
Rain membuka matanya perlahan, sakit di kepalanya masih cukup terasa, tapi kali ini bisa ditahannya, Rain mengamati ruangan di sekitarnya, dia yakin ini adalah ruangan kamarnya, namun yang berbeda sekarang ada sebuah selang infus yang tertancap di tangannya, dia sangat benci untuk diinfus seperti ini, terakhir kali dia ingat, dia hanya di infus saat dia bangun dan kehilangan semua memori di kepalanya.
Rain lalu melihat ke arah ruangannya yang remang, melirik ke arah jam yang menunjukkan pukul 11 malam, sudah cukup larut malam padahal terakhir kali dia bangun itu masih pukul 7 atau 8 malam. Rain ingin mencabut infusnya, namun saat dia baru saja ingin menarik yang terasa cukup sakit di tangannya pintu kamarnya terbuka, Rain langsung melihat ke arah orang yang datang, itu dokter pribadinya bersama dengan Rio yang langsung tampak kaget.
"Tuan, Anda tidak boleh mencabutnya sembarangan," kata Dokter itu segera mendekati Rain, melihat darah yang sudah sedikit keluar dari selang Rain.
"Tuan, Anda pingsan saat Anda ada di mobil, jadi saya membawa Anda langsung pulang dan menghubungi dokter pribadi Anda," kata Rio segera menjelaskan kenapa Rain dibawa ke sini dan ada dokter pribadi kepercayaan Rain yang menanganinya, semua orang tahu Rain sangat benci ada di rumah sakit jadi Rio tak akan mau mendapat teguran atau paling parahnya malah mendapat kemarahan dari Rain karena Rain terbangun di rumah sakit.
"Siapa yang sudah kau beritahu tentang kondisiku?" tanya Rain menatap Rio.
"Tidak ada Tuan, saya juga tidak menghubungi Antony, saya rasa saya butuh persetujuan Tuan untuk melakukan hal itu," ujar Rio menatap Tuannya. Rain hanya mengangguk, dia memang tak ingin ada yang tahu tentang kondisi kesehatannya sebelum tahu apa yang terjadi pada dirinya sendiri, apalagi jika sempat istrinya yang ada di seberang sana tahu tentang hal ini, sebelum dia tahu pasti dia tak akan membiarkan wanita itu jadi cemas memikirkan keadaannya.
"Rio siapkan pesawat jet dan segala keperluanku, lalu hubungi Ken untuk mengurus semua keberangkatan kita, kita berangkat pagi ini," ujar Rain menatap ke arah Rio, seolah dia baru saja tidak mendapatkan serangan yang membuatnya pingsan.
"Tuan, saya kira Anda belum bisa melakukan hal itu," kata dokter itu melihat keadaan Rain bukanlah keadaan yang biasa saja, bukan sekedar kelelahan yang membuatnya hingga mimisan, tapi dokter curiga ada sesuatu hal di kepala Rain yang membuatnya seperti ini.
Rain melirik ke arah dokter itu dengan tajam, dia mengerutkan dahinya, memangnya dia kenapa? menurutnya mungkin ini hanya kelelahan dan juga tekanan emosinya yang sangat, beberapa hari ini dia bahkan tak bisa tidur tenang, hanya tertidur saat dia merasakan sakit yang luar biasa ini saja.
"Katakan ada apa denganku?" kata Rain melirik dokter itu.
__ADS_1
"Aku belum bisa memastikan bagaimana kepastiannya, namun Tuan, aku merasa ada yang tidak baik di bagian kepala Anda, selain itu …. " kata Dokter itu cukup ragu, Rain dan Rio yang juga baru tahu keadaan Tuannya itu mengerutkan dahinya, selain itu?
"Selain itu apa?" ujar Rain dingin.
"Maafkan saya, saya mengambil sampel darah Anda dan sepertinya ada sesuatu di darah Anda yang berbeda, keping darah Anda tidak normal dan juga mudah pecah, proses pembekuan darah Anda juga terganggu, walau tak terlalu menganggu tapi saya kira itu bisa berakibat fatal, Tuan, aku rasa ini ada hubungannya dengan sakit darah keturunan Anda," kata dokter itu dengan sedikit ragu.
