihat Bianca yang sudah pergi dari sana barulah Ken berani melihat ke arah Rain.


"Ada apa?" tanya Rain menatap Ken.


"Pihak kerajaan merespon segera dengan kabar yang kita kirimkan, Yang Mulia Raja Archie sendiri yang membalas pesan kita dan mereka merasa ini adalah masalah genting, sehingga Yang Mulia Raja Archie meminta Anda sekeluarga untuk datang malam ini," kata Ken segera.


Mendengar hal itu Rain sedikit tampak berpikir, baru saja dia mengerimkan pesan ke istana dan  Archie sendiri yang meresponnya, melihat respon mereka yang bergitu cepat, pastinya ini sangat ditanggapi serius oleh pihak kerajaan, Rain yang awalnya merasa penyakit ini hanya sekedar penyakit yang bisa merenggut nyawa, menjadi sedikit merasa waspada.


"Baiklah, katakan pada pihak istana kita akan datang setelah makan malam," kata Rain.

__ADS_1


"Yang Mulia Archie juga mengingatkan untuk membawa keluarga Anda, karena jika penyakit itu ada pada Anda, tidak terkecuali juga pada anak-anak Anda," kata Ken mengingatkan.


"Baiklah, aku akan membawa mereka, terima kasih," kata Rain yang sedang mengelap rambutnya yang basah dengan handuk lain.


__ADS_2