Salahkah Aku, Jika Mendambakan Surga..??

Salahkah Aku, Jika Mendambakan Surga..??
Istri Bayangan


__ADS_3

Saat ia berhasil mempermainkan Bram akan informasi yang ia ketahui tentang Mawar.


Ia sangat tak sabar menunggu nominal rekeningnya bertambah sesuai janji Bram.


"1.5 M.....!!, wowww", ucap Gea sambil menyembulkan asap rokoknya ke udara.


Ia sedang bersantai di serambi belakang menikmati langkah pertamanya yang ia rasa sangat brilian itu.


"Mbak...!!, apanya yang 1.5 M..??", seru Sonya salah satu anak asuh rumah bordil Gea.


"Apaan sih..!!, ngagetin aja...!!", ucap Gea kaget dengan kehadiran Sonya.


"Owhh gitu.., aku kasih tau semuanya ya, biar semua tau", ucap Sonya menggertak Gea.


"Ehhh..!!, diem dong", ucap Gea menarik tangan Sonya agar duduk di dekatnya lagi.


"Makanya crita dong", ketus Sonya.


"Aku lagi punya kerjasama sama om Bram, imbalan pertamanya sih aku minta 500 juta, ehh malah ia janjiin aku 3 kali lipat, kan sesuatu banget dong..!!", ucap Gea sambil tersenyum membayangkan uang yang akan ia terima.


"Wah kok bisa sih mbak..??", ucap Sonya kagum dengan Gea yang bisa meraup uang sebanyak itu dari seorang lelaki.


"Tapi masalahnya, dah 3 hari ini uangnya belum masuk ke rekening", ucap Gea agak kecewa.


"Kok sampek 3 hari sih mbak..??", ucap Sonya.


"Tau ...!!", ucap Gea menghisap kembali rokoknya.


"Kita samperin aja mbak, aku temenin, takutnya dia kabur lagi", ucap Sonya memberi usul.


"Bener juga kamu, awas aja kalau dia sampai kabur dari janjinya", ucap Gea berkacak pinggang.


"Tapi mbak tau kan alamatnya..??", seru Sonya memastikan.


"Enggak", ucap Gea berubah lesu.


"Yahhh, gimana sih mbak..!!", ucap Sonya.


"Ya itu kan pelanggan mami, masak aku tau dia tinggal dimana..??, emang aku sopirnya apa..!!", ketus Gea.


"Ya kali mbak", ucap Sonya sedikit kecewa karna Gea tak memiliki informasi dari sasarannya itu, yang membuat kesempatannya dapat bagian pun terancam hilang.


"Ehhh tunggu..!!, mami pernah simpan kartu namanya", seru Gea bergegas menuju ke kamar lama Geyna yang sekarang menjadi kamarnya.


Sonya mengikuti Gea yang bergegas masuk kekamarnya dan mengacak ngacak semua yang ada.


"Mbak yakin...??", ucap Sonya bingung melihat tingkah Gea didepannya.


"Ngomong mulu...!!, bantuin dong..!!", seru Gea melotot ke arah Sonya.


"Iyaaa..!!, iyaa..!!", ketus Sonya menuruti perintah Gea.

__ADS_1


Setelah semua bagian kamar di buat berantakan, akhirnya mereka menemukan kartu nama itu di bawah kasur lama Geyna.


"Akhirnya....", seru Gea kegirangan dan menarik tangan Sonya menuju mobilnya, Gea melajukan mobilnya dengan kencangnya.


"Woles mbak...!!", ucap Sonya sambil berpegangan erat di sisi mobil.


"Katamu tadi suruh gerak cepat..!!, gimana sih...!!, plinplan..!!", seru Gea melajukan mobilnya semakin cepat.


"Ya kalau kita nambrak, malah ilang tuh duit mbak, gak bakal duit tu ikut kita ke neraka", ketus Sonya masih berpegangan dengan eratnya.


"Neraka neraka..!!, kamu aja nyala kompor gak pernah liat, sok sok.an", ucap Gea membungkam Sonya.


"Terserah...!!", ucap Sonya menutup matanya selama perjalanan mencari rumah Bram.


Setelah 2 jam mencari alamat Bram, akhirnya mereka menemukannya.


"Nahhh itu dia, kediaman rumah Bram Jayawijaya Corp", ucap Gea membaca ukiran di atas Marmer yang terpajang di sisi rumah besar yang berdiri kokoh dihadapannya.


"Yukkk mbak", ucap Sonya segera turun dari mobil.


"Semangat banget sih...!!", ucap Gea turun dari mobilnya.


"Ya iya lah, 1.5 M gitu", ucap Sonya memandang ke arah halaman rumah Bram.


"Pd amat..!!, emang aku bilang mau kasih kamu bagian apa..!!", ketus Gea meninggalkan Sonya yang masih menikmati kemegahan rumah didepannya itu.


"Ehhh tunggu mbak", seru Sonya mengikuti Gea yang sudah hampir sampai di teras rumah Bram.


