Salahkah Aku, Jika Mendambakan Surga..??

Salahkah Aku, Jika Mendambakan Surga..??
Rumah singgah Ummar


__ADS_3

"Terima kasih," ucap Tia menatap binar ke arah Fatimah.


Ia begitu bersyukur karna malam itu Fatimah telah sudi menolong nya.


"Tak usah di pikirkan, sekarang istirahatlah," ucap Fatimah setelah selesai membantu Tia berganti pakaian yang lebih pantas di kenakan oleh seorang muslimah.


"Nama ku Tia," seru Tia saat Fatimah ingin beranjak pergi dari samping nya.


"Nama ku Fatimah, sekarang tidur lah," sahut Fatimah kembali beranjak pergi dari sana.


Namun kini, langkah kaki nya di hentikan oleh sentuhan tangan Tia.


"Kalau boleh tahu, aku sekarang berada di mana?," tanya Tia memastikan, karna ia sudah terlanjur begitu trauma akan penipuan yang telah di lakukan Rea pada nya, meskipun dalam hati nya ia merasa sudah berada di tempat yang aman.


"Ini rumah suami ku, kami menamai nya Rumah singgah Ummar, rumah semua orang yang membutuhkan bantuan, jadi anggaplah ini juga rumah mu," ucap Fatimah kali ini benar benar pergi meninggalkan Tia sendirian di dalam kamar nya.


"Sekarang jelaskan pada ku Fatimah!, siapa dia?," ucap Mira langsung menghadang Fatimah yang baru saja keluar dari kamar tamu, Ia telah menunggu Fatimah sejak tadi di depan pintu dengan begitu tak sabar nya.


"Nama nya Tia, dia...," ucap Fatimah segera di sela oleh Aqly.


"Dia wanita malam yang dengan sok pintar nya ia pungut dari jalanan," sela Aqly masih begitu kesal dengan keputusan Fatimah saat itu.


"Kakak begitu kesal berdebat dengan mu dik, sebaik nya kau urus jadwal anak anak besok," ucap Fatimah semakin tegas menghadapi Aqly.


"Tapi kali ini Aqly ada benar nya juga Fatimah, kita baru saja memulai hidup baru di rumah ini, semua hal buruk di masa lalu masih berusaha kita tinggalkan, kita baru saja bangkit!, rumah singgah Ummar baru saja terbentuk, bagaimana kalau wanita itu merusak semua nya?, kita tak akan pernah tau saat esok pagi ia bangun dan kembali memakai baju seksi nya dan mempengaruhi pemikiran anak anak didik kita, bagaimana jika itu terjadi?," seru Mira yang saat itu begitu takut jika kehidupan nya yang dulu akan terulang lagi.


"Apa mungkin kau berubah pikiran akan ide konyol mu tentang rumah singgah dan apalah itu?. Jika ia, baguslah!, aku sudah muak dengan peraturan peraturan baru kalian di rumah ini," ketus Aqly berjalan pergi meninggalkan mereka begitu saja.


"Tidak pernah berubah," keluh Fatimah begitu kehabisan cara untuk membuat Aqly sadar akan sikap nya itu.


"Aku harap semua akan baik baik saja Fatimah," ucap Mira mencoba percaya akan tindakan Fatimah.


"Insyaallah, rumah singgah Ummar akan baik baik saja," ucap Fatimah mencoba menghilangkan kekhawatiran Mira.


"Sebaik nya aku susul Aqly, dia mungkin akan bertindak bodoh jika tidak aku beri instruksi untuk acara besok," ucap Mira berjalan pergi dari hadapan Fatimah.


Sejenak Fatimah terus menatap Mira sampai ia benar benar hilang dari pandangan nya.


Seperti nya hubungan mereka semakin dekat, walaupun masih seperti kucing dan tikus jika bersama, tapi siapa tahu?, Wallah hu'aqlam, batin Fatimah berjalan menuju ke kamar nya.

__ADS_1


Sementara di dalam kamar tamu, Tia tak sedikitpun bisa memejamkan mata nya malam itu, bahkan dalam kondisi nya yang masih begitu lemah.


