
Sejak kejadian kaburnya Mawar dari rumah, Geyna semakin pendiam dan pemarah.
Ia juga sering dipermalukan oleh Roy dan teman temannya.
Citra rumah bordil pun semakin buruk karena Roy.
Tapi Geyna terikat dengan janjinya, ia harus bersedia melayani nafsu Roy saat Roy menginginkannya, bahkan itu secara cuma cuma.
Roy melepas nafsunya pun dengan seenaknya, ia bercinta dengan para gadis di rumah besar hanya untuk membuat mereka menderita.
Yang tak kuat dengan perlakuan Roy, memilih untuk meninggalkan rumah bordil milik Geyna dan berbindah ke tempat lain.
Gea pun menjadi sasaran amukan Geyna saat ia sedang kesal.
Menjadikan Gea pun tak respek lagi pada Geyna.
Geyna merokok di teras rumah besar.
Ia berfikir akan Mawar, sudah 6 tahun ini ia tak mendapat kabar tentang Mawar.
Bahkan ia sudah menyewa orang untuk mencarinya.
Ia ingin Balas dendam akan perlakuan Mawar padanya.
Semua yang ia miliki hancur.
Citranya sebagai wanita pemilik tempat paling berkesan bagi lelaki hidung belang sudah hancur.
Pelanggan rumahnya sekarang berkurang banyak, bahkan hanya setengah dari yang dulu.
Sebuah mobil hitam terlihat memasuki halaman rumah, Geyna menghembuskan asap rokoknya ke udara.
Terlihat dua orang lelaki kekar menuju ke arah Geyna duduk.
"Bos, kami punya info tentang Mawar untuk bos", ucap salah satu lelaki itu.
Geyna terkejut dan berdiri memandang kedua lelaki itu, tak sabar mengetahui info yang mereka bawa.
"Apa infonya..??", ucap Geyna.
"Mawar yang bos cari ternyata selama ini bersembunyi di sebuah pesantren bos, ia beberapa hari ini terlihat melintas di luar pesantren menjajahkan dagangannya, selama ini kami tak menemukannya karna dia tak pernah keluar dari pesantren", ucap lelaki itu.
Geyna tersenyum dan menghembuskan asap rokoknya lagi ke udara.
Kena kau gadis sia*an, gumam Geyna dalam hati.
"Kalian mau bonus istimewa kan..??", ucap Geyna pada kedua lelaki itu.
"Pasti dong bos", senyum kedua lelaki itu.
"Sekarang dengarkan baik baik, culik dia, kau lakukan apapun semaumu pada gadis itu, hancurkan kehormatannya, aku tak peduli, setelah itu siksa dia, kalau perlu bunuh", ucap Geyna tanpa rasa ragu sedikitpun.
Ia sudah termakan amarah dan dendamnya.
__ADS_1
Baginya Mawar bukan anaknya lagi, tapi musuh baginya.
"Siap bos", ucap lelaki itu sambil bersemangat untuk menemui bonus istimewa mereka.
Mobil hitam itu berlalu meninggalkan rumah besar.
Terlihat Geyna masih menikmati rokoknya, lalu terkekeh seperti orang gila.
Ia nampak semakin tua, meskipun tubuhnya masih nampak terawat.
___
Keesokan malam, kedua lelaki itu mendapat info dari orang suruhannya, bahwa Mawar setiap jam 4 subuh berada di dapur untuk menyiapkan sarapan, pada saat itu pun ibunya masih ada di pondok untuk menunggu waktu shalat subuh, saat telah selesai shalat ia akan meneruskan pekerjaan Mawar didapur, dan Mawar pulang ke pondok untuk shalat dan bersiap.
Pukul 3 malam, kedua lelaki itu menyelinap masuk ke pesantren dari arah belakang dan masuk ke perkebunan.
Mereka bersembunyi di belakang dapur.
Menunggu saat yang tepat untuk menyergap Mawar.
Masih pukul setengah 4, terlihat seorang gadis masuk ke dapur.
