
Sebuah mobil ferrari hitam tiba tiba melesat cepat memasuki halaman rumah sakit.
Terlihat pak Yahya turun dari mobil dan bergegas memasuki bangunan rumah sakit Medical tempat dokter Malik bekerja.
Dengan raut wajah kesal dan memendam amarah yang seakan ingin meledak.
Ia berjalan menyusuri lorong rumah sakit.
Setiap orang yang ia lewati merasa ngeri melihatnya.
Antara angkuh atau sedang kebakaran jenggot seseorang yang berjalan seperti pak Yahya saat itu.
Brukk...
"Malik..!!", teriak pak Yahya menggebrak pintu ruangan dokter Malik.
Saat itu suasana rumah sakit sedang ramai.
Semua orang yang sedang menunggu giliran pemeriksaan dari dokter Malik.
Seketika mereka berdiri dan ketakutan.
Bahkan suster, pegawai dan satpam rumah sakit tak bisa mengendalikan amarah pak Yahya.
"Ada apa ini..!!", seru dokter Malik bangkit dari tempat duduknya.
"Kurang aj*r kamu ya..!!, saya sudah diam dari lama, tapi kamu tetap memperlakukan anak saya dengan seenak jidatmu", seru pak Yahya menunjuk nunjuk kepala dokter Malik.
"Maksud Papa apa..??", seru dokter Malik masih menghargai pak Yahya sebagai mertuanya.
__ADS_1
"Cuhhh..!!, jangan berlagak manis di depanku..!!, semua orang memuja Rahel anakku, seharusnya kamu beruntung mendapatkannya, bukan malah mau menceraikannya..!!", seru pak Yahya kesal.
"Segala sesuatu ada batasnya pa, dan aku sudah tidak bisa mentolerin itu", ucap dokter Malik tak mau masalah pribadinya di buka di depan umum.
"Kamu kan bisa bicara baik baik...!!, bukan malah mengusir anak saya dari rumahmu dan menceraikannya hanya dengan sebuah surat pengadilan agama", seru pak Yahya tak terima.
"Lebih baik kita bicarakan ini baik baik pa", ucap dokter Malik menenangkan pak Yahya.
"Apa kamu tak mau menerima jika Rahel sudah memiliki anak sebelum menikah denganmu..!!, dan apa kamu tak terima jika Rahel mengusik hidup Mawar kekasihmu di rumah bordil yang sekarang menjadi abu itu..!!, hahh...!!, dengar ya Malik, Rahel melakukan semua itu hanya karna ingin bersamamu, seharusnya kamu hargai itu..!!", seru pak Yahya membuat semua orang di sana menjadi bergosip tentang kabar dari Rahel yang selama ini tak pernah berhembus di masyarakat.
"Oh..!!, jadi biang keroknya Rahel...!!", ucap seorang pasien di sana.
"Jahat banget ya..!!, pantes dokter gak mau lagi sama dia", ucap beberapa suster yang menyaksikan kejadian itu.
Membuat pak Yahya tercengang dengan ucapannya sendiri.
"Saya sudah mencoba mencegah anda, saya juga sudah berusaha menutup masalah ini agar tidak tersebar di masyarakat, tapi nyatanya..!, anda sendiri yang menyebar aib itu", seru dokter Malik membuat pak Yahya seakan gemetar.
Jadi..., masalah ini belum tersebar..??, malah aku sendiri yang menghancurkan reputasiku, gumam pak Yahya bergegas pergi dari rumah sakit karna malu dengan memacu mobilnya secepat mungkin.
Tak butuh waktu lama untuk berita itu tersebar.
Hanya hitungan jam, semuanya hancur.
Bahkan berita itu telah sampai di telinga para relasi bisnis perusahaan Yahya.
Banyak panggilan telfon yang tak terjawab.
Pak Yahya masih syok dengan apa yang telah ia lakukan saat sedang emosi saat itu.
__ADS_1
"Bagaimana ini..??", ucap Pak Yahya takut berita itu akan menghancurkan reputasi dan bisnisnya.
Ia mondar mandir dalam kamar.
Pikirannya kacau, tidak ada solusi untuk masalahnya kini.
"Pa..!!, papa lihat ini..!!", seru bu Dara masuk ke kamar bersama dengan Rahel.
"Hancur nama baikku pa.!!", seru Rahel marah.
Pak Yahya pun menyaksikan tayangan vidio tentang dirinya yang sedang marah marah di rumah sakit.
Rekaman itu di ambil oleh salah satu pasien rumah sakit yang berada di sana saat pak Yahya marah besar dan tak sengaja membuka aib keluarganya sendiri.
"Ini semua gara gara kamu hel..!!, kenapa kamu bisa memiliki anak dari orang yang gak jelas..!!, dan kamu terlibat dalam tindak kriminal", teriak pak Yahya membuat bu Dara ketakutan.
"Sabar pa, harusnya kita melindungi anak kita, jangan sampai ia di datangi massa setelah ini", ucap bu Dara khawatir.
"Jika kamu bukan anakku satu satunya, sudah ku usir kamu jauh jauh dari sini", seru pak Yahya keluar dari kamar.
Bu Dara hanya memandang ke anak yang telah ia turuti segala sesuatunya itu.
Ada rasa kecewa dalam hatinya.
Tapi semua sudah terlambat.
Rahel sudah menjelma menjadi apa yang di tanamkan orangtuanya sejak ia kecil.
Menjadi wanita yang cantik, tetapi arogan, sombong dan berakhlak buruk serta tak bermoral.
__ADS_1