Salahkah Aku, Jika Mendambakan Surga..??

Salahkah Aku, Jika Mendambakan Surga..??
Sebuah tugas baru 2.


__ADS_3

Kenapa semua orang begitu tertarik hanya dengan mendengar nama nya saja?, apa sebenar nya istimewa nya si Fatimah itu!, batin Rea begitu kesal sembari menatap wajah bringas bos baru nya dari pantulan cermin kemudi.


"Bisa kau percepat jalan mobil ini!," perintah tuan Danu yang lagi lagi tak bisa di tolak oleh Rea.


Dengan cepat, kaki nya segera menginjak pedal gas sesuai perintah dari tuan Danu.


Setelah kepulangan Rea dari rumah Bos besar, keesokan hari nya tuan Danu meminta Rea mengantarnya ke rumah itu lagi.


Ia begitu ingin menagih sosok gadis yang pernah di tawarkan kepada nya beberapa bulan yang lalu.


...***...


"Apa selanjut nya tuan?," tanya Rea tepat menghentikan mobil nya di depan gerbang rumah milik Bos besar.


Sekilas, tuan Danu nampak mengamati situasi dari rumah besar yang pernah menjadi tempat favorit nya itu.


Wanita ini ternyata berkata benar, rumah ini sudah berubah menjadi tempat sampah!, batin tuan Danu sembari keluar dari mobil nya.


Saat anak anak melihat kedatangan nya, mereka segera berlari memasuki rumah tanpa di perintah.


Seakan mereka sudah sangat mengenal karakter orang yang berniat baik dan juga buruk hanya dengan melihat peragai mereka saja.


Tak berselang lama, nampak Fatimah keluar dari dalam rumah untuk menyambut tamu nya yang datang.


Sekilas, tuan Danu begitu tercengang saat melihat bahwa wanita bercadar lah yang kini menguasai rumah itu, wanita yang sekaligus ingin ia tagih saat itu juga.


"Maaf tuan, ada yang bisa saya bantu?," tanya Fatimah masih mencoba bersikap tenang meskipun ia tahu siapa sebenar nya yang tengah ia hadapi.


"Rea?, apa dia orang nya?," seru tuan Danu tanpa membuang buang waktu.


Mendengar seruan itu, Fatimah di buat ketakutan saat itu juga.


Terlebih saat ia melihat bahwa Rea yang tuan Danu maksud adalah Rea yang ia kenal selama ini.


"Mbak?," ucap Fatimah begitu tak menyangka saat melihat Rea kini telah masuk ke kubu tuan Danu sang iblis dunia malam.


"Apa kabar Fatimah, ku lihat kau begitu sehat dan bahagia," seru Rea walaupun hati nya begitu kesal saat itu.

__ADS_1


"Kenapa kalian kemari?," tanya Fatimah tak mau berlama lama berurusan dengan mereka.


"Di mana Bos besar?, atau aku harus memanggil nya Ummar sekarang?," seru tuan Danu membuat Fatimah semakin ketakutan.


"Kami tidak ada urusan lagi dengan kalian, sebaik nya kalian pergi dari sini," seru Fatimah mencoba melindungi rumah singgah yang baru saja ia bangun.


"Tidak ada urusan kau bilang?," ucap Rea sembari berdecak pelan.


"Urusan ku dengan Bos besar masih ada, yaitu mengambil tawaran terakhir nya kepada ku saat itu," ucap tuan Danu membuat Fatimah langsung melangkah mundur dari hadapan nya.


Membuat tuan Danu tertawa seketika itu juga.


"Fatimah?, siapa tamu nya?," seru Mira dari dalam rumah, langkah nya seketika terhenti saat melihat siapa orang yang sedang bertamu ke tempat mereka.


"Hai cantik, wah wah!, kemana baju seksi mu?," seru tuan Danu membuat Mira langsung berkeringat dingin.


"Tu- tuan," ucap Mira begitu gugup saat itu.


"Melihat reaksi mu, seperti nya kau tahu apa yang tengah kami maksud Fatimah," ucap Rea tersenyum dengan licik nya.


