
Burhan terlihat gelisah memegang tangan Mawar yang tak sadarkan diri di kamar.
Terlihat ia juga sedang sibuk dengan ponselnya, menghubungi polisi akan hilangnya Fatimah.
"Ya Allah Mawar...!!, sadar nak", seru Mbak Lastri mengelus kepala Mawar dan mencoba mengoleskan minyak angin di hidung Mawar, agar Mawar bisa segera sadar.
"Burhan...!!, sebaiknya kita bawa Mawar ke rumah sakit, mami takut terjadi apa apa dengannya", ucap Geyna gelisah memijat kaki Mawar yang dingin berkeringat.
"Baik mi", ucap Burhan mengangkat tubuh Mawar yang lemas.
Tiba tiba....
"Fatimah....!!!", teriak Mawar terperanjak bangun dari pingsannya ketika Burhan ingin membawanya ke mobil.
"Istigfar nak..!!, ya Allah", seru Mbak Lastri menenangkan Mawar.
"Fatimah mana mas..??, bukk..!!, mami...!!, Fatimah sama kalian kan..??", seru Mawar tak bisa mengontrol emosinya.
"Tenang Mawar, aku sudah telfon polisi, mereka sedang mencari Fatimah sekarang", ucap Burhan mendekap badan Mawar agar tak memberontak mencari Fatimah.
Mawar pun terduduk dilantai sambil terus menangis dan memanggil manggil nama Mawar.
"Bagaimana mungkin anak sekecil Mawar bisa diculik..??, apa salah dia..??", seru Mawar sambil menangis terisak isak.
Tiba tiba terdengar suara bel pintu rumah berbunyi.
"Biar mami yang buka", ucap Geyna berjalan ke arah pintu depan.
Ia membuka pintu, tetapi tak ada seorangpun disana.
__ADS_1
Ia menoleh ke bawah dan menemukan sepucuk surat di lantai.
"Astaga..!!, Nak Burhan..!!", teriak Geyna membuat semuanya berlari kearah Geyna.
"Kenapa mi..??", ucap Burhan menenangkan Geyna.
Geyna tak bergeming sedikitpun, tubuhnya mematung, air matanya menetes tanpa henti.
"Kenapa mi...??, apa mami dapat kabar tentang Fatimah..??", ucap Mawar penuh harap.
"Jawab mi..??, jangan membuat kami makin gelisah", ucap mbak Lastri memegang tangan Geyna.
"Apa ini mi...??", seru Mawar mengambil sepucuk surat di tangan Geyna.
Mawar seketika histeris membaca pesan yang ada di surat itu.
Burhan pun ikut membaca pesan yang ada di kertas itu.
Fatimah itu balita, tapi dia tetap wanita kan..!!, jika kamu mau Fatimah selamat dari tangan bejat lelaki, temui aku ditempat kelahiranmu..!!, sendirian...!!, jika kamu berani membawa teman atau bahkan polisi, Fatimah langsung end...!!.
"Astagfirullah..!!, orang macam apa mereka, aku harus kasih tau polisi", ucap Burhan mengambil ponselnya, tetapi seketika dihentikan oleh Mawar.
"Tolong Mas, kasihani Fatimah, aku gak mau dia kenapa napa", ucap Mawar bersujud di depan Burhan.
"Mereka hanya mengancam kamu Fatimah, mereka seperti memakai Fatimah untuk mencelakai kamu, biarkan polisi yang meringkus mereka, kita sudah tau alamat mereka sekarang", seru Burhan memegang kedua bahu Mawar.
"Tolong mas, ini urusanku, aku tau siapa yang menculik anakku, biarkan aku menyelesaikannya mas", ucap Mawar terus memohon di hadapan Burhan.
"Tapi kamu bisa dalam bahaya Mawar..!!", seru Burhan.
__ADS_1
"Lebih baik aku yang dalam bahaya mas dari pada Fatimah, masa depan Fatimah masih panjang", ucap Mawar tersedu sedu.
"Baiklah, tapi janji, kamu harus jaga diri kamu, dan aku akan tetap berada di sekitar rumah sipenculik untuk berjaga jaga", ucap Burhan memberi syarat.
Mawar hanya mengangguk dan menghapus air matanya.
Ia lalu bangkit dan bersiap mencari Fatimah.
"Mi, aku akan temui mbak Gea, aku akan jemput anakku", ucap Mawar memeluk Geyna.
"Sayang, Gea itu kejam, kamu jangan pergi", seru Geyna menangis sejadi jadinya.
"Mi, Fatimah tanggung jawabku, sebagai ibunya aku harus bertaruh nyawa untuknya, doakan aku mi", ucap Mawar mendekati Mbak Lastri.
"Buk, doain Mawar ya, Mawar bakal jemput Fatimah", ucap Mawar meneteskan air mata.
Mbak Lastri hanya mengangguk dan memeluk anaknya.
Ia tau sekeras apapun ia melarang Mawar, Mawar akan tetap pergi dengan niatannya itu.
Mawar pun bergegas masuk ke dalam mobilnya.
"Hati hati Mawar", ucap Burhan menutup pintu mobil Mawar.
Mawar pun melajukan mobilnya menuju ke rumah Bordil.
Burhan pun mengikutinya dengan hati hati agar penculik itu tidak tau bahwa Burhan bersama Mawar.
"Tunggu bunda nak...!!", seru Mawar melajukan mobilnya semakin cepat menuju ke rumah masa kecilnya.
__ADS_1