Salahkah Aku, Jika Mendambakan Surga..??

Salahkah Aku, Jika Mendambakan Surga..??
Seorang Putri yang hilang


__ADS_3

Mobil Bram berhenti di depan gerbang rumah besar.


Setiap ia gelisah atau marah, hanya ada Geyna di pikirannya.


Jika suasana hatinya sudah tak bisa di sembuhkan dengan minuman keras, ia akan mendatangi rumah bordil tempat Geyna berada.


"Sudah hampir setahun ini aku tak datang kesini", ucap Bram memandangi rumah kediaman Geyna.


Ia tak tau jika Geyna telah pergi dari tempat itu.


Ia tak tau bahwa sekarang hanya ada Gea yang berkuasa di sana.


Ia melajukan mobilnya kembali memasuki halaman rumah besar.


Gea langsung mengenali Bram yang datang ke tempatnya pun segera keluar dari rumah dan menyambutnya.


Bram memandang ke arah Gea, ia mengeryitkan keningnya dan menoleh kesekeliling rumah.


Biasanya Geyna yang selalu menyambutnya datang, tetapi kenapa kali ini malah Gea..??, gumam Bram dalam hati.


Geyna memang tak berarti bagi Bram, tapi saat suasana hatinya sedang kacau hanya Geyna tempat ia menenangkan dirinya.


"Hay om", ucap Gea mengecup pipi Bram.


Bram seakan tak suka dengan kelancangan Gea.


"Apa sihhh kamu..!!", ketus Bram sedikit mendorong Gea agar menjauh darinya dan berjalan memasuki rumah menuju ke lantai atas.


"Om...., jangan galak galak dong", ucap Gea menghadang jalan Bram dan lagi lagi tak dihiraukan oleh Bram.


Gea pun mulai cemberut karna rayuannya tak di hiraukan oleh Bram, dan ia hanya mengikuti kemana arah langkah tujuan Bram.


Bram memasuki kamar Geyna yang sempat ia pakai untuk menghabiskan waktu bersama Geyna waktu itu.


Bram memandang ke arah sekeliling kamar, kamar itu terlihat berbeda dari kali terakhir kali ia masuk kekamar itu.


Ia mengambil foto di sudut meja rias.


Kenapa malah ada foto Gea disini..??, gumam Bram dalam hati.


Gea yang melihat kalau Bram masuk kedalam kamar barunya berubah kegirangan dan menutup pintu kamar.


Gea mendekati Bram dan memeluknya, membuat Bram makin heran dibuatnya.


"Om itu ya..., bilang aja kalau mau langsung ke kamar", ucap Gea membuka kancing bajunya satu persatu di depan Bram.


"Heyy, kamu apa apaan sih .!!!", seru Bram menutup dada Gea yang telah sedikit terbuka dengan syal yang ada di atas meja rias.


"Bukannya om langsung mau keranjang..??", ucap Gea dengan cemberut.


"Aku cari Geyna, bukan kamu..!!, kegatelan..!!", ketus Bram.


Gea yang mendengar bahwa Bram hanya mencari Geyna dan bukan dirinya menjadi marah.

__ADS_1


"Geyna..!!, Geyna..!!, dan Geyna...!!, apa sih yang spesial dari Geyna..??, aku lebih muda lebih cantik, bahkan aku juga gak pernah melahirkan jadi masih rapet dong...!!", seru Gea berkacak pinggang tak terima kalau kedatangan Bram hanya mencari Geyna dan mengacuhkannya.


Bram tercengang saat Gea berkata bahwa Geyna pernah melahirkan, setau dia Geyna mengaku tak pernah memiliki seorang anak.


"Geyna pernah menikah..??", tanya Bram.


Gea pun terdiam, ia sadar ia telah keceplosan.


"Kenapa diam..??", ucap Bram penasaran.


"Om gak tau ya..??", tanya Gea.


"Geyna tak pernah bicara anaknya kepadaku", ucap Bram keluar dari kamar lama Geyna.


Gea mengikuti langkah kaki Bram menuruni tangga, sambil berfikir tentang ketidaktahuan Bram tentang anak kandungnya dari Geyna.


Bisa aku manfaatin nih..!!, gumam Gea bergegas menghadang langkah kaki Bram yang bergegas keluar dari rumah besar.


"Tunggu om..!!", ucap Gea menghadang langkah Bram.


"Minggir...!!", seru Bram mencoba melewati Gea dengan mendorongnya badannya ke arah samping.


"Om tau gak ayah dari anak Mami...??", seru Gea langsung berhasil mendapatkan perhatian Bram.


Bram pun membalikkan badannya dan berjalan kembali mendekati Gea.


"Apa urusannya denganku...??", ucap Bram mendekatkan wajah tampannya yang dingin itu ke dekat wajah Gea.


"Siapa ..??", seru Bram dibuat penasaran dengan informasi yang dimiliki Gea.


