
Dengan lesu nya Aqly mencoba meregangkan otot tubuh nya yang begitu nampak remuk akhir akhir ini.
"Bos begitu menyusahkan ku sejak ia sakit, aku bekerja bagai kuda di buat nya, sial!," keluh Aqly sembari memijat leher nya sendiri.
Namun gerakan nya mulai berhenti saat melihat Mira melintas tak jauh dari tempat nya berada.
"Aku masih berhutang maaf pada nya," ucap Aqly mencoba memberanikan diri untuk menemui Mira.
Namun tiba tiba langkah nya terhenti, ada perasaan takut untuk mendekati Mira saat itu.
"Ah, tidak!, bagaimana jika dia malah menampar ku atau menghina ku, bisa mati harga diri ku," timpal Aqly mengurungkan niat nya.
Tapi lagi lagi, rasa bersalah itu kembali muncul.
Entah kenapa ia merasa telah keterlaluan kepada orang yang jelas jelas sudah menolong nya dari maut.
"Kenapa aku jadi lemah begini?, siapa dia!, dia bukan siapa siapa!," seru Aqly meyakinkan diri nya sendiri bahwa diri nya tak pantas mengucap kata maaf kepada siapapun.
Bersamaan dengan itu, Mira baru sadar ada Aqly yang tengah memperhatikan nya.
"Kenapa lelaki sombong itu melihat ku?, belum puas dia menghina ku waktu itu?," keluh Mira masih sibuk memetik beberapa bunga di taman.
Namun sebelum Mira memalingkan pandangan nya dari Aqly, ia nampak begitu terkejut dan segera berlari menuju Aqly seperti waktu itu.
"Awas!," seru Mira lagi lagi membuat Aqly terkejut di buat nya.
Tatapan Aqly saat itu begitu terpaku dengan Mira yang dengan cepat menarik tubuh nya lagi seperti waktu itu tanpa ia pahami apa yang kali ini terjadi hingga membuat Mira kembali bereaksi seperti itu.
Dia cantik juga, batin Aqly sesaat terlena menatap Mira.
__ADS_1
"Kenapa kau diam saja!, cepat cari kayu!, atau batu, atau apalah!," sentak Mira membuyarkan lamunan Aqly yang masih sibuk menatap wajah cantik Mira.
"Kayu?," tanya Aqly heran dengan perintah Mira yang di rasa aneh di telinga nya.
"Dasar lambat!," ketus Mira segera mengambil vas kayu di sudut taman dan segera memukul sesuatu secara membabi buta di area semak semak.
"Kau sedang apa?," tanya Aqly kembali.
Ia masih bingung dengan tingkah wanita di hadapan nya.
"Sedang sibuk menolong orang sombong," ketus Mira sembari mengangkat tubuh ular yang berhasil ia bunuh dan melemparkan nya di hadapan Aqly.
Melihat itu, bukan nya marah tak jelas seperti waktu itu, Aqly malah merasa semakin bersalah pada Mira.
Kenapa tak ada makian dari mulut nya?, batin Mira heran.
"Tunggu!," seru Aqly menghentikan langkah kaki Mira.
Dengan malas, Mira kembali menatap Aqly yang memasang wajah bersalah nya saat itu.
"Apa lagi?, kau mau menghina ku karna berani menarik tangan dan tubuh berharga mu itu?," seru Mira namun lagi lagi tak ada jawaban kasar dari mulut Aqly.
"Maaf," ucap Aqly membuat Mira terdiam tak percaya menatap nya.
Ia tak percaya, lelaki bertabiat buruk seperti Aqly bisa mengucapkan kata maaf.
"Apa aku tak salah dengar?," seru Mira masih tak percaya dengan apa yang ia dengar.
"Maaf, sekali lagi aku minta maaf," ucap Aqly berjalan pergi meninggalkan Mira begitu saja.
__ADS_1
Harus nya kata kata itu kau berikan pada kakak dan keluarga mu Aqly, mereka lebih membutuhkan itu dari pada aku, batin Mira kembali memetik bunga bunga pesanan Fatimah tanpa menganggap serius ucapan maaf dari mulut Aqly.
Mungkin itu hanya reflek sesaat dari nya, dan ia akan kembali bertabiat buruk seperti biasa nya esok hari, batin Mira.
-----
Dengan bingung nya, Aqly berjalan cepat menuju kamar nya.
Hingga seruan Rea dan Lely pada nya tak ia dengar sama sekali.
"Aqly!," teriak Rea kesal karna panggilan nya tak di hiraukan oleh Aqly.
"Gak waras!," ketus Lely terus berkutat dengan kuku kuku tangan nya.
Sejak Bos besar pulang ke rumah.
Tak ada satu pun dari para wanita yang merawat bahkan hanya untuk sekedar menanyakan kabar perkembangan kesehatan Bos besar.
Hanya Fatimah dan Mira lah yang bersedia merawat dan memenuhi setiap kebutuhan Bos besar.
Dan mau tak mau, Aqly lah yang harus bertugas mengganti pakaian dan keperluan lain Bos besar yang tak bisa di lakukan oleh Fatimah serta Mira.
"Bodoh kau Aqly!," teriak Aqly sembari membanting pintu kamar nya.
Ia begitu merasa bodoh setelah mengucap kata maaf pada Mira.
Serasa ia mencoba menghancurkan harga diri nya sendiri hari itu.
"Lalu, bagaimana sekarang?, bagaimana aku menghadapi nya?, ah sial!," keluh Aqly terus menerus marah pada diri nya sendiri.
__ADS_1