Salahkah Aku, Jika Mendambakan Surga..??

Salahkah Aku, Jika Mendambakan Surga..??
Cobaan yang tak ada lelah nya.


__ADS_3

Gagang telfon seketika terlepas dari genggaman Fatimah.


Mata nya mulai nampak basah dan tubuh nya seakan mematung saat itu juga.


"Astagfirullah, mas Ummar!," teriak Fatimah seketika dengan begitu histeris nya.


Hingga membuat seisi rumah beserta Rani pun kini berhamburan berlari menghampiri Fatimah yang kini semakin terisak isak terduduk di lantai.


"Ra- Rani, tolong antar aku ke rumah sakit," racau Fatimah begitu syok nya.


"Tenang mbak, minumlah dulu, jelaskan pada kami sebenar nya apa yang terjadi," sahut Rani mencoba menunjukkan simpati nya.


Sementara itu, Fatimah terus saja terisak isak hingga mulut nya begitu sulit menjelaskan apa yang tengah terjadi.


"Dengan ibu Fatimah, kami dari kepolisian ingin mengabarkan bahwa suami anda mengalami kecelakaan dan kini sedang dalam perjalanan ke rumah sakit Pratama,".


Mengingat ucapan itu Fatimah kembali berteriak histeris di pelukan Rani.


Ia begitu terpukul dengan kabar itu.

__ADS_1


Sang suami yang baru satu jam berpamitan untuk pergi bekerja kini harus mendapatkan kemalangan yang tak pernah Fatimah bayangkan akan terjadi.


"Tolong, tolong antar aku ke rumah sakit," pinta Fatimah kepada Rani, seseorang yang ia anggap bisa ia andalkan saat itu.


"Baik Mbak," jawab Rani di sertai dengan sebuah anggukan.


"Pak!, pak!, tolong siapkan mobil," sambung Rani sembari memapah Fatimah menuju mobil.


---##---


"Kak Mira!," seru anak anak di sela sela tangis nya, membuat Mira semakin gusar saja.


Mereka dengan cepat merangkul dan menangis di pelukan Mira saat itu juga.


"Mana kak Fatimah?," tanya Mira sembari mencari keberadaan Rani yang juga tak nampak di mana pun.


"Kak Fatimah pergi ke rumah sakit," ucap Dito sesenggukan.


"Rumah sakit?, kenapa kak Fatimah kesana Dito!, apa yang terjadi?," timpal Mira begitu gelisah di buat nya.

__ADS_1


"Kak Ummar Kak," sambung Dito begitu samar terdengar di sela tangisan para anak anak yang lain.


"Jangan membuat Kak Mira semakin takut Dito!, jelaskan apa yang sebenar nya terjadi!," seru Mira begitu takut nya hingga tak menyadari keras nya nada bicara nya saat itu.


"Mbak, tenanglah," ucap Tia yang baru saja turun dari mobil bersama Aqly.


"Sebaik nya kau tenangkan anak anak, biar aku yang menenangkan Mira," ujar Aqly segera di turuti oleh Tia.


Berharap ia bisa menyelesaikan kasus kedua teman nya yang masih hilang dengan memutuskan kembali ke kota, nyata nya Tia malah kembali ikut terseret ke dalam masalah yang kini sedang menimpa Fatimah dan seisi rumah besar.


"Kak, kami mau ikut kak Mira," ucap Dito saat melihat mobil yang di pakai Mira dan Aqly kembali melesat jauh meninggalkan rumah.


"Kak Fatimah tak akan suka melihat kalian cengeng seperti ini, lebih baik kita doakan yang terbaik buat kak Ummar, kalian setuju!," seru Tia perlahan mulai di dengarkan oleh semua anak.


___##___


Dengan langkah cepat, Fatimah segera menuju ke ruangan igd setelah ia tiba di rumah sakit.


Namun nampak nya kini dia harus kembali menunggu karna ruangan itu masih nampak tertutup rapat.

__ADS_1


"Maaf buk, dokter masih melakukan tindakan kepada korban, mohon silahkan menunggu," ucap seorang suster seakan tak bisa di dengarkan dengan jelas oleh Fatimah di kondisi nya yang begitu syok saat itu.


Ia terus saja mondar mandir di depan ruangan igd sembari mulut nya tak berhenti berdoa untuk keselamatan sang suami.


__ADS_2