Salahkah Aku, Jika Mendambakan Surga..??

Salahkah Aku, Jika Mendambakan Surga..??
Sebuah Keputusan


__ADS_3

Para tamu sudah mulai harap harap cemas menunggu kedatangan sang pengantin perempuan.


Terlebih bu Maryam yang nampak gelisah di tempat duduknya.


Berbeda dengan dokter Malik.


Ia begitu tenang menunggu kehadiran Mawar di pelaminan.


Ia yakin apapun keputusan Mawar, itu pasti yang terbaik.


Bu Maryam yang melihat ketenangan dalam diri anaknya pun mencoba menegurnya.


"Nak...!!, apa mami jemput saja Mawar..??", bisik bu Maryam kepada dokter Malik.


"Tidak usah mi, kita tunggu saja, berikan dia waktu untuk memutuskan", ucap dokter Malik memandangi dekorasi cantik yang menyulap rumahnya bak istana sambil menghela nafas panjang.


"Apa maksudmu..?", seru bu Maryam semakin gelisah.


Tapi tak ada jawaban dari dokter Malik sepatah katapun.


Tiba tiba staff wedding datang dengan terengah enggah, ia berbisik pada rekannya.


Nampak raut wajah staff lelaki itu begitu terkejut.


"Omg..!!", ucap staff lelaki itu sambil menggaruk kepalanya.


Staff lelaki itu pun berjalan mendekati dokter Malik dan berbisik di telinganya.


Dokter Malik seakan tak percaya dan berlari ke arah kamar Mawar.


Sontak seluruh undangan pun berdiri dari tempat duduknya.


"Tenang ya semuanya...!!", seru staff lelaki itu membuat para tamu kembali tenang.


"Apa yang sebenarnya terjadi..??", seru bu Maryam kebingungan.


Staff lelaki itu hanya terdiam dan menunduk.


Bu Maryam yang semakin bingung di buatnya.


Ia segera berlari mengejar dokter Malik sembari mendorong kursi roda suaminya.

__ADS_1


Sesampai di kamar Mawar.


Bu Maryam melihat dokter Malik yang telah mematung di dalam kamar.


"Ada apa Malik...!!, mana Mawar...??", seru Bu Maryam mencari Mawar di setiap sudut kamar.


"Ma...ma...a...war", ucap Bram menarik narik jas dokter Malik.


Tapi ia tetap tak bergeming dan seketika terduduk di ranjang sambil membawa sepucut surat di tangannya.


"Mana Mawar..??", seru bu Maryam meneteskan air matanya, ia berharap firasatnya keliru tentang itu semua.


Dokter Malik mengusap air matanya dan memeluk sang ibu.


"Mi, tolong kuatkan Malik", seru dokter Malik tak bisa membendung tangisnya lagi.


Bu Maryam yang sadar akan apa yang telah terjadi mencoba kuat untuk dokter Malik.


Ia mengusap punggung anaknya sambil terus memeluknya.


Bram pun seketika menangis tersedu sedu.


Ia sudah dapat mengartikan apa yang telah terjadi di hadapannya hari itu.


Maafkan aku Burhan, aku tak bisa memenuhi amanatmu, cintanya sangat besar padamu, gumam dokter Malik dalam hati sambil menangis di pelukan bu Maryam.


...Assalammualaikum......


...Teruntuk Dokter Malik...


...Aku tak pernah menyesal mengenalmu......


...Aku juga tak pernah menyesal pernah mencintaimu.......


...Tapi dokter.......


...Bunga dan dedaunan bisa layu seiring waktu......


...Begitu juga dengan Mawar mu ini......


...Kini semua nya tak lagi sama, masa telah berubah......

__ADS_1


...Kini cintaku hanya untuk anak anakku dan untuk almarhum suamiku......


...Aku begitu bahagia karna anak anakku bisa mendapatkan kasih sayang dari mu yang tak kan pernah mereka dapatkan lagi dari ayahnya......


...Aku juga sangat berterima kasih karna kamu masih mau menerima bunga yang layu seperti diriku ini.......


...Kamu tak pernah memandang asal usulku......


...Kamu yang sangat menyayangi dan menjaga anak anakku......


...Sungguh....!!, kebaikanmu padaku membuatku malu mengatakan semua ini.......


...Tapi ini keputusanku dokter......


...Keputusan yang ku ambil setelah memikirkan semuanya.......


...Cita cita ku di dunia ini sekarang tinggal satu......


...Melihat anak anak ku tumbuh pintar, sehat dan memiliki iman di hatinya......


...Dan cita cita akhiratku juga cuma satu dokter.......


...Aku ingin berada di surganya Allah......


...Tentunya dengan izin yang maha kuasa.......


...Aku ingin di sambut hanya dengan seorang lelaki saja, yaitu suamiku.......


...Aku ingin melihat senyumnya dan uluran tangannya membawaku memasuki surga, yang kuyakin itulah tempatnya berada sekarang.......


...Sekali lagi maafkan aku.......


...Inilah keputusanku......


...Aku tak akan menikah lagi, selama nafas ini masih bersamaku.......


...Izinkan aku pergi jauh bersama anak anakku....


...Aku titipkan ibu Maryam dan ayah Bram padamu......


...Aku yakin mereka akan lebih bahagia bersama dirimu di banding dengan diriku......

__ADS_1


Maafkan aku....


Wassalammualaikum....


__ADS_2