
"Mbak, ini rumah mbak ya?, wah besar banget!," seru seorang gadis tanpa rasa curiga sedikitpun, ia dengan santai nya terus berjalan mengikuti langkah kaki Rea memasuki rumah neraka itu.
Sesuai perintah, Rea harus bisa mendapatkan banyak wanita untuk menjadi pekerja di bisnis baru tuan Danu.
Atau dia akan lebih di buat menderita di rumah itu.
Ketiga gadis itu merupakan gadis terakhir yang berhasil ia kumpulkan dalam sebulan ini.
Tanpa berfikir panjang, ia mencoba mengambil banyak gadis desa untuk di bawa ke kota dengan iming iming gaji dan pekerjaan menjadi seorang baby sister.
Aku tak mau hancur di sini sendirian!, kalian harus menemaniku entah suka atau tidak!, batin Rea terus berjalan tanpa merasa bersalah dengan perbuatan nya.
"Ini kamar kalian," ucap Rea pada ketiga gadis yang datang bersama nya.
"Mbak, boleh saya bertanya?," ucap seorang gadis bernama Tia yang merasa ada yang tak beres saat memasuki rumah itu.
Rumah besar yang nampak begitu sepi pemilik, tapi terlihat ramai akan banyak pengawal dan pelayan.
Aneh nya, tatapan para pengawal kepada mereka begitu menakutkan di mata Tia.
"Cepatlah!, aku masih banyak urusan," sentak Rea membuat Tia semakin curiga.
Mbak Rea begitu ramah saat di kampung, tapi setelah sampai di sini, dia bahkan tak terlihat bersahabat dan sedikit sekali berbicara, batin Tia sembari mengamati kondisi sekitar.
"Saya tidak melihat ada anak atau bayi satupun di rumah ini sejak kita memasuki halaman," ucap Tia membuat Rea langsung menatap tajam ke arah nya.
Membuat kedua gadis lain nya ikut takut menatap nya.
"Kau akan bertemu dengan mereka nanti malam, jadi bersiaplah!, pakaian kalian ada di dalam almari. Tapi aku ingatkan satu hal!, jangan berani berani nya kalian membuat ulah di sini, Tuan akan marah dan kalian tidak akan bisa membayangkan hukuman seperti apa yang akan ia berikan pada kalian, paham!," seru Rea membuat ketiga gadis itu langsung masuk ke dalam kamar nya tanpa bertanya apapun lagi.
"Kenapa dengan mbak Rea ya?, dia begitu baik saat datang ke desa, tapi saat di sini, dia bahkan membentak kita saat kita tak melakukan salah apapun," tanya salah seorang gadis yang kini mulai merasakan ada yang tak beres seperti yang Tia rasakan.
__ADS_1
"Sudahlah!, sudah beruntung kita dapat kerja!, bagi ku kerja apapun aku terima asalkan aku bisa beli barang barang mewah seperti yang ada di iklan televisi," seru seorang gadis lain nya yang memiliki opini nya sendiri.
_____##____
"Aku jadi penasaran, gadis cantik seperti mu hilang kemana?," ucap Tuan Danu sembari mengusap lembut foto Fatimah yang ia sengaja ambil dari album foto di rumah dokter Malik beberapa waktu yang lalu.
Jika aku memang akan kehilangan kesenangan ku karna penyakit ini, aku akan puas jika kesenangan terakhir itu aku lakukan dengan gadis cantik seperti mu. Ya!, aku akan buru kau sampai ketemu, batin Tuan Danu hingga tak sadar saat Rea memanggil nya berulang ulang kali.
"T- tuan," ucap Rea dengan nada yang sedikit ia keras kan.
Seketika itu juga lamunan tuan Danu ter buyar kan, tatapan tajam nya langsung beralih menatap Rea.
"Apa kau harus berteriak untuk memanggil ku, hem!," bisik Tuan Danu sembari menarik rambut Rea dengan kasar nya.
