Salahkah Aku, Jika Mendambakan Surga..??

Salahkah Aku, Jika Mendambakan Surga..??
Geyna kembali


__ADS_3

Setelah 7 hari menginap di rumah sakit.


Hari ini Geyna di bantu Gea membereskan barang barangnya.


Mereka akan pulang hari ini.


Geyna terlihat bugar dan sehat seperti sedia kala.


Wajahnya terlihat cantik seperti sebelum ia sakit.


Gea menggerutu di belakang Geyna.


Ia tak suka Geyna kembali sehat.


Itu akan membuatnya menjadi anak asuh Geyna lagi, dan tunduk di bawah perintah Geyna.


Gea sudah bosan dengan semua itu.


Dokter masuk ke ruang inap Geyna untuk mengecek kondisinya sebelum pulang.


"Mami, gimana keadaan Mami..??", ucap dokter mengecek kondisi Geyna.


"Lebih segar dok, akhirnya aku bisa merasakan tubuhku dengan baik lagi seperti dulu", ucap Geyna.


"Ingat ya mami, mami hanya punya satu ginjal sekarang, jadi harus ekstra hati hati, terlebih kondisinya juga kurang baik", ucap Dokter menjelaskan.


"Apa yang harus aku hindari dok, jangan bilang aku tak boleh melayani para tamuku seperti dulu, sudah lama aku tak merasakan sentuhan mereka", ucap Geyna dengan senyum di bibir ranumnya itu.


"Gak kok mi, mami cuma harus berhenti minum alkohol dan obat terlarang", ucap dokter.


Geyna berfikir sejenak.


"Okeee, itu hal mudah, tapi aku boleh sesekali merokok kan ...??", ucap Geyna.


"Sehari sekali itu lebih baik mi, jika mami masih ingin merokok", ucap Dokter memberi saran.


"Okee dok", ucap Geyna menurutinya.

__ADS_1


Geyna tak membantah ucapan dokter kali ini.


Ia juga mau untuk rutin check up ke rumah sakit.


Ia tak mau mati seperti yang terus dikatakan dokter, jika ginjal satu satunya miliknya juga rusak.


Gea dan Geyna pun pulang ke rumah Bordil.


Semua gadis berpura pura senang dengan kepulangan mami.


Geyna masuk ke dalam rumah besar.


Ia menjatuhkan tasnya ke lantai.


Ia merentangkan kedua tangannya lebar lebar.


Menghirup aroma rumah kesukaannya.


"Hah, sudah lama aku tak merasa sebahagia ini", ucap Geyna duduk disofa.


Gea terpaksa mengambil tas yang dijatuhkan Geyna di lantai dan menaruhnya di meja.


"Mi, mami gak mau istirahat di dalam..?", ucap Gea mengambil air minum di meja.


"Gak ah, mami masih ingin disini", ucap Geyna memandang kesekeliling ruang tamu yang sudah lama ia tak nikmati.


Gea memeras gelas di tangannya dan berusaha tenang, menyembunyikan emosinya.


Dan kemudian duduk di samping Geyna.


Semua gadis pun datang dan duduk di sekeliling Geyna.


"Mami udah sehatan...??", ucap salah seorang gadis.


"Iyaaa mami sudah lebih sehat sekarang, oh ya nanti malam kita pesta oke...!!, mami akan telfon pelanggan mami yang banyak untuk nanti malam", ucap Geyna mengambil telfonnya dan siap dengan rencananya malam ini.


Semua gadis saling berpandangan.

__ADS_1


Mereka yang tadinya ilfeel dengan Geyna, sekarang mengembangkan senyumnya karna senang dengan rencana Geyna.


Memang tak bisa dipungkiri, Geyna lebih ahli menyiapkan sebuah pesta dan ia juga lebih menghargai gadis gadis asuhnya.


Mereka akhir akhir ini hanya termakan hasutan Gea.


Karena keadaan Geyna yang sedang lemah, mereka pun mudah sekali di hasut untuk membenci Geyna.


Mereka semua nampak senang mendengar percakapan Geyna di telfon, kecuali Gea.


____


Malam itu, rumah bordil kembali ramai.


Masalah yang ditimbulkan Mawar 6 tahun lalu pun kian dilupakan para pelanggan Geyna.


Bahkan Roy sudah jarang datang karna ia sudah bosan mengerjai para wanita di rumah bordil milik Geyna.


Mungkin ia sudah puas akan balas dendamnya.


Geyna berdandan dengan cantiknya.


Ia masih terlihat muda walaupun sudah berumur hampir 50 tahun.


Mereka berpesta dan bercumbu sampai subuh.


Para lelaki hidung belang merasa amat puas malam itu.


Para gadis terutama Geyna kebanjiran tips malam itu.


Ketenaran Geyna kembali lagi malam itu.


Terlihat Gea hanya duduk di sofa menikmati rokok ditangannya.


Ia mengacuhkan setiap lelaki yang ingin menyewanya malam itu.


Geyna telah kembali pulih, primadona rumah besar telah kembali.

__ADS_1


Geyna terlena malam itu, seakan ia lupa akan sakit dan penderitaannya selama ini.


Bahkan ia tak akan memikirkan sedetik pun seberapa besar dosanya di dunia ini.


__ADS_2