Salahkah Aku, Jika Mendambakan Surga..??

Salahkah Aku, Jika Mendambakan Surga..??
Maafkan ayahmu ini....!!


__ADS_3

"Wah..!!, gak nyangka ya, kesannya malah kayak pembunuhan massal", ucap seorang karyawan yang tengah menonton siaran berita di tv mengenai insiden kebakaran hebat yang terjadi di rumah Bordil.


"Iyaa ya, denger denger sih awalnya penculikan, trus jadi aksi bunuh diri", ucap Seorang karyawan lain(Riko).


"Yang bunuh diri itu siapa sih..??, bunuh diri kok nyeret seisi rumah ikutan mati", ucap Karyawan yang penasaran(Setyo).


"Kamu tuh ya..!!, mangkanya jangan di ketek istri mulu, sekali kali lah kumpul kumpul mah kita", ucap Riko.


"Abisnya kalian semua kalau nongkrong di tempat gituan, ogah lah...!!, bisa dipecat nyong ama binik", seru Setyo membela dirinya.


"Ya jadinya kayak kamu tuh..!!, gak kenal dunia luar", seru Riko tertawa.


Brukkkkkk....


"Ini jam kerja..!!, sana balik ke ruangan..!", seru Bram menggebrak meja membuat Riko dan Setyo ketakutan dan kembali ke ruang kerja mereka.


"I, i, iya pak", seru Riko tergagap gagap.


Saat Bram ingin berjalan kembali keruangannya, langkahnya terhenti ketika ia mendengar berita yang tersiar di tv.


"Itu kan ...??, alamat rumah Bordil Geyna..!!", seru Bram langsung memperbesar volume tv di depannya.


Ia terkejut dengan berita yang tengah ia tonton.


"Apa...??, rumah itu sudah terbakar..??, semua penghuninya meninggal..??", seru Bram menambah lagi volume tv di depannya.


Betapa terkejutnya ia, bahwa dalang pembakaran rumah beserta penghuninya itu ialah Geyna yang selama ini ia cari cari.


"Geyna...?, kok bisa ia bakar rumahnya sendiri..!!", seru Bram heran.


Bram pun terduduk di sofa terus menyimak berita yang sedang viral di tv itu.


"Gobl*k...!!", teriak Bram membuat para karyawan di kantor yang sedang lalu lalang berlari terbirit birit.


"Kalau saja aku menuruti Gea waktu itu, mungkin aku sudah tau di mana putriku sekarang..!!, dengan sok pintar aku malah meremehkannya dan akhirnya aku kehilangan satu satunya orang yang bisa memberitahuku di mana anakku berada sekarang, Geyna pun sudah mati, arkkkkhhh..!!", seru Bram emosi dengan dirinya sendiri.


Tiba tiba muncul wawancara Mawar setelah berita insiden itu usai ditayangkan.


Bram kembali fokus menyimak apa yang diberitakan di tv.


"Kenapa wanita sial*n itu ikut di wawancarai tentang insiden itu..??", seru Bram keheranan.


"Mami saya bernama Geyna seorang mantan kupu kupu malam , dan itu artinya saya ini adalah anak seorang mantan kupu kupu malam, tapi apakah kalian tau..??, saya bangga menjadi anaknya, seorang ibu yang berani mengorbankan nyawanya hingga jasadnya pun menjadi abu demi menyelamatkan anaknya, jadi untuk kedepannya, saya tak mau mami saya disebut lagu sebagai seorang kupu kupu malam".


Mendengar ucapan Mawar di wawancara itu seakan Bram tertusuk tepat di jantungnya.

__ADS_1


Jantungnya seakan berhenti berdetak seketika.


Ia tak pernah menyangka, anak yang selama ini ia cari ternyata tepat di depannya.


"Gak mungkin..!, ini gak mungkin..!!", ucap Bram lemas seketika.


Tubuh dan pikirannya seakan telah terkena sengatan listrik yang bertegangan tinggi.


Akalnya sudah tak bisa memikirkan bagaimana ia akan menghadapi anaknya itu yang tak lain adalah Mawar.


Tiba tiba ia jatuh tersungkur ke lantai dan pingsan.


"Astagfirullah..!!, pak Bram..!!", teriak pegawai resepsionis di kantornya.


"Ya Allah..!!, pak Bram kenapa mbak.??", seru Seorang karyawan membuat semua karyawan lain berlarian melihat apa yang tengah terjadi.


"Tolong..!!, angkat ke atas Sofa..!!", seru pegawai resepsionis itu pada beberapa karyawan.