"Bang, itu Mawar bang", ucap salah satu lelaki pada rekannya.
"Kamu yakin..??", ucap lelaki yang satunya.
"Yakin lah bang, ciri cirinya persis sama yang informan kita berikan, jam segini dia pasti mulai bersiap untuk memasak", ucap lelaki itu.
Mereka mengamati situasi yang ada.
Saat situasi terasa aman, mereka melancarkan aksinya.
Mereka mengendap ngendap dan membungkam mulut gadis itu.
Mereka membopongnya ke arah tengah perkebunan milik pesantren.
Mereka mengikat tangan dan mulut gadis itu.
Mereka tersenyum seolah mendapatkan hidangan segar didepan mata mereka.
"Bos sikat bos, gantian, keburu ada orang", ucap salah satu lelaki itu.
Rekannya tanpa banyak bicara melancarkan aksi bejatnya.
Gadis itu hancur di tangan kedua lelaki kekar itu.
Mereka dengan kasarnya melepaskan nafsu mereka tanpa kenal ampun.
Gadis itu hanya bisa menangis dan terisak.
Setelah mereka puas, mereka ingin membunuh gadis itu sesuai perintah Geyna.
Tetapi terdengar suara anak anak santri sudah mulai bangun.
__ADS_1
"Dah tinggal aja si Mawar ini di sini, toh perintah mami Geyna dah kita laksanain", ucap salah seorang dari lelaki itu.
Mereka pun kabur dengan tergesa gesa meninggalkan gadis itu.
Gadis itu sempat mendengar nama Mawar dan mami Geyna, lalu pingsan.
___
Pukul 5 pagi, seorang santriwati berteriak dan berlari dari arah kebun.
"Tolongg...!!, tolong...!!, ada Mayat..!!", teriak gadis itu menggemparkan seisi pesantren.
Pak kyai Usman dan istrinya yang saat itu menginap di sana ikut mendekat ke arah teriakan.
Tak butuh waktu lama, semua sudah bergerumbul di tempat kejadian.
"Masyaallah", ucap pak kyai memalingkan pandangannya dari gadis yang tergeletak di tanah.
"Buk, tolong cek kondisinya", ucap pak kyai.
"Baik pak", ucap istri pak kyai bergegas mendekati gadis itu.
"Masih hidup pak, ayo semuanya tolong, kita bawa ke rumah sakit..!!", ucap istri pak kyai.
Ambulan pun telah sampai, gadis itu di bawa ke rumah sakit terdekat.
Sampai di ruang Icu dan di tangani dokter.
Para dokter menyampaikan bahwa gadis itu kritis dan mungkin kecil kemungkinannya bisa bertahan hidup.
Pak kyai dan istrinya meminta masuk menemui gadis itu.
"Assalammualaikum, astagfirullah siapa yang tega melakukan ini padamu nak..??", ucap pak kyai.
Istri pak kyai menangis di samping gadis itu, melihat sekujur tubuhnya yang babak belur dan memar.
"Ma....ma...mawar, dalammm, ba..ba..haa..yaa....Gey...geyna", ucap gadis itu berusaha menyampaikan apa yang ia dengar.
Pak kyai terbelalak mendengar ucapan gadis itu.
"Nia, apa maksud kamu...??, Mawar dalam bahaya..??", ucap istri pak kyai yang khawatir memandang ke arah pak kyai.
Ternyata gadis itu adalah Nia, ia berniat mengambil minum malam itu.
Nyatanya nasib naas menimpa dirinya.
Belum sempat ia berbicara lagi, Nia kejang dan akhirnya menghembuskan nafas yang terakhir.
"Astagfirullah, Nia..!!, dokter...!!", terial istri pak kyai.
"Innalillahi", ucap pak kyai sempat ingin roboh menerima kenyataan ini.
Sungguh wanita ibl*s Geyna itu, astagfirullah, gumam pak kyai dalam hati.
__ADS_1