
Pernikahan Mawar dan Burhan tak terasa sudah berjalan hampir 3 bulan.
Waktu seperti berlalu begitu cepat bagi pasangan yang saling suport dan menjadi partner yang baik antara suami dan istri.
Hanya kebahagiaan lah yang mereka rasakan di setiap hari hari kebersamaan mereka.
Mawar tertawa riang bersama suami di taman belakang rumah, bersama Fatimah yang mulai aktif berlari kesana kemari.
"Sayang..!!, hati hati..!!", seru Mawar mengejar Fatimah yang berlari menuju Burhan.
"Ayahhhh....!!", ucap Fatimah merobohkan badannya di pelukan ayahnya.
"Ayooo kita terbang....!!", seru Burhan mengangkat tubuh mungil Fatimah dan berlari lari di sekeliling taman.
Mawar berhenti sejenak mengatur nafasnya yang sesak karna mengejar Fatimah berlari.
"Stop..., bunda nyerah deh, Fatimah sama ayah menang", ucap Mawar duduk di kursi taman sambil mengatur nafasnya.
Burhan dan Fatimah pun berjalan mendekati Mawar.
"Fatimah pijit ya bunda...??", ucap Fatimah mengelus elus tangan dan kaki bundanya.
"Emmmm, ayah juga deh", ucap Burhan memijat bahu Mawar.
Mawar tersenyum melihat anak dan suaminya begitu perhatian padanya.
"Udahh ahhh, bunda dah bugar lagi, makasih ya pijitannya", ucap Mawar menggendong fatimah dan menciumnya.
"Ayahhh gak dikasih bunda..??", ucap Burhan memeluk istrinya dari belakang.
"Gak bolehhh...!!, ini bunda Fatimah", seru Fatimah memeluk erat Bundanya.
"Ehhhh kamu nakal ya..!!", ucap Burhan mendekati Fatimah dan menggelitiknya.
Fatimah dan Mawar pun tertawa di gelitik oleh Burhan, sampai mereka tak sadar bahwa Geyna sudah berdiri tak jauh dari mereka berada.
"Ehh Mami...!!", ucap Mawar menegur Geyna yang tersenyum melihat candaan mereka.
"Ehmmm, kok jahat banget sih..??, nenek dateng gak di peluk..??", ucap Geyna menggoda Fatimah.
Fatimah pun berlari menuju Geyna dan memeluknya.
__ADS_1
"Nenek Geyna sama nenek Lastri, nenek terbaikkkkk di dunia", ucap Fatimah mencium pipi Geyna.
"Makasihhh sayang, kamu emang paling bisa deh ngrayu nenek, oh ya Mawar, kita jadi jalan jalan..??", ucap Geyna menggendong Fatimah dan mendekati Mawar dan juga Burhan.
"Jadi dong mi", ucap Mawar berdiri dari tempatnya.
"Emmm, tapi maaf ya mi, aku gak bisa ikut, soalnya aku ada kerjaan di toko", ucap Burhan.
"Iyaaa gpp kok, yuk Mawar", ucap Geyna berjalan ke arah halaman depan.
"Aku pamit ya mas, assalammualaikum", ucap Mawar mencium punggung tangan Burhan dan berlalu meninggalkannya.
"Walaikumsalam, hati hati", ucap Burhan sembari berjalan ke dalam rumah.
"Mi.., ibu kemana..??", ucap Mawar masuk ke dalam mobilnya bersama Geyna dan Fatimah.
"Ibumu katanya mau istirahat aja dulu, encoknya kambuh, dia cuma titip martabak kesukaannya", ucap Geyna.
"Ya udah, kita berangkat yuk mi, bismillah", ucap Mawar melajukan mobilnya meninggalkan halaman rumahnya.
Weekend ini mereka memang berencana jalan jalan ke mall tempat Fatimah sering sekali bermain di play groud nya.
Ia selalu asik dan senang saat bertemu teman teman sebayanya, karna di rumah, anak anak komplek mereka tidak pernah bermain di luar rumah, sekali keluar mereka akan memilih jalan jalan atau menghabiskan weekend di luar kota ataupun luar negeri.