Segera 4 karyawan membantu mengangkat tubuh Bram dan membaringkannya di atas sofa.


"Udah udah..!!, kalian kembali kerja sana...!!, bentar lagi kalau pak Bram bangun dia marah marah lagi ke kita", seru Pegawai resepsionis itu mengoleskan minyak angin di bawah hidung Bram.


"Ya udah yuk", seru Seorang karyawan membubarkan kerumunan yang ada.


Beberapa saat kemudian.


"Mawar..!!", teriak Bram mengagetkan pegawainya itu.


"Tenang pak...!!, saya Dita", ucap Pegawai resepsionis itu.


Bram langsung beranjak dari sofa dan berlari menuju mobilnya, tanpa menghiraukan pegawainya yang khawatir.


"Gimana sih pak..!!", seru pegawai itu cemberut dan kembali ke tempatnya bekerja.


Bram yang terus menerus memikirkan Mawar, segera masuk ke mobilnya dan melajukannya secepat mungkin.


"Bagaimana aku bisa sekejam itu pada anakku sendiri..!!", seru Bram dengan mata berkaca kaca mengingat semua cacian dan hinaan yang telah ia lontarkan pada Mawar.


"Seakan aku mengolok ngolok diriku sendiri..!!, maafkan ayahmu ini Mawar..!!", seru Bram terus mengemudikan mobilnya secara tak terkontrol lagi.


Ia begitu terbawa perasaan hingga ia melajukan mobilnya dengan cepat, secepat yang ia bisa.


Tinnn...tinnn..!!!


"Minggir..!!, minggir kalian..!!", seru Bram berteriak teriak kepada pengendara lain di sepanjang jalan agar memberinya jalan.

__ADS_1


"Tunggu ayahmu ini nak..!!, jika perlu aku akan bersujud di kakimu agar kamu mau memaafkanku dan memanggilku ayah sekali saja", ucap Bram mengusap air matanya yang tak bisa dibendung lagi.


Tiba tiba seorang lelaki berdiri di sebrang jalan dan melambai lambaikan tangan seolah memberi peringatan kepada Bram.


Tetapi Bram malah tak sedikitpun menghiraukannya dan semakin cepat melajukan mobilnya.


Difikirannya hanya ia ingin segera memeluk anak kandungnya itu.


"Woy...!!!, gila kali orang itu ya..!!, udah di kasih peringatan juga..!!", seru lelaki disebrang jalan.


Brukkkk....


"Arkkkkhhhh....!!!", teriak Bram membanting stir menghindari pohon yang tiba tiba tumbang di tepi jalan.


Saat ia berhasil menghindari pohon itu, mobilnya sudah berputar tak terkendali dan akhirnya berguling dan menabrak beton jalan dengan kencangnya.


"Astagfirullah..!!, woy ada kecelakaan woy..!!", teriak seorang pekerja yang memang sedang menebang pohon di jalan itu.


"Kok bisa sih..!!, emang gak ada yang peringatin ya kalau ada proses tebang pohon..??", seru pekerja yang lain.


"Udahh bos..!!,, udah aku pringatin tapi dianya malah tambah kecepatan", seru seorang lelaki yang berlari dari tempatnya memperingatkan Bram sebelum kejadian.


"Yukk tolongin yuk..!!", seru para pekerja berlari bersamaan dengan warga sekitar yang mendengar suara hantaman mobil milik Bram.


"Ya Allah..!!, selamat gak tuh..??", seru seorang warga mengintip dari jendela mobil dan bergegas mencongkel pintu mobil untuk mengeluarkan Bram yang sudah berlumuran darah dan tak sadarkan diri.


"Mati kali ya..??", seru salah satu warga yang tengah ikut melihat.


"Mas..!!, panggilin ambulan dong..!!, tolongin..!!", seru salah seorang warga yang sedang membopong Bram keluar dari mobilnya.


Selang beberapa menit Ambulan telah datang dan bergegas menandu Bram lalu membawanya ke rumah sakit.


"Ya Allah, selamat gak ya tuh orang??", seru salah seorang warga.


"Tau ah, ngeri deh..!!, darahnya banyak banget..!!, yuk ah pergi yuk", seru seorang wanita yang ikut menyaksikan proses penyelamatan Bram.


__#__#___


Hay huys.


Mohon tinggalkan like, favorite, vote and hadiahnya ya🤗🤗, biar makin semangat nih nulisnya.


Dan mohon dukungannya untuk karya baruku ya.


berjudul Nur....

__ADS_1


Aku tunggu kedatangannya ya guys☺️


semoga sehat selalu..., 💞


__ADS_2