Salahkah Aku, Jika Mendambakan Surga..??

Salahkah Aku, Jika Mendambakan Surga..??
Teror dari Rahel


__ADS_3

Sudah beberapa hari ini Rahel terus saja mengintai kediaman Mawar.


Fokusnya adalah mengetahui alur jadwal kebiasaan Burhan sehari harinya.


Setelah ia rasa sudah yakin dengan rencananya.


Ia akan memulai serangannya pada suami Mawar itu.


"Jangankan kamu..!!, malaikatpun akan ku tantang jika berani mengusik hidupku", seru Rahel pergi meninggalkan area pengintaiannya.


Beberapa hari kemudian.


Rahel berusaha membuat keluarga Mawar dilanda ketakutan terlebih dahulu.


Rahel melakukan teror demi teror untuk membuat nyali musuhnya ciut dan dilanda ketakutan yang luar biasa.


Dari mulai adanya bangkai ayam yang tergantung di depan rumah.


Kaca jendela yang pecah terkena lemparan batu dari luar.


Dan hal hal mengerikan lainnya.


Bahkan demi membuat Mawar semakin tak tenang, Rahel dengan teganya melukai Fatimah anak kandungnya sendiri.


Ia dengan sengaja membuat Fatimah keracunan ringan dengan permen pemberiannya.


Yang membuat Fatimah harus di rawat beberapa hari di rumah sakit.


"Gimana keadaan anakku dokter..??", ucap Mawar gelisah.


"Kondisi Fatimah sudah mulai stabil, hanya sedikit racun yang masuk di tubuhnya, aku hanya bingung, kenapa Fatimah bisa keracunan..??", ucap dokter Malik memeriksa kondisi Fatimah.

__ADS_1


"Kami juga tak tau Malik, saat kami temui dia, kondisinya sudah muntah muntah dan lemas", ucap Burhan menggendong Aqly, putra dari pernikahannya dengan Mawar.


"Aku sangat hati hati dengan makanan Fatimah dan Aqly, bahkan untuk jajan Fatimah pun aku yang belikan, dan tempatnya pun tak sembarangan", ucap Mawar masih heran dengan Fatimah yang tiba tiba keracunan.


Tingg....(ponsel Burhan menyala).


"Siapa mas..??", ucap Mawar.


Burhan langsung membaca isi whatsapps dari nomor yang tak ia kenal sebelumnya.


Seketika ia menjadi syok.


Melihat itu, Mawar langsung mengambil Aqly dari gendongan suaminya dan membaca isi pesan itu.


Mawar pun terlihat sangat terkejut dan syok melebihi Burhan.


Saat tubuh Mawar seakan mau roboh.


"Ada apa ini sebenarnya..??", ucap dokter Malik kebingungan dengan syok nya Burhan dan Mawar.


Langsung saja dokter Malik mengambil ponsel Burhan dan membacanya.


...Selanjutnya adalah kamu...!!...


"Siapa yang berani mengancam kalian...??", seru dokter Malik terkejut.


"Hanya ada satu orang", ucap Burhan memapah Mawar untuk duduk di sofa, ia nampak sangat gelisah saat itu.


"Siapa..??", tanya dokter Malik penasaran.


"Kau benar benar tak tau..??", seru Burhan.

__ADS_1


Lalu dokter Malik memandang ke arah Burhan dan Mawar.


Fikirannya lalu memunculkan sebuah nama.


"Rahel...!!,mungkinkah..!!", seru dokter Malik tak menyangkanya.


"Siapa lagi yang bisa melakukannya Malik...!!", seru Burhan membawa Mawar keluar dari ruang inap Fatimah.


Burhan dan Mawar duduk terdiam di kantin rumah sakit.


Mereka memikirkan teror demi teror yang dilakukan oleh Rahel pada mereka.


Tolong jangan hancurkan kebahagiaanku ini Rahel...!!, gumam Mawar dalam hati.


Tiba tiba lamunan Mawar dibuyarkan oleh sentuhan Burhan.


"Sudahlah Mawar, kita akan dapat melaluinya sama sama", ucap Burhan menenangkan Mawar, walaupun hatinya juga sedang gelisah.


"Aku tak mau kehilangan orang yang ku cintai lagi mas, cukup mami saja", ucap Mawar meneteskan air matanya kembali.


"Itu tak akan terjadi Mawar", ucap Burhan kembali menenangkan Mawar.


"Tapi...!!, kamu tau sendiri kan teror teror yang ia tujukan untuk kita...!!, bahkan dia berani melukai Fatimah anaknya sendiri..!!", seru Mawar tak dapat mengendalikan emosinya.


Burhan langsung memeluk Mawar.


Ia tak bisa berkata apa apa lagi.


Sejujurnya hatinya juga membenarkan semua ucapan dari Mawar.


Bagaimana jika Rahel benar benar bertindak nekat..??, apakah aku benar benar dalam bahaya..??, bagaimana nasib Mawar dan anak anakku kelak jika aku tak ada..??, gumam Burhan dalam hati, seakan ia memiliki firasat kuat akan sesuatu hal yang akan segera menimpa dirinya.

__ADS_1


__ADS_2