
Mendengar bahwa Mawar akan segera menikah dengan Burhan.
Dokter Malik pun mempercepat hari pernikahannya juga.
Ia sengaja mengirimkan kartu undangan ke kediaman Mawar, agar membuat Mawar merubah keputusannya untuk menikah dengan Burhan.
Tapi ternyata itu malah menjadi bumerang baginya.
Mawar tidak terpengaruh sedikitpun akan undangan dokter Malik, terlebih Mawar telah mengetahui bahwa mereka adalah saudara seayah.
Dokter Malik terpaksa lebih cepat menikah dengan Rahel karna imbas dari rencananya sendiri, yang sebenarnya pernikahan itu hanya ia jadikan tujuan balas dendamnya saja.
"Wowww, so beautiful baby...!!", seru Dara masuk ke kamar Rahel.
Rahel yang tengah dirias dengan cantiknya tersenyum pada Dara.
"Hari ini kan hari spesial Rahel mi, tentu dong Rahel cantik, pasti bidadari pun iri melihat Rahel sekarang", ucap Rahel menatap cermin di depannya dengan penuh percaya diri.
Rahel terlihat sangat berbunga bunga hari itu, hari pernikahannya dengan dokter Malik.
Lelaki yang awalnya ia pilih hanya karna hartanya, sekarang ia mulai menyukainya.
Terlebih karna dalam beberapa bulan ini dokter Malik bersikap lembut padanya, semenjak kejadian Mawar menolak Dokter Malik mentah mentah dihadapan Burhan.
Rahel juga telah melupakan penghinaan dokter Malik padanya, ia sudah terlanjur terlena oleh rayuan dan tutur kata dokter Malik akhir akhir ini.
"Acaranya dah mau mulai tuh, yuk sayang", ucap Dara merapikan gaun anaknya.
"Udah perfect belum mi..??", ucap Rahel berputar putar didepan cermin mengagumi kecantikannya sendiri.
__ADS_1
"1000% perfect deh sayang", ucap Dara mencium Rahel dan menggandengnya menuju ke ruangan resepsi pernikahan.
Dokter Malik terlihat gagah dengan setelan jas nya yang berwarna senada dengan gaun yang dikenakan Rahel.
Ia melemparkan senyumnya kepada Rahel yang telah memasuki tempat ijab kobul.
Semewah apapun gaunmu, secantik apapun kamu dimata para tamu, kamu tetap wanita rendah di hadapanku, gara gara kehadiranmu Mawar salah sangka dan tak mau lagi menerimaku, dan apa yang kamu banggakan...??, tubuhmu itu..??, wajahmu itu..??, kamu tak bisa menipu mata seorang dokter, hanya satu yang tak ku tau, sudah berapa lelaki yang sudah menjamah tubuhmu itu, gumam dokter Malik dalam hati berpura pura bahagia menyambut kedatangan Rahel disampingnya.
Sedangkan di tempat lain.
Mawar juga berjalan menuju ke tempat resepsi, tempat ia akan bersanding dengan Burhan, lelaki pilihannya.
Mawar nampak anggun dan sangat cantik dengan kebaya dan hijabnya.
Wajahnya bersinar membuat para tamu mengagumi kecantikan alami dari Mawar.
Burhan pun tertegun di tempatnya berdiri.
"Subhanallah", ucap Burhan mendapati Mawar telah sampai di sampingnya.
Mawar hanya tertunduk Malu sambil tersenyum melihat ekspresi dari calon suaminya.
"Nak, Burhan sampai tak berkedip melihatmu", bisik mbak Lastri.
"Ibukkk..!!", ucap lirih Mawar sambil tersipu malu.
"Kedua mempelai siap..??", ucap pak penghulu memulai acaranya.
"Siap pak", ucap Burhan mantap.
__ADS_1
Burhan dan dokter Malik pun sama sama menyelesaikan lantunan ijab kobul mereka.
Dikediaman calon istri mereka masing masing.
Gema kata sah pun terdengar di kedua tempat.
Menandakan kedua pasangan itu sudah resmi menjadi suami istri di hadapan negara dan dihadapan Allah dan agamanya.
Hanya saja, pernikahan dokter Malik terjadi hanya karna dasar balas dendam dan bisnis semata.
Sedangkan pernikahan Mawar dan Burhan terjadi karna restu dari Allah.
Mawar pun mencium punggung tangan suaminya.
Semua turut bahagia dengan pernikahan Mawar dan Burhan, terlebih untuk Geyna pribadi.
Ini merupakan pertama kalinya ia menjadi manusia yang mengikuti alur takdir, menjadi seorang ibu, menyaksikan sang anak menempuh hidup baru, dan menjadi nenek bagi Fatimah, sungguh semua itu sangat ia nikmati lebih dari masanya saat menjadi primadona di rumah bordil di masa silam.
Tiba tiba Fatimah terkekeh di gendongan Geyna, membuat Mawar dan Burhan terpancing untuk menggendongnya.
"Fatimah...??, sekarang panggil om, ayahhhhh..!!, okeyyy", ucap Burhan mengambil fatimah dari gendongan Geyna.
Mawar pun tersenyum bahagia melihat keluarga kecil bahagianya itu.
"Kita foto keluarga dulu yuk...!!", seru mbak Lastri datang dengan fotografer pernikahan mereka.
Mereka pun berfoto layaknya keluarga bahagia.
Senyum bahagia tanpa paksaan terukir di setiap wajah di foto itu.
__ADS_1
Foto itu juga langsung menjadi foto favorit bagi Geyna sekarang dan di masa depan.