Salahkah Aku, Jika Mendambakan Surga..??

Salahkah Aku, Jika Mendambakan Surga..??
Kehancuran Geyna


__ADS_3

Pyarrr...


Gea terperanjak dari kursi tamu dan segera berlari ke arah kamar Geyna diikuti oleh semua gadis rumah bordil.


Gea berusaha membuka kamar Geyna tapi terkunci.


"Panggil tukang kebun..!!", seru Gea pada gadis di sebelahnya.


"Iyaa mbak", ucap gadis itu berlari mencari tukang kebun untuk mendobrak pintu kamar Geyna.


Beberapa menit kemudian, gadis asuhnya kembali bersama seorang tukang kebun, mereka nampak ngos ngosan berlari dari halaman belakang.


"Lama amat...!!, cepet dobrak..!!", seru Gea melototi tukang kebun dan gadis asuhnya.


Tukang kebun segera mendobrak pintu, tetapi tenaganya kurang kuat, ia akhirnya pergi dan datang bergegas kembali membawa sebuah linggis.


Ia mencoba mencongkel pintu Geyna dan akhirnya berhasil.


Gea pun segera masuk kedalam, dan langkahnya terhenti melihat Geyna yang sudah tersungkur di lantai kamarnya.


Semua yang ada di sana berhamburan ke arah Geyna, kecuali Gea.


Ia terkejut bukan karna Geyna pingsan, tetapi ia terkejut karna hari yang ia nanti nanti telah datang.


Kehancuran Geyna....


"Mi, bangun mi...!!", seru seorang gadis yang langsung menepuk nepuk pipi Geyna.


"Mbak kok diem aja tolong dong..!!", seru seorang gadis berdiri menghampiri Gea yang masih mematung di tempatnya berdiri.


Gea pun tersadar dan membantu para gadis membopong tubuh Geyna ke atas ranjang.


Gea pun mengambil ponselnya dan menghubungi dokter pribadi Geyna.


"Hallo dok, tolong bawa ambulans ke sini, mami drop lagi", ucap Gea langsung menutup telfonnya.


Tak berapa lama, dokter dan perawat datang dengan ambulans.


Dokter langsung memeriksa keadaan Geyna yang terlihat sangat memprihatinkan.


Tubuhnya kurus, kulitnya pucat, dan matanya seakan sangat cekung.


Dokter pun memandang ke arah Gea, membuat Gea sedikit gelisah dibuatnya.


"Bisa tolong semuanya keluar dulu...??, saya mau periksa Mami lebih seksama, ia berbicara tanpa melepas pandangannya dari Gea.


Ketika Gea ingin pergi dengan yang lain langkahnya dihentikan oleh dokter.


"Tunggu..!!, kamu tetap disini..!!", seru dokter membuatnya semakin gelisah.


Setelah semua keluar kamar dan pintu ditutup, dokter langsung berdiri dan mengitari badan Gea.


"Dokter mau apa..??", ucap Gea bingung harus berbuat apa.


"Seharusnya saya tau dari awal, ada yang tak beres dengan kondisi mami, seperti ada yang memicu tubuhnya untuk kembali sakit, padahal obat dan perawatan sudah ku maksimalkan untuk merawat mami", ucap dokter kembali duduk di samping Geyna dan menyuntikkannya dengan sesuatu.


"Maksud dokter apa...??", seru Gea dengan nafas yang sedikit tak beraturan karna takut dokter mengetahui rencananya.

__ADS_1


"Saya hanya menduga, mungkin kamu tau apa yang terjadi..??", ucap dokter makin memojokkan Gea.


"Dari pada dokter menuduhku macam macam, sebaiknya tolong mami dulu..!!", seru Gea marah tanpa alasan.


"Santai saja, mami sudah aku suntik dengan obat yang bisa membuatnya bertahan sampai kita menyelesaikan percakapan ini dan membawanya kerumah sakit", ucap dokter itu mengecek botol obat yang ada di laci Geyna.


Gea pun semakin bingung harus bagaimana, ia meremas saku celananya yang berisi obat yang benar milik Geyna, dan ia tak ada kesempatan untuk menukarnya lagi.


Ia mencoba menenangkan dirinya dan bersikap selayaknya ia sebagai wanita yang berkuasa lagi di tempat itu.


"Saya minta dokter segera bawa mami kerumah sakit, atau saya telfon polisi karna tak bersikap profesional", seru Gea membukakan pintu kamar untuk Dokter.


Dokter pun tersenyum dan membawa sebotol obat milik Geyna untuk dijadikan sampel untuk dasar kecurigaannya pada Gea.


Dokter menurut dan memanggil para perawat untuk menandu Geyna ke dalam mobil ambulans dan segera ke rumah sakit.


Ambulans pun dengan cepat melaju ke arah rumah sakit.


Dan Gea di dampingi dua gadis asuhnya memacu mobilnya mengikuti mereka ke rumah sakit.


Dokter segera melakukan tindakan pada Geyna, tetapi ternyata ginjal Gea pun sudah hampir tak berfungsi sama sekali, ia membutuhkan donor ginjal untuk melangsungkan hidup normalnya lagi.


Dokter pun keluar dari ruang igd dan memberikan kabar itu pada Gea dan kedua gadis lainnya.


Saat mereka mendengar Geyna butuh donor ginjal, mereka semua mundur dan mengartikan bahwa mereka tak mau mendonorkan ginjalnya untuk Geyna.


"Sudah kuduga reaksi kalian", ucap dokter kembali masuk ke ruang igd.


