Salahkah Aku, Jika Mendambakan Surga..??

Salahkah Aku, Jika Mendambakan Surga..??
Rahel


__ADS_3

Seorang gadis cantik berpakaian sexy, rambut terurai panjang, nampak sedang bersiap untuk malam ini.


Drrrrt..drrrrrt...


Ponselnya berdering di sudut meja riasnya.


Gadis itu bergegas meraihnya dengan satu tangan, dan satu tangannya lagi masih sibuk dengan kuas make up yang terus mempoles wajahnya yang cantik.


*Hanny..??, jangan lupa malam ini, okey..!!*


Isi pesan di layar ponsel gadis itu.


Ia pun memasukkan ponsel di tasnya dan bersiap siap untuk berangkat.


Ia pun mengakhiri riasannya dengan memakai lipstik merah merona di bibirnya.


"Muachhhh, Rahel yang cantik, siapa yang bisa menandingi pesonamu...??, kamu yang sexy, kaya, dan punya segalanya, semua lelaki pun ingin memilikimu", ucapnya di depan cermin riasnya.


Ia pun memakai high hill.nya dan segera melangkah keluar dari dalam kamar.


Ia menuruni tangga dengan cantiknya, setiap orang yang melihatnya pasti akan terpesona.


"Hai papa, mama...!!", serunya sembari menuruni anak tangga.


"Hay sayang....", ucap Mamanya sambil meletakkan secangkir kopi di meja untuk suaminya di ruang keluarga.


Rahel pun mendekati mamanya dan mencium pipinya.


"Anak Papa yang cantik mau kemana..??", ucap papanya menutup dokumen yang sedari tadi ia baca.


"Biasa lah pa", ucapnya sambil membenarkan rambutnya yang terurai.


"Emmmm, have fun ya sayang", ucap mamanya memeluk anaknya itu.


"Uang yang kemarin dah habis belum..??", ucap papanya meminum kopi buatan istrinya.


"Ya habis dong pa, nanti tranfer lagi ya, aku tunggu", ucap Rahel dengan manjanya.


"Tentu, uang papa ya buat siapa lagi..??, pebisnis hebat Yahya gitu", ucap papanya sambil tertawa.


Rahel pun mencium papa dan mamanya dan berangkat melajukan mobil sport nya meninggalkan rumah.


Rahel adalah anak satu satunya dari keluarga terpandang, setara dengan keluarga dari Bram Jayawijaya corp.


Mereka merupakan rekan bisnis yang baik, sifat mereka pun sama.


Sombong dan arogan, menilai dirinya yang paling baik dan pemilik derajat tertinggi.


Yahya mendidik anaknya dengan penuh kemanjaan, sehingga Rahel tumbuh dengan sifat yang buruk, arogan, suka minum minuman keras, dan setiap malam selalu pergi ke club malam.


Herannya, sikap dan perilaku Rahel malah di dukung dan di fasilitasi oleh orang tuanya.


Hanya satu yang mereka tidak tau akan kebiasaan Rahel.


Rahel termasuk tipe wanita yang selalu berganti ganti pria, ia juga tak segan merelakan tubuhnya untuk dijamah para kekasihnya.


Sehingga tragedi malam itu pun mereka tidak menyangka akan terjadi dan membuat kehebohan di masa depan.

__ADS_1


"Pa, Rahel kan cantik tuh...!!, kamu jodohin gih sama anak teman bisnis kamu tuh..!!, siapa sih namanya...??, Bram...??", ucap Dara mamanya Rahel


"Bener juga kamu, kan kita bisa bertambah kaya", seru Yahya mendukung ide istrinya.


Sementara itu, mobil Rahel sudah terparkir di sebuah club Malam.


Ia turun dan segera masuk ke tempat favoritnya itu.


Ia melihat ke sekeliling, pandangannya tertuju pada seorang lelaki tampan di meja bar.


"Hay darling....!!",seru Rahel memeluk lelaki itu dari belakang.


"Hay cantik", ucap lelaki itu menarik tangan Rahel dan membuat Rahel duduk di kursi di depannya.


Lelaki itu melihat ke arah setiap lekuk tubuh Rahel, seakan ia menunggu kesempatan untuk bisa menikmatinya.


"Minum..??", ucap lelaki itu.


"Uhhh Jeri..!!, kamu tau aja kalau aku haus", ucap Rahel mengecup pipi Jeri, lelaki yang ada di depannya.


"Seorang Rahel tak akan menolak minuman di depannya", ucap Jeri menuangkan alkohol di gelas Rahel.


Rehal tersenyum dan segera meneguknya sampai habis.


