Salahkah Aku, Jika Mendambakan Surga..??

Salahkah Aku, Jika Mendambakan Surga..??
Berkenalan dengan dunia malam.


__ADS_3

Karna Mawar telah menjadi istri dari dokter Malik.


Pak Bram memutuskan kembali ke rumah nya yang lama.


Membiarkan putra nya pulang ke rumah sang istri, karna amat di sayang kan jika tanah dan rumah yang telah di bangun Mawar kembali menjadi kosong.


Pekerjaan dokter Malik pun ia boyong ke sana.


Ia memutuskan berhenti dari rumah sakit dan membuka klinik nya sendiri.


Terlebih di tempat Mawar sulit untuk para warga mencari rumah sakit besar atau hanya sekedar petugas kesehatan yang akses nya begitu jauh dari tempat mereka tinggal.


Mawar pun akhir nya memiliki kesibukan baru, ia sangat senang membantu dokter Malik merawat pasien pasien nya.


Mereka bahkan bekerja sama dengan sangat baik di klinik mereka.


Namun berbeda dengan Aqly, karna suasana baru itu, ia malah merasa tertekan dengan semua yang ia lihat di dalam rumah nya sendiri.


Hingga ia mulai sering pulang larut malam. Tak jarang pula ia memilih menginap di rumah teman sekolah nya.


Aqly semakin sulit di nasehati, entah sudah berapa lama ia bahkan tak pernah duduk berbincang dengan anggota keluarga nya sendiri.


Dan sudah beberapa tahun ini, Mawar sulit sekali mengajak Aqly untuk sholat berjamaah.


Itu semua juga berimbas pada Fatimah, yang akhirnya selalu menjadi sasaran kemarahan dan sakit hati dari Aqly.


Hinaan dan cacian untuk dirinya sudah biasa terdengar dari mulut adik nya itu.


Malam itu.


Dengan masih memakai seragam sekolah, Aqly terlihat merokok di sudut halte bus.


Ia masih nampak terbatuk batuk dan menyesuaikan diri dengan hisapan rokok nya.


Karna Aqly masih terhitung baru dalam mengenal rokok meskipun sikap dan ucapan nya sangat buruk di depan keluarga nya.


Seperti biasa, malam ini ia tak ingin pulang ke rumah nya sendiri.


"Lebih baik aku tidur di halte bus malam ini", ketus Aqly sembari menyembulkan asap rokok ke udara.


Malam itu tak ada tujuan kemana ia akan pergi.


Rumah teman yang selalu jadi tujuan nya nampak kosong malam itu.


Untuk ke hotel pun tak bisa, kartu kredit nya sudah melebihi limit pemakaian untuk bulan ini.


"Cih !, limit segitu aja bisa bisa nya bunda marahin aku setiap bulan nya", ketus Aqly mengingat saat diri nya di marahi oleh sang bunda karna sikap boros nya yang keterlaluan.


Tak di rasa, putung rokok terakhir nya telah habis.


Aqly beranjak tidur di halte bus tanpa berselimut apapun.

__ADS_1


___


Jam menunjukkan pukul 12 malam.


Mawar masih berdiri di jendela kamar menatap ke arah gerbang depan rumah nya.


Berharap Aqly pulang ke rumah malam itu.


"Tidurlah Mawar", ucap dokter Malik membujuk.


"Bagaimana aku bisa tidur jika Aqly belum pulang mas ?", seru Mawar gelisah.


"Dia bukan kali pertama nya tak pulang, ia pasti di rumah Riko teman sekolah nya itu", ucap dokter Malik mencoba menghilangkan kegelisahan Mawar.


"Tapi, dia punya rumah, dia punya keluarga, kenapa dia harus nyaman di rumah orang lain mas ?", keluh Mawar.


"Lelaki kadang lebih mementingkan ego dan keinginan nya Mawar, jika kamu mengekang nya ia akan memberontak", ucap dokter Malik menasehati.


"Aku heran, kenapa dia tak bisa dewasa di usia nya yang hampir masuk perguruan tinggi ", keluh Mawar lagi dan lagi.


"Selama ia tidak mengenal dunia malam dan barang haram lain nya kita pasti bisa merubah dia lebih baik lagi, aku percaya Aqly tidak mungkin berani mendekati dunia seperti itu", ucap dokter Malik dengan keyakinan nya.


"Aku harap begitu, aku juga sudah ingatkan dia setiap hari untuk menjauhi semua itu mas", timpal Mawar.


"Kamu sudah melakukan yang terbaik Mawar, semua orang juga tahu itu", ucap dokter Malik membuat sebuah senyuman muncul di bibir Mawar.


"Apa aku harus kirim Aqly ke Amerika ya mas, biar dia bersama Susan, Susan lebih bisa mengontrol nya dari pada aku", seru Mawar.