"Duduk dulu dong om", ucap Gea menggandeng tangan Bram dan mereka pun duduk di kursi teras depan rumah besar.


"Gak usah basa basi deh..!!", ketus Bram.


"Oh ya om, denger denger om punya satu anak laki laki ya om", ucap Gea masih mengulur ngulur waktu.


"Iya", jawab Bram singkat.


"Wah, seneng banget pastinya ya om..", ucap Gea menggali informasi terlebih dahulu tentang kondisi keluarga Bram.


"Hmmmm, kalau aku punya satu anak lagi, sudah ku buang dia", ketus Bram membuat Gea mengetahui bahwa keluarga Bram sedang kacau balau.


Rejeki nomplok nih...!!, aq gak usah susah payah kerja tiap malam lagi, gumam Gea dalam hati.


"Dah lah, aku mau pulang", ucap Bram berjalan menuju mobilnya.


"Kalau aku bilang om itu ayah dari anak mami...!!, gimana..??", seru Gea mencari keuntungan dari informasi yang ia tau tentang Mawar.


Seketika Bram menghentikan langkahnya dan berjalan kembali ke arah Gea.


Ia menatap tajam ke arah Gea.


Tiba tiba dia mecekik Gea, seakan ia marah dengan ucapan dari Gea.

__ADS_1


"Aku gak suka bercandaan kamu ya..!", ucap Bram mencengkeram leher Gea.


Gea merasa kesakitan dan berusaha melepas cengkraman tangan Bram dari lehernya, tak lama usahanya pun berhasil.


"Ya sudah kalau om gak percaya...!!, fine...!!, toh gak ada ruginya buatku", ucap Gea memegang lehernya yang masih sakit dan memerah akibat cekikan tangan Bram.


Bram pun terdiam dan mulai percaya akan ucapan Gea.


"Geyna punya anak dariku..??, bagaimana mungkin..??", tanya Bram masih ragu tapi seakan menaruh harapan besar bahwa ucapan Gea itu benar adanya.


"Iya om", ucap Gea mulai menceritakan bagaimana Geyna bisa memiliki anak dari darah daging Bram.


Bram tercengang dan fokus mendengarkan cerita dari Gea.


Ia seakan mendapatkan sesuatu yang ia impikan dan mustahil ia miliki, yaitu seorang keturunan dari darah dagingnya sendiri.


"Lalu...??, dimana dia..??, kamu bisa antar aku kesana..??", tanya Bram tak sabar ingin bertemu dengan anak kandungnya satu satunya itu.


Gea tersenyum, rencananya mengikat Bram telah berhasil, sekarang ia tinggal mengambil keuntungan dari Bram.


"Emmmm, emang aku bakal dapat apa om..??", ucap Gea memancing Bram.


"Terserah apapun yang kamu minta aku bakal turuti semuanya", ucap Bram memohon pada Gea.


"500 juta..??", ucap Gea mencoba mematok harga untuk informasi yang ia miliki.


"3 kali lipat bahkan akan aku kasih, sekarang beri tau aku, dimana anakku..??, perempuan atau laki laki..??", tanya Bram tak sabar lagi.


Gea makin sumringah mendengar perkataan Bram.


"Perempuan om, bahkan parasnya lebih cantik dari Mami", ucap Gea makin membuat Bram bahagia.


Bram pun tertawa bebas, ia sangat bahagia karna memiliki seorang anak.


"Aku punya seorang putri Gea...!!", seru Bram berteriak teriak kegirangan.


"Woles om, woles", ucap Gea menyalakan rokoknya.


"Lalu di mana aku bisa menemuinya..??", tanya Bram duduk semakin dekat dengan Gea.


"Sorry om, untuk sekarang hanya itu yang aku bisa berikan sama om, aku tunggu transferannya ya om", ucap Gea berjalan memasuki rumah besar dan menutup pintu meninggalkan Bram diluar rumah.


"Heyyyy, Gea...!!, buka Gea..!!, kasih informasi yang lengkap, nanti berapapun yang kamu minta aku bakal kasih", seru Bram mendekati pintu rumah besar dan mengetuk ngetuknya, memohon agar Gea sudi mengasihaninya.


"Maaf om, untuk kali ini itu saja cukup", ucap Gea tersenyum dan berjalan menuju ke kamarnya.


Tak lama, Bram telah menyerah memohon agar Gea keluar dari rumah, ia lalu memasuki mobil dan melaju meninggalkan rumah besar.


"Yang terpenting aku sudah tau kalau aku punya seorang anak, putriku...!!, tunggu ayah nak..!!", ucap Bram sangat bahagia dengan apa yang ia dengar hari ini.


Ia tak harus bersembunyi lagi dalam bayang bayang bu Maryam dan Malik hanya untuk menutupi kekurangannya itu.


"Keturunan dari Bram Jayawijaya Corp", seru Bram tertawa terbahak bahak sambil mengendarai mobilnya.

__ADS_1


__ADS_2