Mereka pun berpesta sampai larut malam.


Berjoget mengikuti irama, dan berciuman layaknya tak ada orang lain disekeliling mereka.


"Wowhhh..!!", teriak Rahel mulai sedikit mabuk.


Kedua sejoli itupun mulai terlihat mabuk dan sempoyongan.


"Buru buru sih sayang", ucap Rahel sempoyongan.


"Aku udah kangen banget sama kamu, kamu gak apa..??", ucapnya berjalan agak tak karuan, tapi masih bisa memapah Rahel.


"Emmmm, okeyyy", ucap Rahel mengiyakan isyarat dari kekasihnya yang sedang bernafsu.


Mereka pun melajukan mobilnya dan berhenti di rumah Jeri.


Jeri memapah Rahel yang mengoceh tak karuan karna mabuk.


Jeri langsung merebahkan badan Rahel yang sexy di atas ranjang.


Saat Jeri ingin meluapkan nafsunya, badan Jeri didorong oleh Rahel.


"Kamu gak lupa pengamannya kan..??", ucap Rahel mencoba tersadar dari mabuknya.


"Iyaaaa", ucapnya tanpa menghiraukan apa yang berusaha di jelaskan Rahel.


Jeri sudah berulang kali bercumbu dengan Rahel tapi kali ini dia melupakan hal penting sebelum bercumbu dengan Rahel.


Pengaman yang ia sediakan di lacinya telah lupa ia pakai.


Mereka pun bercumbu sepanjang malam tanpa paksaan dari kedua belah pihak.


Rahel tak pernah menyangka setelah kejadian itu, akan ada hal besar yang menerpa mereka.

__ADS_1


___


Jam menunjukkan pukul 8 Pagi.


Rahel mencoba membuka matanya yang masih terasa berat.


Dengan hanya terbalut selimut ia duduk di ranjangnya dan menyalakan rokoknya.


Ia menoleh ke samping tempat tidur, terlihat Jeri masih tertidur dengan pulasnya.


Rahel bangun dari ranjang dan mencoba mengambil air di laci disudut kamar.


Saat tangannya meraih gelas, pandangannya teralihkan pada bungkusan pengaman yang belum terpakai.


Ia pun meraihnya dengan pandangan melotot.


Ia langsung berbalik memandang Jeri dan mengguncang tubuhnya agar segera bangun.


"Bangunnn...!!", teriak Rahel menarik tangan Jeri yang tengah tertidur pulas.


"Apa sihh..!!", teriak Jeri menunjukkan sikap arogannya.


"Apa ini hahhhh..!!, apa..???", teriak Rahel lagi.


Jeri pun mencoba melihat apa yang tengah dipermasalahkan oleh Rahel.


"Pengaman, emang kenapa..??", ucap Jeri santai.


"Semenjak aku kenal kamu ya Jer, saat kita akan tidur bareng pasti bungkus ini ada di atas laci kamu, dan setiap aku bangun pasti bungkus ini dah robek dan kosong", jelas Rahel.


"Lalu...???", tanya Jeri.


"Bungkus ini masih utuh, kamu gak pakek semalem hah..!!", teriak Rahel tak bisa mengontrol emosinya.


Jeri pun mengingat ketledorannya.


"Yahh, ya...., emang kenapa..??, aku tanggung jawab kok kalau kamu hamil", ucap Jeri membela diri.


"Enak bener kamu ya, kita kan udah sepakat, kita hanya buat have fun aja hubungan ini, aku itu akan dijodohkan sama orang kaya oleh papaku, jika aku hamil gimana..??", ucap Rahel kebingungan.


"Ya, elahhh, aku juga kaya kok", ucap Jeri tak mau kalah.


"Emang kamu bisa ngasih apa ke aku, uang salonku sebulan aja kamu gak akan sanggup..!!", ucap Rahel semakin menghina Jeri.


"Jaga ya ucapan kamu..!!", seru Jeri berdiri menekan kedua pipi mulus Rahel.


Rahel pun menepis tangan Jeri yang memegang pipinya.


Ia kemudian memakai bajunya dan pergi dari sana.


Dalam mobil Rahel marah marah tak karuan.


Kemudian setelah puas ia mencoba menenangkan dirinya.


"It,s okey Rahel, belum tentu kamu akan hamil karna kejadian semalam", ucap Rahel menenangkan dirinya.


Sesampai rumah ia membaringkan tubuhnya di kamarnya.

__ADS_1


Ia berusaha melupakan kejadian semalam.


Ia mencoba melakukan aktifitasnya seperti biasa tanpa mengingat ngingat kejadian itu.


__ADS_2