Salahkah Aku, Jika Mendambakan Surga..??

Salahkah Aku, Jika Mendambakan Surga..??
Dia milik ku!


__ADS_3

Seruan Bos besar langsung membuat semua yang ada di sana terdiam menatap nya.


Sementara Fatimah, ia nampak di buat lemas seketika.


Seruan itu seakan membenarkan suatu hal yang membuat Fatimah langsung syok.


"Maaf pak, dia adalah buronan, setelah kami meringkus nya kami meminta kesediaan anda untuk menjelaskan kronologi kecelakaan yang menimpa anda, mohon kerjasama nya," ucap kepala polisi langsung mendapat tatapan dingin dari Bos besar saat itu.


"Ku bilang lepaskan!, apa kau tuli!," sentak Bos besar membuat nyali kedua polisi itu sedikit menciut.


Sentakan itu juga langsung membuat Mira langsung ketakutan.


Rasa takut yang pernah menyelimuti diri nya bertahun tahun lama nya kini entah kenapa kembali ia rasakan lagi.


"Apa kau sudah melupakan pengaruh ku dalam kantor mu itu?," sambung Bos besar membuat Fatimah seketika terduduk lemas di sofa ruangan itu.

__ADS_1


Tatapan nya kosong, hingga membuat Mira dan Tia begitu kebingungan dalam situasi saat itu.


"A- aku tidak bersalah," ucap Rea sembari terus menatap borgol yang kini telah menjerat kedua tangan nya.


"Tapi pak Ummar....," sahut kepala polisi langsung di pukul dengan besi penyangga infus hingga berdarah.


"Siapa itu Ummar?, aku adalah Bos besar yang dalam sekali jentikan jari bisa melengserkan kalian dari jabatan ini, apa kalian mengerti!," sentak Bos besar langsung membuat mereka semua terdiam bak patung.


"B- bos?," ucap Rea begitu berharap apa yang ia dengar itu bukan lah sebuah lelucon.


Sementara Mira semakin tak bisa berfikir saat melihat raut wajah Fatimah yang hanya diam tanpa ekspresi sedikitpun.


"Apapun kesalahan nya, dia tidak akan ikut dengan kalian, lupakan semua masalah dan laporan yang kalian pernah terima tentang nya, hapus semua nya!, kalian mengerti!," perintah Bos besar hanya di jawab sebuah anggukan ketakutan dari kedua polisi dihadapan nya.


"Tunggu apa lagi, cepat pergi dari sini!," teriak Bos besar seketika membuat kedua polisi itu berlari tunggang langgang keluar dari ruangan itu.

__ADS_1


"Fatimah?," ucap Mira menuntut sebuah penjelasan dari sikap diam Fatimah di situasi yang menegangkan itu.


"Mira!, cepat kau tolong dan tenangkan Rea!," seru Bos besar langsung membuat Mira gemetar.


"Dan setelah ini, aku minta kau jelaskan semua nya tanpa terkecuali pada ku, dan siapa yang harus bertanggung jawab dengan semua ini," ucap Bos besar sembari menatap tajam ke arah Fatimah yang tak bergeming sedikitpun dari tempat duduk nya.


Apa semua ini mimpi?, batin Rea begitu tak percaya dengan apa yang telah ia lihat.


"Bos, apakah ini benar kau?," ucap Rea dengan tatapan penuh harap hingga membuat Bos besar begitu keheranan di buat nya.


"Kau pikir aku hantu, hah!, hanya sebuah kecelakaan saja tidak akan bisa membuat ku lenyap dari dunia ini," sahut Bos besar langsung berubah selayak nya tabiat nya yang dahulu.


"Dan apa ini?, kenapa penampilan kalian jadi menjijikkan macam dia!," seru Bos besar membuat Rea langsung mendapatkan kesempatan nya kembali untuk membalikkan keadaan.


"Nanti akan aku ceritakan semua nya bos, percayalah penampilan seperti ini bukan lah kemauan ku, kami di paksa Bos," seru Rea sembari menatap ke arah Fatimah.

__ADS_1


"Tolong jaga bicara mu mbak," sela Tia begitu tak terima dengan ucapan mereka yang seakan sedang memojokkan Fatimah.


"Siapa kau?, jika kau tak tahu apa apa, ku sarankan kau diam!," ucap Bos besar dengan tatapan tajam dan mengerikan, tatapan yang langsung membuat Tia bungkam saat itu juga.


__ADS_2