Salahkah Aku, Jika Mendambakan Surga..??

Salahkah Aku, Jika Mendambakan Surga..??
Pertemuan kembali Gea dan Mawar


__ADS_3

Pagi itu Gea masih terlihat bersantai di teras rumah Sam.


Sesekali ia menghembuskan asap rokok di udara.


Ia nampak segar dan cantik dengan pakaian sexy nya, itulah yang terlihat di mata pemuda hidung belang yang melihat Gea.


Gea merenung menikmati sebatang rokoknya, ia memikirkan tentang pesantren di sebrang rumah Sam.


Gea seperti pernah mendengar nama pesantren itu, tapi ia tak ingat.


Lamunannya buyar saat Sam dan kedua temannya menghampirinya dari dalam rumah.


"Sayang...", memeluk dan mencium Gea, lalu duduk di kursi samping Gea, menyodorkan amplop pada Gea.


Gea yang tau itu adalah cek, tersenyum sumringah menerima amplop dari Sam.


"Makasih sayang", ucap Gea membuka amplop itu dan melihat ada 3 cek yang diberikan padanya.


Gea pun memandang Sam dan kedua temannya.


" Itu bayaranmu sayang, kami berikan 3x lipat untukmu", ucap Sam menyalakan rokoknya.


"Wahhh makasih sayang, kalian juga, thanks ya", ucap Gea mencium cek dari ketiga lelaki itu.


"Santai aja Gea, kami puas dengan layananmu, kapan kapan dateng lagi ya", ucap salah satu teman Sam sembari melayangkan ciuman lewat isyarat tangan.


Gea makin besar kepala mendengar pujian dari ketiga lelaki di hadapannya.


"Gea gitu", ucap Gea lalu melihat ke arah jam tangannya.


"Aku antar pulang, oke", ucap Sam menarik tangan Gea menuju mobilnya.


"Gpp nih..??", tanya Gea mengikuti tarikan tangan Sam.


"Untuk gadis cantik dan sexy ini, kenapa enggak..!!", ucap Sam menyalakan mobilnya.


Gea dan Sam melambaikan tangan pada kedua teman mereka.


"Bye", ucap Gea melayangkan kecupan jauh untuk mereka.


Mobil Sam pun melaju keluar dari gerbang rumah Sam.


Belum 5 menit mereka berkendara, Gea melihat seorang gadis muda berjalan menggandeng seorang wanita tua.


Gea memandanginya dengan seksama.


Ia mengingat 2 wajah itu, yang tak asing di ingatannya.


Lalu Gea tercengang dan teriak.


"Mawarrrr..!!!", teriak Gea membuat Sam kaget dan menghentikan mobilnya.


"Ada apa sih Gea..??", ucap Sam memandangi Gea yang masih terlihat syok.


"Kamu liat 2 wanita yang berpapasan sama kita tadi..??", ucap Gea melihat kembali ke arah belakang mobil.

__ADS_1


"Ohhh, itu sih Mawar sama ibunya", ucap Sam.


"Mawar .!!, jadi dia beneran Mawar sama mbak Lastri..!!", seru Gea terkejut.


"Iyaaaa, emang kenapa sih..!!, kok kamu kenal mereka..??", ucap Sam penasaran.


Gea mulai berfikir.


Pantas saja dia tak asing dengan nama pesantren Ummar.


Ia pernah mendengar nama itu saat menguping pembicaraan Geyna dengan orang suruhannya.


Tapi, katanya Mawar udah mati..??, gumam Gea dalam hati.


Ketakutan dan syoknya pun hilang.


Berubah menjadi niatan jahat pada Mawar.


"Gimana kalau mami tau bahwa Mawar masih hidup.., bakal seru tuh", ucap Gea dengan senyum jahatnya.


Sam yang melihat Gea yang tadinya syok menjadi tersenyum dan bicara sendiri pun makin kebingungan.


"Halooooo..!!, kamu kenapa sih Gea...??, kamu masih waras kan..??", ucap Sam kebingungan.


Gea membuyarkan lamunannya.


Ia mendengar Sam yang mengatainya tak waras.


"Yang bener aja kamu Sam..!!, masak cewek cantik kayak aku gak waras sih..!!, kalau gak waras gak bakal ya aku bisa muasin kalian bertiga", seru Gea sambil memandang tajam ke arah Sam.