Beberapa jam kemudian, perawat memindahkan Geyna ke ruang inapnya.


"Mami..??, bisa dengar saya..??", seru dokter merespon Geyna saat ia menunjukkan tanda tanda siuman.


"Mami dirumah sakit", ucap dokter.


"Lalu Gea dan yang lainnya mana...??", ucap Geyna melihat ruangannya yang hanya ada dokter dan Geyna saja.


"Mereka sudah pulang mi, sekarang saya mau bertanya, kenapa mami sampai seperti ini..??, dan kenapa mami tak pernah menghubungi saya jika ada keluhan..??", seru dokter.


"Aku rasa tidak ada keluhan yang berarti dok, dan setiap badan terasa berat saya selalu minum obat dari dokter, setelah itu langsung sembuh, aku tak menyangka akan seperti ini, padahal aku sudah menjauhi alkohol dan merokok hanya sekali sehari", ucap Geyna menjelaskan.


Dokter pun mengeluarkan botol obat milik Geyna.


"Ini obatnya mi...??, isinya telah di tukar dengan obat pereda nyeri biasa, apa mami tau..??, saya menduga itu adalah ulah Gea", ucap dokter mengatakan apa yang menjadi kesimpulannya.


Geyna terkejut, ia tak menyangka Gea yang melakukannya.


"Tapi mungkinkah..??", ucap Geyna masih tak percaya dengan kenyataan itu.


"Terlepas dari semua itu mami, saya harus memberitahukan ini pada mami, ginjal mami kinerjanya tinggal 10 % saja, saya tak bisa mendapatkan donor ginjal secepat itu, makanya untuk bertahan hidup saya hanya bisa mencuci darah mami rutin sampai ada donor ginjal yang cocok untuk mami", ucap dokter mengatakan keadaan Geyna yang sekarang.


"Itu artinya saya akan mati dok..??", seru Geyna dengan mata berkaca kaca, ia merasa dirinya sekarang telah hancur, bahkan di tangan anak asuhnya yang sangat ia percayai.


"Jangan putus asa mami", ucap dokter menenangkan Geyna.


Geyna tanpa berkata apa apa lagi, memalingkan tubuhnya dari dokter dan menyelimuti dirinya lalu menangis.


Dokter kemudian keluar, membiarkan Geyna untuk sendiri beberapa saat.

__ADS_1


Keesokan harinya....


Saat Gea dan dua gadis asuhnya kembali menjenguk Geyna dirumah sakit, Geyna hanya terdiam mematung, membuat mereka semua heran.


"Gimana kondisi mami..??, sudah enakan..??", ucap Gea mencoba basa basi didepan Geyna.


"Mami mau pulang", seru Geyna mencoba bangkit dari ranjang dengan tertatih tatih.


"Lalu bagaimana jika dokter bertanya mi..??", seru salah seorang gadis.


"Dokter biar urusan mami", ucap Geyna mengemasi barangnya dan keluar dari ruangannya.


"Gimana nih mbak..??", ucap seorang gadis lainnya.


"Syukur lah, jadi aku gak usah keluar uang lagi" ucap Gea berjalan keluar ruangan.


Mobil mereka pun melaju dan berhenti di halaman rumah besar.


Geyna keluar dari mobil dan melangkah ke depan pintu masuk rumah.


Saat Gea akan masuk, ia dihadang oleh Geyna.


"Kamu gak boleh masuk..!!", seru Geyna mengagetkan semua gadis yang melihatnya.


"Maksud mami..??", seru Gea tak percaya


"Kamu keluar dari rumah ku..!!, berani beraninya ya kamu ngeracunin aku selama ini..!!", teriak Geyna dengan memegangi sisi perutnya yang masih terasa amat sakit.


Gea pun terdiam tak percaya lalu seketika berubah ekspresi penuh dengan percaya diri dan keangkuhan.


"Ohhh mami udah tau ya..!!, trus mami mau usir aku gitu..??, bentar ya..", ucap Gea masuk kedalam rumah dan keluar membawa sebuah salinan dokumen.


Seketika Ia melemparkannya ke muka Geyna.


"Baca mi, baca..!!", teriak Gea berkacak pinggang di depan Geyna.


Geyna mengambil salinan dokumen itu dan terlihat sangat syok membacanya.


"Kurang aj*r kamu...!!", teriak Geyna ingin menarik rambut panjang Gea.


Seketika tubuh Geyna yang lemah didorong oleh Gea sampai jatuh tersungkur.


Para gadis yang melihatnya hanya bisa diam dan merasa ngeri dengan perilaku Gea sekarang.


"Sekarang mami yang keluar dari rumahku..!!, mami dah baca kan dokumennya, mami udah tanda tangan surat kuasa bahwa rumah dan semua isinya itu menjadi milik aku", seru Gea tertawa terbahak bahak.


Geyna pun hanya bisa meneteskan air mata dan berjalan pergi dari rumah itu.


Ia memandangi rumah itu, ia teringat saat pertama kali ia terbangun di sana, tumbuh dewasa dan berhuru hura di sana.


Sekarang semuanya telah hancur, semua yang ia miliki telah hancur.


Bahkan ia divonis akan mati jika tak mendapatkan ginjal baru.


Inikah akhirnya Geyna, kehancuranmu..!!, gumam Geyna dalam hati.


Ia pun melewati gerbang rumah besar dan berjalan menyusuri jalanan, entah kemana arah kakinya melangkah dan membawanya.

__ADS_1


Ia sudah pasrah dengan takdir yang selama ini ia coba tentang dan lawan.


__ADS_2