Salahkah Aku, Jika Mendambakan Surga..??

Salahkah Aku, Jika Mendambakan Surga..??
Baby sister dadakan.


__ADS_3

Susan memandangi mobil yang tengah berhenti disampingnya.


"Sorry, nunggu lama ya..", seru Rahel membuka kaca mobilnya.


"Rahel....??, kamu lama banget sih...!!, ucap Susan masuk kedalam mobil Rahel sembari menyalakan ac mobil.


Mobil Rahel melaju kembali menuju rumah Jeri.


"Kamu apa kabar...??", ucap Rahel.


"Baik, kamu gimana...??", ucap Susan mengelap keringatnya akibat terpanggang dijalanan karna menunggu Rahel.


"Tumben kamu hubungi aku, bukannya kamu jeles ya sama aku gara gara bayi itu, trus kamu gak penasaran gitu saat ketemu aku lagi..??", ucap Rahel.


Bisa curiga Rahel kalau aku sebenarnya udah tau kondisi anak Rahel selama ini, gumam Susan dalam hati.


"Ohh ya, gimana kabarnya..??, udah lama aku gak ketemu dia", tanya Susan menghilangkan kecurigaan Rahel.


"Ya gak sama aku lah, aku cuma mau ngetes kamu doang, kepo gak soal bayi itu", ucap Rahel tertawa.


"Emang dia dimana sekarang...??", tanya Susan memancing.


"Gak tau Susan", ucap Rahel.


"Lhoo kok gak tau sih..??", ucap Susan pura pura kepo.


"Aku tinggalin dia dijalanan", seru Rahel tanpa rasa bersalah.


"Sadis kamu ya", ucap Susan pura pura tak tau.


"Ya gimana lagi, ya udah deh, gak usah bahas itu, kita have fun aja, okey", ucap Rahel merangkul Susan.


"Nyetir yang bener dong, ehh iyaa, ini arah kemana...??", tanya Susan heran.

__ADS_1


"Kita mampir dulu ke rumah Jeri ya", ucap Rahel.


"Kamu masih hubungan sama Jeri..??, gak ada kapok kapoknya ya, udah nikah juga..!!", seru Susan tak habis pikir dengan sahabatnya itu.


"Ya elah Susan, berhenti bersikap jadi menyebalkan deh, kamu ikut aku aja deh ya, aku butuh bantuan kamu", ucap Rahel.


"Bantuan...??, gak gak...!!, pasti hal buruk lagi kan", seru Susan.


"Pliss..., cuma sama kamu aku bisa sharing", ucap Rahel memohon.


"Okey, okeyy", ucap Susan selalu tak bisa menolak semua permintaan Rahel.


"Makasihhh", ucap Rahel mengecup pipi Susan.


Beberapa saat kemudian.


Mobil Rahel sudah terparkir dibagasi mobil Jeri.


"Kenalin, ini Gea, Gea ini Susan", ucap Rahel memperkenalkan Susan di depan Gea.


Gea hanya terdiam dan menyembulkan asap rokoknya keudara.


Bahkan Susan pun juga tak terlalu memperhatikan keberadaan Gea.


"Hay Susan, kamu makin cantik aja", ucap Jeri mendekati Susan.


Susan tak menghiraukan Jeri, ia langsung duduk di sofa.


"Trus, kamu minta tolong apa nih Hel..??", ucap Susan tanpa basa basi, ingin dia cepet keluar dari rumah Jeri dan dari tengah tengah rekan Rahel yang pastinya semuanya licik.


"Dimana dia Jer...??", seru Rahel.


"Dikamar", ucap Jeri masih kesal tak dianggap oleh Susan.

__ADS_1


"Yuk Sus", ucap Rahel mengajak Rahel ke kamar.


Rahel pun membuka pintu kamar tempat Fatimah berada.


"Kamu mau nunjukin apa sih Hel..??", ketus Susan.


"Tuhh..!!, liat aja sendiri", ucap Rahel mendekati Fatimah.


Susan sedikit kaget melihat seorang anak di kamar itu, ia tertidur sambil meringkuk di pojokan kamar.


Wajahnya tertutup tangannya, sehingga Susan tak mengenali siapa anak dihadapannya itu.


"Anak siapa Hel..??, gila kamu ya...!!, kamu culik anak..??", seru Susan syok.


"Stttt, aku minta bantuan kamu Susan, bukan ceramah kamu", ucap Rahel tak merasa bersalah sedikitpun.


"Trus mau kamu apa sekarang ..??", seru Susan.


"Kamu mau cepet aku kembaliin dia ke orang tuanya kan, kamu kasian kan sama dia, jadi kamu bantu aku rawat dia selama disini, okey...!!", ucap Rahel.


"Gila kamu..!!", ketus Susan.


"Kamu mau gak...??, kalau kamu gak mau ya udah, biarin dia gak keurus disini, aku mah ogah urus dia", ucap Rahel keluar dari kamar.


"Okey, okey..!!, kamu puas..!!", seru Susan menyanggupi permintaan Rahel.


Rahel pun tersenyum dibuatnya.


Rencananya berhasil membujuk Susan untuk merawat Fatimah.


"Sangat puas, makasih ya Susan, kamu emang sahabat aku", ucap Rahel keluar dari kamar menemui Jeri dan Gea.


"Kasian sekali kamu nak", ucap Susan menatap anak itu yang ia tak sadari bahwa itu ialah Fatimah.

__ADS_1


__ADS_2