"M- maaf Tuan, aku tak akan mengulangi nya lagi," sahut Rea dengan mata yang mulai berair namun tanpa berani menatap balik ke arah tuan Danu.
"Cepat katakan!, mau apa kau ke kamar ku!," seru tuan Danu sembari berjalan menuju balkon kamar nya dan kembali menatap foto cantik Fatimah.
Seperti nya aku mengenal nya?, tapi di mana?, batin Rea membuat tuan Danu kembali kesal di buat nya.
"Heh!, aku bertanya pada mu!, apa kau memang suka membuat kesal orang lain!," sentak tuan Danu yang kini berbalik membuyarkan lamunan Rea.
"S- saya telah memenuhi permintaan tuan, dan malam ini, kita bisa mulai berbisnis," ucap Rea dengan wajah yang terus menunduk.
Sejak ia masuk ke dalam aturan tuan Danu, ia terus menundukkan pandangan nya dengan perasaan takut setiap hari nya.
Berbeda saat ia masih bekerja di bawah naungan Bos besar, ia bahkan tak pernah sekalipun menunduk, bahkan ia bisa berbuat sesuka hati nya asalkan ia bisa menghasilkan uang untuk bisnis sang Bos.
"Bagus!, kau cukup bisa di andalkan. Dan sekarang tugas mu berikut nya adalah, menghubungi semua pelanggan setia Bos mu itu dan buat mereka datang kemari, paham!," seru Tuan Danu dengan perintah kedua nya.
"B- baik Tuan," sahut Rea sembari pergi dari hadapan Tuan Danu secepat yang ia bisa.
__ADS_1
Ia begitu takut hanya sekedar beradu bicara dengan tuan Danu.
Namun, pikiran Rea terus berusaha keras mengingat foto gadis yang ada di tangan tuan Danu setelah keluar dari kamar itu.
"Siapa gadis itu?, aku yakin pernah melihat nya," ucap Rea sembari bersiap duduk dan memulai memencet nomor telfon dari para pelanggan setia nya dahulu.
___###___
"A- apa ini?," seru Tia saat membuka almari untuk pertama kali nya.
Ia terus menyibak satu per satu baju yang tergantung di almari.
Tidak satupun baju yang nampak seperti sebuah seragam untuk seorang baby sister.
Semua nya berbentuk gaun super mini dan seksi dengan aksen mewah di setiap lekukan nya.
"Wah!, bagus banget baju nya," seru seorang gadis yang malah kegirangan melihat baju baju mewah yang belum pernah ia lihat sebelum nya tanpa rasa curiga sedikitpun.
"Rose!, kau itu bodoh atau gimana sih!, jelas jelas ini semua begitu aneh!," seru Tia begitu kesal dengan sikap salah satu teman nya itu.
"Bodoh kata mu!, berani kau ya!. Sesa!, cepat katakan kalau dia itu salah!, dia itu terlalu parno dan berlebihan di setiap hal!," seru Rose menatap tajam ke arah gadis ketiga.
"A- aku gak tau Rose," ucap Sesa tak mau ikut campur dengan pertikaian kedua teman nya itu.
"Kita harus cepat pergi dari sini!, apa kau tak pernah dengar banyak gadis yang di jual di kota!," seru Tia mencoba menjelaskan kepada Rose akan semua kekhawatiran nya.
"Mbak Rea itu orang baik, gak mungkin lah dia jual kita," ketus Rose tak terima dengan tuduhan jelek Tia.
"Tapi kau belum pernah cerita ke kami bagaimana tepat nya dan berapa lama kau mengenal mbak Rea Rose!, kau hanya tiba tiba membujuk kami untuk mengikuti ajakan nya bekerja di kota," ucap Sesa dengan penuh ketakutan saat mengucapkan nya.
Namun, Rose tiba tiba terdiam.
__ADS_1
Ia tak bisa menjawab jujur kalau ia sebenar nya hanya bertemu Rea dua kali dan langsung percaya dengan semua ajakan nya.