
Mobil Rahel berhenti di tepi jalan rumah yang tak asing baginya.
"Turun gak ya...??", seru Rahel bimbang dengan dirinya sendiri.
Ia lalu melihat kesekeliling.
Terlihat sebuah mobil berwarna merah terparkir di bagasi rumah.
"Turun aja deh...!!, kayaknya dia dirumah", ucap Rahel turun dari mobil dan bergegas masuk kedalam rumah itu.
Tanpa canggung ia berjalan masuk kedalam rumah itu, seakan itu adalah rumahnya sendiri.
Ia berhenti di depan pintu kamar berwarna biru.
Ia membuka pintu itu dan memandangi sekeliling kamar.
Terdengar suara gemericik air dari arah kamar mandi.
"Kebiasaan..!!, jam segini baru mandi...!!", ucap Rahel duduk di sofa kamar itu.
Tak berselang lama, pintu kamar mandi dibuka.
Seorang lelaki keluar dari kamar mandi dengan hanya memakai handuk saja.
Ia kaget melihat Rahel tengah duduk di sofa kamarnya.
"Hai Jer", seru Rahel.
Lelaki itu mengusap matanya berulang kali dan mencoba mendekati Rahel, seakan ia tak percaya dengan apa yang ia lihat.
"Rahel...!!", seru Jeri tak percaya kalau Rahel yang sudah lebih setaun tidak pernah menemuinya kini ada di hadapannya.
"Iya....!!, emang siapa lagi...??, cewek sewaan kamu...??", ucap Rahel membenarkan rambutnya.
Jeri lalu duduk di sebelah Rahel.
"Kamu ngapain kesini..??", ucap Jeri masih tak percaya.
"Ya aku bosan aja", ucap Rahel menatap Jeri.
Jeri pun tertawa.
"Bukannya kamu dah nikah tuh sama konglomerat pilihan kamu, jadi ratu kan kamu sekarang..!!", ucap Jeri masih sambil tertawa.
__ADS_1
"Boro, boro...!!!, aku malah kayak babu tau gak disana", ucap Rahel dengan wajah cemberut.
"Lha suami kamu gimana ...??", tanya Jeri penasaran.
Rahel makin cemberut.
"Suami di atas kertas doang", seru Rahel kesal.
Jeri makin kaget mendengar perkataan Rahel.
Satu hal yang langsung bisa ditangkap Jeri saat ini.
Bahwa Rahel tak pernah disentuh oleh suaminya.
Wah kesempatan nih..., gumam Jeri dalam hati.
"Maksud kamu...??, suamimu gak mandang cewek secantik kamu selama ini gitu...??, wah bener bener", ucap Jeri memancing Rahel.
"Kamu aja tau kalau aku cantik, Malik aja yang bego, gak tau apa kecantikan aku dipuja puja banyak lelaki..!!", ucap Rahel memandang ke arah Jeri.
"Dia belum tau sih kehebatan kamu di atas ranjang", ucap Jeri menyenggol Rahel.
Pipi Rahel pun kemudian memerah, hasratnya pun mulai terpancing, senyum dibibirnya mulai terlihat.
Jeri yang mendapat lampu hijau dari Rahel langsung beraksi.
Ia mengecup bibir Rahel yang lama ia rindukan.
Rahel pun langsung menerimanya dengan senang hati, sudah lama ia tak merasakan bercumbu seperti itu dengan lelaki, semenjak ia menikah dengan Malik.
Mereka pun menikmati setiap detik yang ada.
Jeri lalu menggendong Rahel dan melemparkanya ke atas ranjang.
Ia lucuti semua kain yang menempel dibadan Rahel tanpa tersisa.
Seakan Rahel pun tak mau menunggu lama.
Ia menarik handuk yang menutupi senjata milik Jeri.
Kini mereka sudah sama sama polos tanpa benang sehelai pun ditubuh mereka.
Jeri mengerahkan semua nafsunya pada Rahel kala itu.
__ADS_1
Membuat Rahel sangat puas dibuatnya.
"Kamu emang top Jer..!!", ucap Rahel dengan suara ngos ngosan di bawah tubuh Jeri.
"Kamu juga Sayang, muachhhh", seru Jeri terus melanjutkan aksinya.
"Kami gak lupa pakai pengaman kan..??", seru Rahel ditengah tengah kenikmatan mereka.
"Udah dong, kita lanjut sampai puas", seru Jeri bersemangat.
Setelah beberapa saat, mereka terlihat terkulai lemas di atas ranjang.
Rahel menyalakan rokoknya dan menghembuskan asapnya ke udara.
"Oh ya Jer, aku minta tolong nih, cariin aku tempat bordil didekat sini ya", ucap Rahel.
"Hahh..!!, kamu itu masih cantik hel, kaya lagi, gak usah jual diri deh", ucap Jeri kaget dengan permintaan Rahel.
"Gila kamu...!!, emang buat apa aku jual diri, aku tuh mau cari wanita pelacur yang tempo hari kerumah nyariin mertua aku", ucap Rahel menikmati hisapan rokoknya.
"Pak Bram..?", tanya Jeri.
"Yap", ucap Rahel.
"Kalau itu, semua juga tau Hel, tempat bordil pak Bram tuh cuma satu", ucap Jeri.
"Kamu tau tempatnya..??", ucap Rahel penasaran.
"Tau lah", seru Jeri.
"Kalau gitu, kamu bisa kan antar aku kesana..??", ucap Rahel.
"Tenang, kalau soal itu gampang, semua pasti berer ditangan Jeri", ucap Jeri mencium pipi Rahel.
"Gak salah aku nemuin kamu", ucap Rahel tersenyum di hadapan Jeri.
"Pastinya dong", ucap Jeri menyalakan rokoknya.
"Aku mandi dulu ya", ucap Rahel mematikan rokoknya dan berjalan ke arah kamar mandi.
"Ikut dong", seru Jeri mengikuti Rahel.
Rahel pun hanya tersenyum membalas permintaan Jeri.
__ADS_1