Seketika pintu di buka oleh seorang lelaki yang tak asing bagi Gea.


"Hallo om", ucap Gea dengan senyum khasnya.


Bram terkejut bukan main melihat Gea berani mencarinya sampai ke rumahnya.


Bram langsung menutup pintu dan menarik tangan Gea menjauh dari pintu depan.


"Ngapain kamu ke sini..??", ucap lirih Bram.


"Kenapa sih om..??, aku kesini cuma mau ambil uangku yang 1.5 M", ucap Gea dengan santainya.


"Gila kamu..!!", ucap Bram menertawakan Gea.


"Om sendiri yang udah janji ya..!!", seru Gea merasa dipermainkan.


"Kamu gak nguntungin apa apa buat ku, kenapa aku harus kasih uang ke kamu..??, stresss..!!", ucap Bram merasa tak berhutang apapun pada Gea.


"Kalau bukan dari mulut aku, om gak bakal tau kalau om punya seorang putri, okeyy..!!, jadi om harus tepati janji om", seru Gea makin emosi.


"Halah..!!, persetan denganmu..!!", seru Bram berpaling dari hadapan Gea, tetapi malah terkejut lagi karna sudah ada Bu Maryam tak begitu jauh di belakangnya.


Hemm, mampus..!!, gumam Gea dalam hati.

__ADS_1


Bu Maryam memandang Bram dengan mata berkaca kaca.


Ia kemudian berpaling memandangi Gea dan Sonya dari atas sampai kebawah.


"Pi...!!, siapa mereka..??", ucap Bu Maryam meminta penjelasan Bram.


"Papi gak kenal", ucap Bram berniat mengajak Istrinya masuk kedalam rumah.


"Om gak kenal aku...??", ucap Gea tersenyum meledek.


"Ayo masuk mi", ucap Bram menarik tangan istrinya, seketika tangannya ditepis oleh Bu Maryam.


"Mami udah denger semuanya ya pi, apa bener kamu punya seorang putri..??", ucap Bu Maryam mencoba tetap tegar.


"Sudahlah mi, jangan dengarkan ucapan pelac*r ini", ucap Bram memandang rendah Gea dan Sonya dengan tatapannya.


"Jaga bicara mu ya om, om gak sadar apa, anak perempuan om lahir dari rahim pelac*r", seru Gea marah.


"Apa pi...??", seru Bu Maryam makin syok mendengar perkataan Gea.


"Tante..., Om itu sudah lama jadi langganan rumah bordil kami, punya anak lagi dari kaum kami, aku kesini cuma mau nagih uangku aja, gak lebih kok", ucap Gea tanpa takut dengan pandangan Bram yang tajam kepadanya.


"Masyaallah pi, berarti papi gak berubah dari dulu, lalu...!!, anak itu...!!, apakah hasil dari hubungan gelap papi sebelum menikah dengan mami..!!, aku dan Malik hanya untuk menutupi aib papi", seru bu Maryam seketika menangis tersedu sedu.


"Akkhhhh..!!, iyaaa memang itu kebiasaan ku sejak aku belum menikah denganmu, memang kenapa..??, kamu gak terima..??, silahkan saja kamu pergi dari sini dengan anakmu itu, toh aku akhirnya akan bertemu dengan anak kandungku, cepat atau lambat ia akan mewarisi semua kekayaanku ini, kamu itu cuma istri bayangan, paham...!!", ucap Bram tak menghiraukan rasa sakit hati istrinya.


Gea terkejut mendengarnya.


Jadi Bram hanya punya satu anak kandung, yaitu Mawar...!!, gumam Gea dalam hati.


"Tega kamu ya pi, habis manis sepah kau buang, Malik itu juga anakmu..!!", seru Bu Maryam makin menjadi jadi.


"Malik itu bukan darah dagingku, aku menerimamu dan anakmu itu hanya untuk formalitas, okeyyy..!!", ucap Bram mendorong Bu Maryam sampai jatuh tersungkur.


"Mbak gimana nih..??, kok jadi gini..??", bisik Sonya pada Gea.


"Kita pulang aja deh yuk, Mbak punya rencana lebih bagus lagi", ucap Gea menarik tangan Sonya meninggalkan rumah Bram.


Bram pun meninggalkan Bu Maryam yang menangis meratapi nasibnya dan nasib Malik anaknya.


Sementara Rahel tercengang tanpa berkutik di balik tembok samping rumah mendengarkan semua percakapan mereka.


"Jadi Malik bukan pewaris kekayaan keluarga Bram..!!, bisa hidup susah aku jika ikut Malik, ", ucap Rahel gelisah.


Bu Maryam pun mencoba kuat untuk Malik.


Ia berjalan tertatih tatih menuju kamarnya.


Ia pandangi kamar yang telah ia tinggali selama 24 tahun lamanya.


"Apakah aku harus pergi, demi harga diriku dan harga diri Malik..??", ucap Bu Maryam memikirkan baik baik apa yang harus ia lakukan kali ini.

__ADS_1


__ADS_2