"Aku tidak tahu apa apa tentang semua yang kalian ucapkan, dan aku tegaskan!, semua penawaran yang terjadi di masa lalu tidak berlaku di sini sekarang," seru Fatimah mencoba berani saat itu.


Sementara dari arah pintu, nampak Aqly datang sembari mendorong kursi roda Bos besar.


"Apa urusan kalian sudah selesai!, aku sudah lelah menjaga nya!," keluh Aqly langsung bungkam saat menatap siapa yang ada di teras rumah mereka.


Sementara raut wajah Bos besar seketika ikut berubah ketakutan saat menatap kedatangan tuan Danu saat itu.


Dia?, batin Bos besar merasakan firasat buruk akan kedatangan tuan Danu ke rumah nya secara tiba tiba.


"Kau ikut dengan ku!," sentak Rea sembari menarik paksa tangan Fatimah.


"Lepaskan Rea!," seru Mira mencoba membantu Fatimah lepas dari cengkraman Rea.


Sementara Bos besar begitu gusar hingga menggerak gerakkan kursi roda nya sekuat tenaga nya.


"Apa?, apa yang Bos mau?, aku harus menolong nya?," seru Aqly begitu ketakutan hanya dengan melihat wajah tuan Danu apa lagi harus berurusan dengan nya.

__ADS_1


"Jangan berani ikut campur!, kau juga!," sentak tuan Danu seketika mendorong Mira dan juga menunjuk kasar ke arah Aqly.


"Lepaskan mbak!," seru Fatimah terus saja memberontak.


"Kesenangan mu sudah berakhir Fatimah," bisik Rea begitu senang saat ia bisa menyeret musuh besar nya itu.


Namun tiba tiba, kedatangan dokter Malik membuat rencana mereka berantakan.


"Apa yang kalian lakukan pada putri ku!, lepaskan!," sentak dokter Malik mendorong Rea hingga membuat nya tersungkur.


"Putri mu?," ucap tuan Danu begitu tak percaya mendengar nya.


"Ya!, dia putri ku!, dan selama ada aku, kalian tidak bisa menyentuh nya!," seru dokter Malik sembari menatap kecewa ke arah Aqly.


Sebagai saudara laki laki, Aqly begitu tak bisa di andalkan dalam segala hal.


"Kita lawan saja dia tuan!, panggil semua pengawal tuan kesini," seru Rea begitu marah saat rencana nya telah di gagalkan oleh dokter Malik


Namun, hanya diam yang tuan Danu tunjukkan saat itu.


Entah bagaimana pun provokasi yang di lontarkan Rea kepada nya.


"Kita pulang," ucap tuan Danu membuat Rea begitu tercengang di buat nya.


"Tapi tuan," seru Rea tak terima.


Karna tinggal sedikit lagi ia bisa membuat Fatimah menderita dalam kekangan nya.


"Ku bilang ayo pulang!," sentak tuan Danu membuat Rea langsung bungkam seketika.


Apa dia sudah tak waras!, keluh Rea begitu tak menyangka akan reaksi dari tuan Danu saat itu.


Fatimah, anak Malik, batin tuan Danu sembari mengeluarkan sebuah foto yang sudah menetap di dompet nya berminggu minggu lama nya.


"Bagaimana pun cara nya, dia harus aku dapat kan," ucap tuan Danu tersenyum dengan licik nya.


Akhir nya aku menemukan mu, batin tuan Danu sembari mengusap lembut foto Fatimah semasa kuliah yang pada saat itu ia belum memutuskan menggunakan sebuah cadar.

__ADS_1


Sekarang dia tersenyum, aneh, batin Rea terus mengamati sikap tuan Danu yang begitu tak bisa di tebak hari itu.


Tapi kenapa seperti nya tuan Danu begitu senang?, apa yang sebenar nya terjadi?, aku harus cari tahu semua nya, mungkin semua itu bisa aku jadikan alat untuk membuat tuan Danu lemah, batin Rea sembari terus berfokus melajukan mobil nya.


__ADS_2