Salahkah Aku, Jika Mendambakan Surga..??

Salahkah Aku, Jika Mendambakan Surga..??
Karma dunia


__ADS_3

Di depan makan papa nya, Rahel menangis dengan memeluk batu nisan yang bertuliskan nama orang yang paling berharga di hidupnya.


Pelayat sudah mulai pergi meninggalkan area makan, kecuali Rahel.


"Maafin Rahel pa, Rahel terlambat mengerti kesulitan Papa", seru Rahel menangis, merebahkan kepalanya di pusaran ayahnya.


Rahel sejenak memikirkan mamanya yang tega meninggalkan suaminya sendiri yang sedang sekarat dan meninggalkan anak kandungnya.


"Aku akan cari mama sampai kemana pun itu..!!, aku janji ma, aku akan buat perhitungan dengan mama, tapi sebelum itu, aku akan balas dendam dulu pada Mawar dan yang lainnya, termasuk Burhan, merekalah yang harus bertanggung jawab dengan semua ini", seru Rahel mengusap air matanya dan mencoba bangkit dari keterpurukannya.


Rahel memasuki mobil, ia pandang sekali lagi makan papanya.


"Dendammu akan aku balaskan pa", ucap Rahel masuk ke mobil dan bergegas untuk pulang.


"Ada apa ini pak..??", seru Rahel segera turun dari mobil, ia terkejut barang barangnya telah berada di luar rumah.


"Maaf mbak, kami dari pihak bank akan menyita semua aset milik pak Yahya, termasuk rumah ini", ucap seorang lelaki kekar yang mendatangi rumahnya..


"Gak bisa pak, ini rumah saya..!!", teriak Rahel tak terima.


"Maaf mbak, mbak bisa baca sendiri surat perintahnya, semua ini disita untuk membayar pinjaman yang pak Yahya buat dan juga untuk menutupi kerugian dari pihak perusahaan", ucap lelaki itu menjelaskan.


"Gak bisa pak, jangan...!!", seru Rahel mulai histeris dan mencoba memaksa masuk ke rumahnya secara paksa.

__ADS_1


"Maaf mbak..!!, jangan sampai saya dan anak buah saya memaksa mbak untuk pergi dari sini..??", seru lelaki itu menyeret Rahel menjauh dari rumah itu.


"Arkkkhh..!!", teriak Rahel masuk ke dalam mobilnya lalu bergegas melajukan mobilnya secepat mungkin jauh dari sana.


"Kurang aj*r...!!, kenapa semua jadi begini...??, hancur sudahh..!!", seru Rahel kesal dan memukuli setir kemudi di depannya.


"Awas kamu Burhan...!!, sekarang kamu boleh tersenyum, tapi nanti ...!, kamu akan kulenyapkan..!!", seru Rahel dengan wajah yang merah padam.


Beberapa saat kemudian.


Saat Rahel melewati sebuah persimpangan jalan.


Ia tak sengaja melihat orang orang sedang berkerumun di jalan.


Tinn...!!, tin..!!.


Karna penasaran ia pun turun dan menyibak kerumunan.


"Ada apa sih buk..??", seru Rahel memandangi seorang wanita yang berjoget joget di depannya.


"Itu mbak ada orang gila.., katanya sih jalan ini rumahnya, jadi dia gak mau pindah dari sini", ucap salah seorang warga.


"Kan jadinya ganggu yang lewat dong..!!", ketus Rahel kesal.

__ADS_1


"Pak rt udah hubungi rumah sakit jiwa kok mbak, mereka bakal datang sebentar lagi", ucap seorang warga lainnya.


Rahel memandangi wanita gila yang berjoget di depannya, sayangnya ia tak bisa melihat wajahnya.


"Emang kenapa sih dia bisa gila gitu..??", seru Rahel penasaran.


"Denger denger sih, dia baru baru aja kena jambret mbak, semua perhiasannya hilang di jambret, sejak itu dia pamerin barang barang plastik sebagai emas berliannya, kasian banget deh pokoknya", ucap seorang lelaki yang merupakan salah satu warga di sana.


Rahel yang tak tertarik lagi dengan cerita orang gila itu memutuskan melanjutkan perjalanannya.


Sesaat setelah ia melajukan mobilnya dan pergi dari sana.


Wanita itu menampakkan mukanya yang tertutup rambut panjangnya.


"Buk...!, bagus kan ya perhiasan saya, ini yang beliin suami saya lhoo...pebisnis terkenal Yahya....!!, dan ini baju pembelian anak saya Rahel, dia gadis tercantik di kota ini", seru wanita gila itu yang ternyata adalah bu Dara.


Karna kerasnya hidup di jalanan, dan kejahatan yang banyak terjadi di jalan.


Bu Dara menjadi salah satu korban penjambretan yang membuatnya kehilangan semua hartanya dan membuatnya menjadi gila.


Tiba tiba raut wajah bahagia itu menjadi sedih kembali.


"Sayang..!!, suami saya udah ninggalin saya buk.., ia kejang kejang lalu kekkkkk..!!, mati..!!, huhuhhhhuhu", seru bu Dara kembali tertawa terbahak bahak.

__ADS_1


"Kasian banget yah tuh orang, karma kali ya ninggalin suaminya sendiri, ihhh, aku jadi ngeri", ucap seorang warga berlalu meninggalkan bu Dara terus dengan ocehannya.


Lalu hari itu juga, ia dibawa oleh pihak rumah sakit jiwa untuk di amankan, agar ketentraman warga tak terganggu.


__ADS_2