Salahkah Aku, Jika Mendambakan Surga..??

Salahkah Aku, Jika Mendambakan Surga..??
Masa lalu yang terulang 2.


__ADS_3

"Tenang ya sayang, kakak akan terus lindungi kalian," ucap Fatimah mencoba menenangkan ketiga anak asuh nya, walaupun sebenar nya batin nya juga takut akan keselamatan para anak asuh nya serta nyawa suami nya.


Masyaallah, api sudah menyebar ke seluruh rumah, aku harus bagaimana?, batin Fatimah sembari mencoba menarik selimut dan dengan cepat ia langsung membawa nya ke dalam kamar mandi.


Sementara Bos besar terus berusaha menggerakkan tubuh nya agar bisa menyelamatkan istri dan ketiga anak asuh nya itu.


"Kak Ummar, apa kakak akan terus diam dan tak berbuat apa apa?," ucap seorang anak sembari menatap Bos besar dengan penuh kekecewaan.


Ketiga nya mulai kembali menangis saat kobaran api semakin mendekat ke arah mereka.


"Ayo semua!, berlindung ke dalam selimut!," seru Fatimah sembari menutupi semua anak dengan selimut yang telah ia guyur dengan air.


"Mas," ucap Fatimah seketika kembali bimbang dan tak tahu harus berbuat apa lagi.


Bagaimana aku akan membawa anak anak serta suami ku keluar dari sini secara bersamaan?, batin Fatimah tak sedikitpun memikirkan keselamatan nya sendiri.


"Maaf mas," ucap Fatimah sembari bergegas menerobos api demi mencari jalan keluar bagi ketiga anak asuh nya tanpa menoleh sedikitpun kearah Bos besar yang sengaja ia tinggal jauh di belakang.


----##---##--


"Kalian harus selamat, harus!," ucap Fatimah terus bertahan dari terpaan panas api yang berkobar di sekitar nya.


Hingga akhir nya, Fatimah berhasil membuka jalan keluar bagi anak anak asuh nya dengan memecahkan jendela depan rumah mereka.


Semua orang segera berbondong bondong menyelamatkan mereka.

__ADS_1


Dengan kondisi yang mulai lemas karna terlalu banyak menghirup asap.


Ketiga anak Fatimah segera di larikan ke rumah sakit dengan bantuan para medis yang telah tiba di lokasi kejadian.


"To- tolong anak anak saya," ucap Fatimah sembari mencoba mengatur nafas nya yang nampak begitu terengah engah.


"Mereka akan baik baik saja, sekarang mari saya bantu ibu terlebih dulu," ucap seorang tenaga medis mencoba memberikan pertolongan pertama kepada Fatimah.


Namun belum sempat tenaga medis membawa Fatimah menjauh dari kobaran api.


Nampak tanpa mereka sadari, mereka telah kehilangan Fatimah lagi.


"Apa wanita itu waras?," keluh seorang tenaga medis saat melihat para warga kembali berteriak saat melihat Fatimah mencoba masuk kembali ke dalam rumah nya yang terbakar.


Akhir nya, inilah akhir dari semua nya, bahkan Fatimah pun kini meninggalkan ku. Jujur aku tak marah dengan keputusan mu hari ini Fatimah, nyawa mu dan nyawa anak anak memang lebih penting dari nyawa pria lumpuh seperti ku, batin Bos besar dengan begitu pasrah nya.


"Mas!,"


"Mas!,"


"Uhuk!,"


"Uhukk!,"


Tak lama kemudian, sebuah suara begitu mengejutkan nya dan membuyarkan lamunan nya dengan segera.

__ADS_1


Fatimah!, batin Bos besar antara bahagia dan cemas dengan kenekatan Fatimah saat itu.


"Uhuk!,"


"Uhuk!,"


"Maaf Mas, aku membuat mu menunggu lama," ucap Fatimah segera bergegas mendorong kursi roda sang suami agar bisa keluar dari rumah itu walaupun diri nya sendiri begitu terlihat sulit untuk bernafas.


Kenapa kau kembali Fatimah?, harus nya kau sudah selamat sekarang, batin Bos besar sembari berderai air mata.


"Aku tidak akan meninggalkan mu, tak akan," ucap Fatimah kembali membuat Bos besar semakin merasa bersalah kepada nya saat itu.


Begitu jelas terlihat pengorbanan Fatimah saat itu untuk nya.


Bahkan nyawa nya sendiri ia kesampingkan demi menyelamatkan suami nya yang cacat.


"Awas mas!," seru Fatimah dengan reflek nya.


Hingga membuat Bos besar begitu terkejut saat itu.


Fatimah?, batin Bos besar begitu heran saat diri nya tiba tiba di dorong menjauh oleh Fatimah.


Kekhawatiran Bos besar semakin memuncak saat ia mendengar rintihan suara Fatimah beberapa saat kemudian


"Fa, Fa," ucap Bos besar dengan sekuat tenaga nya mencoba menggerakkan anggota tubuh nya sehingga ia bisa berbalik badan dan melihat apa yang tengah terjadi pada sang istri.

__ADS_1


__ADS_2