Ia mengingat kejadian saat diri nya berusaha melarikan diri dari mobil lelaki hidung belang malam itu.


Ingatan nya masih begitu jelas akan perlawanan nya di dalam mobil yang sedang melaju saat itu.


"Dasar wanita tak tahu diri!, kau sudah ku bayar mahal tuk melayani ku!," sentak lelaki itu sembari mendaratkan beberapa tamparan keras ke arah Tia.


"Sampai mati pun aku tak mau kau sentuh!, carilah wanita lain!, dan lepaskan kami!," teriak Tia semakin histeris dan memberontak.


Sementara Rose hanya terdiam melihat Tia memberontak di dalam mobil meskipun telah di pukul dan di tampar oleh sang lelaki hidung belang.


Sedangkan Sesa hanya bisa menangis dan begitu nampak ketakutan hanya untuk menolong sahabat nya itu.


"Apa kau sudah jera!, hah!," teriak lelaki itu saat melihat Tia begitu lemas akan semua pukulan yang telah ia berikan pada nya.


"Aku bukan wanita lemah, dasar brengsek!," seru Tia sembari mendorong paksa pintu mobil dan langsung melompat tanpa ragu keluar dari mobil saat pintu mobil telah berhasil ia buka.


Membuat semua nya, terutama Sesa begitu terbelalak saat melihat semua itu.


Namun saat Sesa ingin mengikuti cara Tia, dengan segera ada tangan Rose yang mencekal nya.


"Dia mungkin sudah mati Sesa," ucap Rose sembari memandang takut ke arah pelanggan mereka malam itu.


"Astagfirullah!," seru Tia dengan nafas yang kembali tak beraturan setelah ia mengingat kejadian buruk sebelum ia di tolong oleh Fatimah.


"Sebaik nya aku mencari udara segar," ucap Tia berusaha menguatkan diri nya untuk sekedar berkeliling rumah besar itu.


Saat ia baru saja keluar dari dalam kamar.


Samar samar ia mulai mendengar sebuah suara dari kejauhan.


Semakin ia dekati, suara itu semakin jelas terdengar.


Langkah nya langsung terhenti saat telinga nya telah berhasil mengenali suara apa yang ia dengar sejak keluar dari dalam kamar.


"Ada yang mengaji?," ucap Tia tersenyum senang sembari terus melanjutkan langkah nya mendekati asal suara.


Langkah nya kembali terhenti saat melihat sebuah ruangan yang begitu ramai akan anak anak yang sedang mengaji saat itu.

__ADS_1


Ia terus berdiri dengan senang nya di sudut pintu sembari menatap anak anak yang begitu pintar dan sholehah di hadapan nya sedang berusaha menghafal Al quran jus ke 30.


Jadi ini rumah singgah Ummar. Masyaallah, aku tak percaya aku bisa sampai ke tempat ini setelah apa yang sudah aku lalui, batin Tia dengan mata yang mulai basah.


Di bagian terakhir, anak anak begitu serempak melantunkan surah An Nas.


قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِۙ - ١


Bacaan latin: qul a'ụżu birabbin-nās


Artinya: Katakanlah, "Aku berlindung kepada Tuhannya manusia,"


مَلِكِ النَّاسِۙ - ٢


Bacaan latin: malikin-nās


Artinya: Raja manusia,


اِلٰهِ النَّاسِۙ - ٣


Bacaan latin: ilāhin-nās


Artinya: sembahan manusia,


مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ ەۙ الْخَنَّاسِۖ - ٤


Bacaan latin: min syarril-waswāsil-khannās


Artinya: dari kejahatan (bisikan) setan yang bersembunyi,


الَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِيْ صُدُوْرِ النَّاسِۙ - ٥


Bacaan latin: allażī yuwaswisu fī ṣudụrin-nās


Artinya: yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia,


مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ ࣖ - ٦


Bacaan latin: minal-jinnati wan-nās

__ADS_1


Artinya: dari (golongan) jin dan manusia.


"Shodaqallah, hul' azhim," seru semua anak dengan serempak nya.


__ADS_2