
Gea sedang asyik merokok di teras depan rumah besar.
Sesekali ia hembuskan asap rokok diudara, seperti kebiasaan wanita malam lainnya.
Bergegas Sonya menghampiri Gea dan duduk di sampingnya.
"Kita mau kemana mbak..??", seru Sonya mengambil rokok di meja.
Pukkkkk....
"Awhhhh........!!", seru Sonya, saat tangannya ditimpuk oleh Gea.
"Rokoknya nanti aja...., lama banget ditungguin juga.!!", ketus Gea menarik tangan Sonya masuk ke dalam mobilnya.
"Buru buru amat sih...!!", ketus Sonya.
Kalau gak gara gara ngincer uang om Bram gak bakal deh aku ikut ikutan rencananya mbak Gea, gumam Sonya dalam hati.
Hari itu mereka berencana menuju ke alamat yang kedua lelaki suruhan Gea itu berikan.
Sudah 2 minggu lamanya Gea menunggu informasi dari orang suruhannya itu.
Dan akhirnya penantiannya membuahkan hasil.
Gea sudah tak sabar ingin memeras Bram lewat anak kandungnya yaitu Mawar.
3 jam berlalu.
Sonya sudah sangat mengantuk dan sesekali kepalanya terbentur kaca mobil.
"Mbak...!!, masih lama gak sih..??, ngantuk nih...!!", seru Sonya sambil menguap.
__ADS_1
"Kalau aku tau, gak bakal aku muter muter dari tadi, gobl*k..!!", ketus Gea menahan emosinya.
"Kok jadi aku yang kena semprot sih...!!, lagian ngapain kita susah susah cari tempat tinggal Mawar..??, tinggal gertak aja om Bram, beres..!!", seru Sonya sok pintar.
"Otakmu tuh makanya dipakek..!!, om Bram tuh bukan lelaki tolol ya, kalau kita cuma gertak dia doang tanpa tau lokasi Mawar saat ini, malah jadi bumerang bagi kita nantinya", seru Gea menepuk jidatnya.
"Truss kalau kita dah nemuin Mawar, kita apain
.??", ucap Sonya.
"Kita awasi dia, kalau om Bram gak mau ngasih yang kita mau, kita sakiti Mawar, jadiin dia sandra", ucap Gea dengan rencana liciknya.
Mbak Gea sadis juga ya.., gpp deh, yang penting aku dapat bagian, gumam Sonya dalam hati.
Tiba tiba Sonya melihat rumah besar di sebrang jalan yang bernomer sama dengan kertas yang diberikan lelaki suruhan Gea waktu itu.
"Mbak.., mbak...!!, berhenti deh...!!", seru Sonya menepuk nepuk bahu Gea.
"Mbak liat deh..., sama kan..??", ucap Sonya menunjukkan kertas alamat yang ada ditangannya.
Gea melihat dengan seksama, kemudian ia tersenyum dan ber tos tangan dengan Sonya.
"Tumben pinter...", ucap Gea membuka kaca mobilnya dan memandang ke arah rumah Mawar.
"Sonya gitu", ucap Sonya dengan percaya dirinya.
Ketemu kamu...., sekarang aku akan kuasai kekayaan ayahmu, makasih ya Mawar, gumam Gea dalam hati saat melihat Mawar yang sedang asyik menimang nimang Fatimah di teras depan rumahnya.
Sonya bergegas membuka pintu mobil dan tiba tiba dihentikan oleh Gea.
"Eh mau ngapain...??", seru Gea menarik kembali pintu mobil yang telah terbuka.
__ADS_1
"Trus kita ngapain dimobil aja mbak...??", ucap Sonya.
"Trus....!!, kamu mau minta minum sama makanan gitu sama Mawar...??", ucap Gea kesal.
"Ya gak juga sih mbak...", ucap Sonya cemberut.
"Ya udah..!!, yukk pulang", ucap Gea menghidupkan kembali mobilnya.
"3 jam muter muter, udah sampai pulang...!!", ucap Sonya menyandarkan kepalanya di kursi mobil.
"Kita kesini kan cuma mastiin umpan kita beneran di alamat itu gak..., selebihnya kita gunain di waktu yang tepat", ucap Gea mengemudikan mobilnya.
"Ya deh mbak, aku ikut aja, nanti kalau waktu jatah bagianku jangan lupa ya", ucap Sonya memejamkan matanya.
"Ehhh enak aja...!!", seru Gea melototi Sonya dan tiba tiba menghentikan mobilnya secara mendadak.
"Astaga...!!, apa lagi sih mbak..!!, tadi berangkat aku gak boleh tidur, sekarang pulang pun gak boleh tidur juga...!!", ucap Sonya.
"Turunnn...!!, kamu nyetir..", seru Gea turun dari mobil dan bertukar tempat duduk dengan Sonya.
Sonya hanya menggerutu menuruti perintah dari Gea.
Ia langsung melajukan mobilnya menuju ke rumah bordil.
Ia sesekali menguap dan melihat ke arah Gea yang tertidur pulas disamping kursi kemudi.
"Enaknya jadi nyonya...", ucap Sonya.
"Aku denger lhooo ya", ucap Gea memperbaiki posisi tidurnya.
Sonya pun kaget dan langsung tak berbicara sampai mereka tiba dihalaman rumah mereka.
__ADS_1