"Ini pesanannya buk", ucap Pegawai di depannya.
"Makasih ya Mbak", ucap Geyna berjalan tanpa fokus ke arah depan.
Brukkkk..
"Awhhhh..!!, kalau jalan pakai mata dong..!!, jangan pakek dengkul..!!", seru seorang wanita yang menabrak Geyna saat sedang berjalan.
"Aduhhhh..!!, maaf mbak", ucap Geyna membersihkan baju wanita di depannya dengan lengan bajunya.
Tiba tiba Wanita di depan Geyna diam tanpa suara.
Geyna pun menatap wajah wanita yang berada tepat didepannya itu.
Geyna seakan hampir ambruk dari tempanya berdiri.
Begitu pun wanita di depannya yang terlihat syok melihat Geyna.
__ADS_1
"Gea....!!!!", ucap Geyna terkejut.
"Mami....!!!, kok bisa...!!, mami kan harusnya udah mati..!!", ucap Gea menatap dengan seksama Geyna yang sekarang lebih terlihat sehat dan bugar, jauh dari prediksinya selama ini.
Geyna pun berlari menjauh dari Gea, tapi segera Gea mengejarnya dan berhasil menangkap tangannya.
"Punya berapa nyawa sih kamu...!!!", ucap Gea membuat perhatian orang orang tertuju padanya.
"Lepas...!!", ucap Geyna menepis tangan Gea dan berlari menuju Mawar.
"Mawar..!!, ayo kita pergi..!!, cepet..!!", seru Geyna terburu buru membuat Mawar kebingungan.
"Mi.., mami kenapa..??, iyaa nanti dulu ya mi, aku ambil Fatimah dulu", ucap Mawar ingin menuju Fatimah yang sedang asyik bermain, tapi langkahnya terhenti karna mendengar suara yang tak asing baginya.
"Ohhh..!!, jadi anak sialan mami itu yang udah nolong mami...!!", seru Gea membuyarkan para ibu ibu beserta anak anak mereka yang tengah asyik bermain di play groud.
"Ini tempat umum Gea", ucap Geyna malu karna menjadi bahan tontonan umum.
"Mbak..., lebih baik mbak pergi, jangan ganggu aku dan mami lagi", ucap Mawar menggandeng tangan Geyna.
"Uhhh, so sweet, kamu dibayar berapa sama mami mau nolong dia..??, atau...??, dia jual diri diluar sana buat ngasih pemasukan harian ke kamu buat bayar jasamu..!!", seru Gea berbicara sesuka hatinya.
"Cukup ya mbak...!!, ayo kita pergi mi", ucap Mawar membawa Fatimah dan Geyna pergi dari hadapan Gea.
"Hey...!!", seru Gea mencoba menghentikan langkah Mawar yang ia rasa pembicaraan antara mereka belum selesai.
Mawar tak menoleh sedikitpun dan terus berjalan pergi dari hadapan Gea.
Ia meninggalkan Mall secepat yang ia bisa.
Ia pun membawa Geyna yang masih syok untuk pulang ke rumah.
"Kok bisa sih ...??, aku harus cari tau apa yang sebenarnya telah terjadi, harusnya mami tuh sekarang dah mati, selamat mlulu sih dia", ucap Gea berjalan menuju mobilnya dan segera melaju kencang meninggalkan Mall.
Beberapa saat kemudian, mobil Mawar telah berhenti di halaman rumah mereka.
"Sudah lah mi, jangan di pikirin yah, mami aman di sini", ucap Mawar memegang tangan Geyna yang basah akan keringat karna ketakutan.
"Mami gak masalah jika Gea ganggu Mami, tapi jika di mengusik hidupmu lagi gimana Mawar..??", ucap Geyna ketakutan.
"Sudahlah mi, ada Allah bersama Mawar, kita masuk yuk, tenangin dulu diri mami", ucap Mawar membujuk Geyna agar lebih tenang.
__ADS_1
Gea pasti gak akan tinggal diam, lindungi Mawar dan keluarga kecilnya ya Allah, gumam Geyna dalam hati sambil mengikuti Mawar yang menarik tangannya masuk menuju ke dalam rumah.