
"Bunda akan menemani mu sampai ijab qobul selesai sayang," ucap Mawar setibanya di samping Fatimah kembali, ia masih nampak terlihat duduk tenang di tepi ranjang nya.
Dengan mata berbinar Fatimah menyambut kedatangan sang bunda tercinta, dan dalam sekali pandang saja Mawar langsung bisa mengartikan kegelisahan dalam diri putri nya.
"Bunda," ucap Fatimah mencoba meluapkan perasaan nya yang bercampur aduk saat itu.
Antara senang dan juga takut kini menyelimuti hati nya.
Ia begitu bahagia karna pernikahan nya tidak lagi terancam gagal.
Namun Fatimah juga takut sang bunda mengambil keputusan itu karna semata mata hanya kasihan pada diri nya, dan akhir nya hanya akan memperburuk kondisi sang bunda di masa mendatang.
"Cukup Fatimah, bunda tahu apa yang ingin kau katakan. Percayalah, seorang ibu selalu berusaha melakukan yang terbaik untuk anak anak nya, bunda menerima nya karna bunda yakin dia baik untuk mu, bunda bisa menolak nya saat itu juga jika bunda rasa ia tak baik untuk mu meskipun kau bersikeras untuk bersama nya," ucap Mawar seketika membuat air mata Fatimah kembali menetes.
Tanpa menjawab, Fatimah segera memeluk sang bunda dengan erat nya.
Sesaat ia begitu tak menyangka akan bisa melewati begitu banyak cobaan yang akhir nya ia bisa sampai di titik ini.
------##-----
Tak membutuhkan waktu lama untuk mengucapkan kalimat sakral ijab qobul.
__ADS_1
Dengan penuh kesungguhan dan keyakinan, tuk kedua kali nya Bos besar bisa mengucap janji sakral ijab qobul dengan sekali tarikan nafas.
"Sah,".
Itulah kata kata inti di acara hari itu.
Kata kata yang mampu merubah kehidupan dua insan menjadi lebih sempurna.
Tak di sangka air mata menetes dari kedua mata Bos besar.
Ia begitu tak menyangka akan berada di moment itu setelah semua hal buruk yang telah ia lakukan dalam hidup nya.
Sekalipun dia tak pernah menyangka akan bisa bersanding dengan seorang perempuan dalam janji suci pernikahan.
Begitu banyak wanita yang aku temui selama ini, Tapi hanya dia, batin Bos besar sekilas melihat bayangan almarhum sang ibu juga ikut mengiring Fatimah menuju ke arah nya.
Hal itu begitu membuat nya semakin tak bisa membendung isak tangis.
Hingga membuat heran Aqly serta kakek Bram bahkan orang orang yang sudah begitu mengenal akan sosok Bos besar di masa lalu.
"Aku titipkan putri ku pada mu, aku akan membawa nya kembali pulang bersama ku jika bukan kebahagiaan lagi yang ia dapatkan," ucap Mawar mengusap lembut wajah sang mempelai pria selembut sentuhan seorang ibu kepada anak anak nya.
__ADS_1
Hanya anggukan yang bisa Bos besar berikan untuk kalimat pengingat yang di ucapkan sang ibu mertua.
Lisan nya begitu beku hingga tak kuasa lagi berkata kata.
Saat punggung tangan nya di kecup oleh Fatimah, hati Bos besar kembali bergetar.
Ia kembali teringat akan pernikahan pertama nya dengan Fatimah dahulu.
Hati nya kini penuh dengan kebahagiaan di bandingkan dengan pernikahan nya dahulu.
Sungguh, kau tidak berubah menyikapi pernikahan kita, entah terpaksa ataupun tidak kau tetap menghormati ku dan menerima ku dengan ikhlas sebagai suami mu, dan kini aku mengerti akan ketulusan mu itu, batin Bos besar sembari melingkarkan cincin khusus yang telah ia pesan untuk sang istri tercinta.
Sementara di kejauhan, Aqly tak henti henti nya menatap ke arah Mira.
Mereka saling pandang tanpa bertegur sapa sedikitpun.
Raut wajah Mira juga seakan tak seceria biasa nya.
Bibir Aqly hampir saja menyebut dan memanggil nya saat itu.
Tapi seketika Mira menghindar dan memilih pergi menjauh dari Aqly.
__ADS_1