"Penyakit keturunan? Apa maksudmu? aku tidak punya penyakit seperti itu, " ujar Rain yang bingung, dalam ingatannya dia tak pernah diberitahu bahwa dia punya penyakit keturunan, keluarga kandung ataupun keluarga angkatnya tak pernah mengatakan hal itu.
Rio juga mengerutkan dahinya, penyakit keturunan bagaimana? walau penasaran dia tak punya hak untuk bertanya, diperbolehkan ada di sana saja dia sudah cukup bersyukur, setidaknya tahu apa yang terjadi pada Tuannya.
"Tuan, saya tidak tahu apakah Anda mengingat hal ini atau tidak, tapi sebelumnya Anda memiliki seorang dokter pribadi selain saya, beliau menghubungi saya dan memberitahu tentang hal yang perlu saya tahu tentang Anda, salah satunya adalah bahwa Anda memiliki penyakit keturunan yang sangat berbahaya," kata Dokter itu menjelaskan.
"Maafkan saya Tuan, tapi saya hanya diberitahu tentang itu, dokter itu mengatakan jika ada tanda-tanda perdarahan di tubuh Anda, Anda harus segera menemui pihak kerajaan, karena hanya merekalah yang bisa menyembuhkan penyakit Anda," kata dokter itu.
Rain diam sejenak, suasana hening dengan wajah yang cukup tegang bagi ketiganya, Rain menggigit bibirnya, otaknya rasanya benar-benar tak berguna sekarang, seluruh informasi penting yang harus dia ingat benar-benar terhapus bersih dari otaknya, sayang sekali saat dia mencari dokter ataupun orang-orang yang terlibat dalam penghapusan memori otaknya, semuanya sudah tidak ada di dunia ini, mereka lenyap setelah melakukan penghapusan memori ini. Sial sekali, kemana dia harus mengobati semua ini.
"Tuan, jika aku boleh memberi saran, jika Anda ingin lebih tahu bagaimana kehidupan Anda selama 4 tahun yang terbuang, bagaimana jika Anda bertanya pada Ken, bukankah dulu sebelum Antony dan aku, dia adalah orang kepercayaan Anda, bahkan dia tahu apa kode bank internasional Anda," saran Rio.
Rain mengerutkan dahinya, dia lalu segera mengangguk, "dimana Ken sekarang?”
__ADS_1
"Terakhir aku bertanya pada Antony, dia dan Ken sudah ada di apartemen sekitar 2 jam yang lalu, bukannya Anda yang meminta mereka ke sana? Saya tidak membawa Anda ke sana karena takut mereka tahu keadaan Anda," ujar Rio.
"Baiklah, apakah ini sudah bisa dilepaskan?" tanya Rain pada dokter itu.
"Apakah Anda sudah merasa baikan, saya harus menggunakan infus ini untuk memasukkan obat-obatan penahan nyeri yang kuat untuk Anda," kata dokter itu lagi.
"Aku sudah tidak apa-apa, lepaskan saja," kata Rain tampak bersikukuh, mau tak mau dokter iut akhirnya mengikuti kemauan Rain.
Rain diam saja ketika selang kecil yang menancap di pembuluh daranya itu tercabut, Rio saja merasa cukup ngilu, namun Rain bertindak seolah itu bukan apa-apa, setelah dokter menutup luka kecilnya Rain segera berdiri dan mengamati tangannya.
"Kapan ini bisa dilepaskan?" tanya Rain.
"Beberapa menit, mungkin 10-15 menit bisa dilepaskan," kata dokter itu, tak ingin saat Rain melepaskan penutup itu darahnya kembali keluar lagi.
"Aku akan melepaskannya sebelum sampai di apatement, Rio siapakan mobil," kata Rain.
"Tuan, saya rasa saya lebih baik ikut dengan Anda, hanya jaga-jaga saja saat penyakit itu kambuh lagi," kata Dokter itu memberanikan dirinya, keadaan Rain sebenarnya sangat tidak stabil.
"Benar Tuan, saya rasa itu juga keputusan yang baik," kata Rio, tak ingin dia panik kembali melihat tuannya tiba-tiba saja tak sadarkan diri lagi, Rain hanya mengangguk perlahan lalu pergi keluar dari sana
__ADS_1