Salahkah Aku, Jika Mendambakan Surga..??

Salahkah Aku, Jika Mendambakan Surga..??
Istikharah


__ADS_3

Malam itu Air mengalir dari kran di hadapan Mawar.


Mawar terlihat masih termenung didepannya, apakah ini harus...??, gumamnya dalam hati.


Ia menarik nafas panjang, dan pasrah terhadap apapun keputusan Allah nantinya.


Air mengalir membasahi kulit wajah, tangan dan kakinya, ia mengambil wudhu sebelum mengerjakan shalat istikharah sesuai nasehat dari ibu dan mami nya.


Ia menggelar sajadah dan bersiap memakai mukenahnya.


Dia mengucap niat dan shalat dengan khusu' nya.


Dia serahkan dan pasrahkan semuanya pada Allah saat itu.


Ia memantapkan hati, apapun nanti yang terbaik untuknya ia akan menerimanya.


,"السَّلامُ عليكم ورحمةُ اللهِ، السَّلامُ عليكم ورحمةُ اللهِ "


Ucap Mawar lirih mengakhiri shalatnya.


Mawar menengadahkan tangannya dan berdoa mengakui rendahnya ia di hadapan Allah.


Ia meminta kemurahan dari Allah lebih dan lebih lagi.


Ia mendoakan orang orang yang ia sayangi selalu sehat dan selalu bahagia.


Ia berdoa agar bisa mendidik Fatimah menjadi wanita yang mengerti islam di dalam hatinya.

__ADS_1


Ia bersyukur atas karunia dari Allah, rejeki yang melimpah dan karir yang cemerlang.


Di akhir doanya ia membaca doa atas dilemanya.


"Allahumma inni astakhii-ruka bi ‘ilmika, wa astaq-diruka bi qud-ratika, wa as-aluka min fadh-likal adziim, fa in-naka taq-diru wa laa aq-diru, wa ta’lamu wa laa a’lamu, wa anta ‘allaamul ghuyub. Allahumma in kunta ta’lamu anna hadzal amro khoiron lii fii diinii wa ma’aasyi wa ‘aqibati amrii faq-dur-hu lii, wa yas-sirhu lii, tsumma baarik lii fiihi. Wa in kunta ta’lamu anna hadzal amro syarrun lii fii diinii wa ma’aasyi wa ‘aqibati amrii, fash-rifhu ‘annii was-rifnii ‘anhu, waqdur lial khoiro haitsu kaana tsumma ardhi-nii bih.


Ya Allah, jika dia dalam pengetahuan-Mu adalah baik bagiku, baik pada agamaku, baik pada kehidupanku sekarang dan masa datang, takdirkanlah dan mudahkanlah bagiku.


Kemudian berilah aku berkah daripadanya.


Tetapi jika dalam ilmu-Mu dia akan membawa bencana bagiku dan bagi agamaku, membawa akibat dalam kehidupanku baik yang sekarang atau masa yang akan datang, jauhkanlah ia dariku dan jauhkanlah aku darinya.


Semoga Engkau takdirkan aku pada yang baik, sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu, Amin.....


Tanpa di sadari Mawar, Geyna telah berdiri di depan pintu kamarnya, melihatnya dari celah pintu yang terbuka.


Botol air minum yang ia ambil dari dapur ia pegang erat dan sesekali ia remas.


Setelah mendengar anaknya sangat mengimani tuhannya, kemudian ia berjalan kembali menuju ke kamarnya.


Ia duduk di samping tempat tidur dan menangis tanpa suara.


Mbak Lastri yang tidur sekamar dengannya terbangun mendengar suara isak tangis yang lirih terdengar.


"Mami...??, mami kenapa..??, perut mami sakit lagi...??", seru mbak Lastri takut Geyna drop lagi pasca operasi ginjal yang masih beberapa hari yang lalu ia lalui.


Ia mengusap air matanya dan memegang kedua tangan mbak Lastri, membuat mbak Lastri semakin heran dibuatnya.

__ADS_1


"Mbak...!!, wanita macam apa kamu, yang bisa mendidik anakku sampai seperti itu, ia begitu taat dengan agamanya, ia langkahkan kakinya sesuai dengan petunjuk dari tuhannya, sedangkan aku, mengajarinya belajar berjalan pun tidak", ucap Geyna sesenggukan di depan mbak Lastri.


"Sudahlah mi, itulah Mawar dengan pilihan hidupnya sendiri, bukan karna saya ataupun siapapun", ucap mbak Lastri menenangkan Geyna.


"Gara gara ia lahir dari rahimku, tinta jelek menghantui hidupnya, ia di remehkan oleh orang orang di sekelilingnya, bahkan saat dia menentukan pilihan pasangan hidupnya", ucap Geyna menangis di hadapan Mbak Lastri.


"Allah punya rencana sendiri untuk Mawar mi, percayalah, akan ada pelangi dalam hidup Mawar setelahnya", ucap Mbak Lastri memeluk Geyna yang terus menyalahkan dirinya atas semua yang hal buruk yang terjadi pada Mawar.


Sedangkan Mawar seusai shalatnya, berjalan ke arah jendela, ia membuka jendela kamarnya dan merasakan angin malam yang menerpa mukenahnya sampai menembus ke kulit badannya.


Malam itu hujan sedang turun.


Bulan pun tak menampakkan sinarnya.


Kemudian pandanganya tertuju pada sebuah serangga ngengat yang masuk ke dalam kamarnya.


Mawar melihatnya dengan seksama, ngengat itu mungkin masuk karna ia pikir ini tempat teraman untuknya.


Dan tak lama, cicak pun menghampiri tepat di samping ngengat itu hinggap.


Akhirnya cicak menyantapnya sebagai hidangan lezat malam hari.


Mungkin jika aku menjadi ngengat, hatiku juga akan mengarahkanku ke arah cahaya dan tempat yang bisa membuatku terhindar dari hujan, tapi nyatanya..., pilihanku bisa saja salah, dan benar saja, niat hati ngengat ingin mencari tempat teduh dan tempat yang aman tetapi ia malah menjadi santapan lezat seekor cicak, gumam Mawar dalam hati.


Ia pun menutup jendela dan tidur di samping Fatimah.


Ia mengelus bayi mungil di sampingnya, yang kian hari kian tumbuh dan berkembang dengan sehatnya.

__ADS_1


"Sehat selalu ya Fatimah", ucap Mawar menutup matanya dan kembali tidur.


__ADS_2