"Ya elah, santai aja kali, ya lagian kamu, tadi ketakutan, tiba tiba senyum senyum sendiri.


"Emang mau ngapain..??", ucap Sam.


"Udahhh, puter balik aja", ucap Gea ngotot.


Sam pun menuruti permintaan Gea.


Saat mereka semakin dekat dengan Mawar dan Mbak Lastri, Gea memberi instruksi lagi pada Sam.


"Tabrak Sam..!!, percepat mobilnya..!!", ucap Gea


bersemangat dengan rencananya.


"Apa..!!, gila kamu ya", ucap Sam tak mengerti maksud Gea.


"Udah senggol dikit aja kenapa sih, gpp, udah cepetan..!!", ucap Gea terus ngotot.


Sam entah kenapa langsung setuju mengikuti perintah Gea.


Brukkkk...


"Ibukkkkk...!!", teriak Gea melihat ibunya terserempet mobil dan jatuh tersungkur.


Gea tersenyum melihat pemandangan itu.

__ADS_1


Walaupun hanya mbak Lastri saja yang kena, karna saat itu posisi mbak Lastri lebih dekat dengan jalan raya.


"Astagfirullah", ucap mbak Lastri lirih menahan sakit lalu pingsan.


Mawar pun mendekap ibunya, memeriksa keadaannya.


"Kaki ibuk berdarah, tahan ya buk kita ke rumah sakit", ucap Mawar sambil menangis.


"Yuk ah kabur", ucap Sam ingin memacu mobilnya, tapi di hentikan oleh Gea.


"Tunggu Sam, ada yang mau aku sampai,in ke Mawar", ucap Gea turun dari mobil mendekati Mawar yang sedang kebingungan dengan kondisi ibunya.


Sam clingukan memandang ke sekitar.


Bisa mampus gue di hajar warga kalau mereka tau, gumam Sam dalam hati.


"Hay Mawar, hai mbak Lastri, upps mungkin lebih cocok aku panggil nenek kali ya", ucap Gea terkekeh di hadapan Mawar.


Mawar memandang ke arah Gea.


Ia mengenalinya dengan sangat jelas.


"Mbak Gea..??, ngapain mbak ganggu kami..??", ucap Mawar masih menahan emosinya.


"Ngapain juga aku ganggu kamu, kamu aja yang halangin jalanku, makanya aku tabrak sekalian", ucap Gea berkacak pinggang.


Mawar muak meladeni Gea, ia lebih memilih diam dan menyadarkan ibunya.


"Buk, bangun buk...!!", ucap Mawar menangis histeris.


Merasa tak di anggap Gea pun Marah.


"Aku lagi ngomong sama kamu...!!.


Lagian Udah lah tinggal aja nenek tua ini di sini, toh gak guna", ucap Gea dengan senyum sinisnya.


"Jaga ya ucapan Mbak, apa aku harus teriak..??, di sini itu bukan rumah mami mbak, yang mbak bisa seenaknya sama aku dan ibuk", ucap Mawar marah.


"Lancang kamu ya..!", ucap Gea ingin menampar Mawar, tapi tiba tiba dihentikan dengan suara Sam.


"Gea ayo masuk ada mobil dateng tuh", ucap Sam ketakutan.


Gea pun tak jadi menampar Mawar, ia lalu masuk mobil mengikuti saran Sam.


"Inget ya Mawar, akan aku kasih tau sama mami kalau kamu masih hidup", ucap Gea berlalu dengan mobilnya.


Mawar tak memperdulikan ancaman Gea.


Ia kembali memandangi ibunya yang pingsan.


"Ya Allah buk bangunnn..!!, ini Mawar buk", ucap Mawar mencoba menepuk pipi ibunya agar kembali siuman.


"Ya Allah jaga ibuku, aku belum sempat membahagiakannya, tolong ibuku Ya Allah", ucap Mawar sambil menangis dan berteriak meminta tolong.


Tiba tiba sebuah mobil menepi dan menolong mereka.

__ADS_1


Seorang lelaki muda yang dengan sigap membopong mbak Lastri masuk mobilnya.


Siapakah dia..??, mungkinkah malaikat pelindung untuk Mawar..??.


__ADS_2