"Terima kasih mas", ucap Mawar sekali lagi memandang ke arah gerbang depan rumah nya.


Berharap Aqly muncul dari sana.


"Kalau begitu cepatlah istirahat", seru dokter Malik berjalan menuju sebuah pintu di kamar itu yang ternyata adalah kamar tersendiri milik dokter Malik.


Terima kasih mas, selama aku mengenal mu hanya kebaikan yang kamu berikan pada ku, semoga Allah membalas kebaikan mu yang tak bisa aku balas dengan apapun, kamu lelaki baik, bahkan sampai detik ini kamu menepati janji yang kamu buat sendiri untuk pernikahan kita, maafkan aku tidak bisa memberikan cinta dan hati ku untuk mu, semoga di kemudian hari Allah mengirimkan wanita yang bisa menggantikan ku di hati mu, gumam Mawar dalam hati sembari menutup gorden jendela nya dan bersiap untuk tidur walaupun mungkin ia akan gelisah sepanjang malam.


Sementara di halte bus.


Segerombolan mobil dan motor berlalu lalang melewati Aqly yang sedang tertidur pulas.


"Berisik !", sentak Aqly terbangun dari tidur nya.


Ia lalu mengamati suara berisik yang telah membangunkan tidur nya.


"Mau kemana mereka ?", seru Aqly penasaran.


Karna penasaran, ia mencoba berlari mengejar kemana arah mobil dan motor itu pergi.


Nampak mereka berhenti di depan sebuah club malam di sebuah gang sempit yang tak terlihat dari jalan raya utama.


"Baru kali ini aku melihat club malam saat mereka beroperasi, keren juga !, pengunjung nya juga banyak, aku jadi penasaran di dalam kayak apa", seru Aqly mengeluarkan dompet nya dari dalam saku celana.

__ADS_1


"200 rb ?, kayak nya cukup kalau hanya buat lihat lihat, terus langsung cabut deh", seru Aqly mengecek sisa uang tunai nya.


Ia segera bergegas namun langsung di hadang oleh petugas keamanan di depan pintu club.


Mereka terus menatap Aqly yang masih memakai seragam SMA nya.


"Bocah !, lupa jalan pulang ya !, sana sana pergi !", sentak seorang petugas keamanan mencoba mengusir Aqly.


"Bentar lah om, aku cuma mau masuk bentar doang, plis !", seru Aqly memohon.


"Gak boleh !, kalau club ini di datengin polisi lalu lihat anak ingusan di sini dan nutup nih club, kamu mau tanggung jawab hah !", teriak petugas keamanan yang lain.


"Tapi aku pingin banget lihat dalem club tuh kayak apa, ayolah om", seru Aqly masih bersikeras untuk masuk.


Bersamaan dengan itu dari kejauhan ada seorang pemuda yang baru turun dari mobil nya, merasa penasaran saat melihat Aqly yang bersitegang dengan dua petugas keamanan itu, ia pun menghampiri mereka.


"Bawel banget nih anak !", sentak seorang petugas keamanan sembari mengangkat kepalan tangan nya.


Saat kepalan nya akan mengenai wajah Aqly.


Pemuda itu tiba tiba menepis tangan sang petugas.


Melihat siapa yang ada dihadapan mereka, kedua petugas keamanan itu langsung diam dan menunduk takut.


"Ada apa ini ?", tanya pemuda itu.


"I, ini bos, anak kecil ini mau masuk ke dalam", ucap seorang petugas.


"Benarkah ?, tapi kamu masih pakai seragam, apa tidak sebaiknya kamu pulang ke ibu mu ?", ucap pemuda itu dengan nada meledek.


"Tolong lah om !, aku cuma penasaran dengan yang ada di dalam", seru Aqly tetap bersikeras untuk masuk.


Membuat pemuda itu sedikit tertarik dengan nyali Aqly.


"Memang nya apa alasan mu ?", tanya pemuda itu dengan wajah yang nampak serius.


"Aku ingin berkenalan dengan dunia malam", ucap Aqly dengan wajah tak kalah serius dari pemuda di hadapan nya.


Membuat pemuda itu seketika tertawa dengan kencang nya.


__


Hayoo tebak🤔, Bagaimana kelanjutan nya nih ?.


Aqly berhasil masuk gak yah ?🤔


Bocoran dikit yah 🤭, insyaallah pemuda itu nanti nya akan menjadi tokoh utama kedua setelah Fatimah😲.


Stay terus ya kak🤗, tunggu episode episode selanjut nya.


Bagi like, favorit, hadiah dan vote nya ya 💞, aku tunggu, terima kasih☺️☺️.

__ADS_1


__ADS_2