
"Cepat!," beri jalan!," seru seseorang tengah mencoba membuka jalan untuk para damkar agar bisa mendekati kobaran api yang ada dan berharap bisa cepat memadamkan nya sebelum ada korban jiwa dari kebakaran itu.
Mereka nampak cekatan dengan di bantu seluruh warga yang ada.
Sementara Tuan Danu begitu amat bahagia melihat semua itu dari dalam mobil nya.
"Kini kemana kau akan lari dari ku Fatimah?, rumah dan suami yang kau bangga banggakan itu kini sudah musnah di tangan ku!," seru tuan Danu dengan puas nya terus menatap kobaran api yang masih saja berusaha di padamkan oleh semua orang.
Namun aneh nya, ia tak melihat sang sopir serta Rea dimana pun juga.
"Di mana mereka?, apa mereka bersembunyi?, bagus!, setidak nya mereka tahu harus berbuat apa untuk terhindar dari kecurigaan warga," ucap tuan Danu begitu tak sabar menantikan rumah besar di hadapan nya ambruk dan musnah menjadi debu bersama Bos besar di dalam nya.
Sesaat, pandangan nya tiba tiba teralihkan dengan datang nya sebuah mobil yang bertuliskan rumah singgah Ummar.
Kekasih ku datang, batin tuan Danu begitu tak sabar untuk menatap sang kekasih yang akan turun dari mobil nya.
__ADS_1
Namun nampak nya yang ia tunggu tunggu tak kunjung terlihat.
Hanya ada anak anak panti serta Aqly yang turun dari mobil dan langsung menangis melihat rumah mereka terbakar begitu hebat nya.
"Kak Ummar!," teriak histeris anak anak secara bersamaan.
Membuat tuan Danu sekali lagi kembali tertawa puas di buat nya.
"Kak Fatimah!," teriak kembali anak anak sambil menangis begitu kencang nya.
Membuat senyum tuan Danu sedikit memudar.
Namun kecemasan nya kembali menguat saat melihat sebuah mobil kembali datang, bahkan bagi tuan Danu, ia sudah begitu paham dengan siapa pemilik mobil itu.
"Malik?," ucap tuan Danu semakin penasaran di buat nya.
__ADS_1
"Fatimah!, anak ku!, masyaallah nak, keluar nak," seru Mawar langsung histeris begitu ia turun dari mobil nya.
Jika bukan karna para warga mencekal niat gila nya yang ingin menerobos kobaran api, mungkin Mawar juga sudah melesat cepat masuk ke dalam rumah dan mencari sendiri keberadaan sang putri.
"Apa apa an ini?," seru tuan Danu sembari clingukan mencari keberadaan Rea dan sang sopir hanya untuk mengklarifikasi.
Namun nihil, Rea bahkan sang sopir tak terlihat di manapun juga saat itu.
"Jangan!, tolong jangan lagi!, aku sudah kehilangan mami dalam kebakaran itu, aku juga sudah kehilangan ibu karna hal yang sama, kini tolong lindungi lah putri ku," ucap Mawar tak henti henti berdoa walaupun dalam kondisi yang telah syok berat dan sudah nampak begitu lemas nya hingga Mawar hanya bisa terduduk menyaksikan api yang semakin membesar.
Mendengar samar doa dari Mawar, tuan Danu langsung syok hingga tak bergeming dari tempat duduk nya.
"Fatimah ku?, tidak!, ini tidak mungkin?, batin tuan Danu merasa begitu di permainkan oleh Rea serta sopir pribadi nya sendiri.
Dengan cepat nya ia langsung bergegas turun dari mobil nya dan langsung menerobos kerumunan yang ada.
__ADS_1
"Di mana Fatimah!," sentak tuan Danu langsung menerkam leher Aqly berharap Aqly bisa membenarkan bahwa kecemasan nya itu tidak lah benar.
"Kenapa kau ada di sini hah!," sentak kakek Bram kembali naik pitan di tengah tengah situasi genting itu saat melihat kemunculan tuan Danu yang tiba tiba sudah berada di samping nya.