
Rahel berjalan kaki menyusuri jalanan malam.
Sesekali ia mengusap dahinya yang basah karna keringat.
Karna uang penjualan mobil makin hari makin habis dan tidak adanya pemasukan.
Rahel mulai bingung untuk mencari sebuah pekerjaan.
Rahel mencoba melamar pekerjaan di berbagai perusahaan.
Rahel yang notabennya anak manja dan tumbuh di kehidupan yang serba ada.
Ia tak mau hanya menjadi pegawai di level rendah.
Rahel sempat ditertawakan oleh beberapa bos besar karna melamar dengan sertifikat kelulusannya dari Amerika yang bisa dengan mudah diketahui palsu atau tidaknya dengan langsung mengetes keahliannya secara langsung.
Bahkan dari kasus terakhir yang sempat menghancurkan keluarganya, ia semakin di remehkan.
"Dia kan anaknya pak Yahya.., yang punya seorang anak sebelum nikah itu..!!", bisik seorang pegawai di salah satu perusahaan di tempatnya melamar pekerjaan.
Dan sudah bisa di tebak apa reaksi dari Rahel yang arogan dan sombong itu.
Ia menjadi tak terkendali dan beberapa kali diusir secara tak terhormat dari beberapa perusahaan yang ia datangi.
Peristiwa itu terus terngiang ngiang di ingatannya.
Dengan langkah yang sudah sangat lelah, dan hari yang mulai malam.
Rahel terus berjalan menyusuri jalanan menuju ke tempat kosnya.
"Mana uang tinggal 5 ribu lagi, buat naik angkot mana cukup, masih jauh lagi .!!", keluh Rahel selama perjalanannya pulang.
Ia merogoh ponselnya dari saku.
Ia berniat besok pagi akan menjual ponsel itu untuk makan dan keperluan lainnya.
"Gak ada pilihan lain, gak mungkin juga aku hubungi Susan..!!", keluh Rahel lagi.
Dalam perjalanan, Rahel sempat melewati segerombolan lelaki yang terus saja memandanginya.
Merasa risih, Rahel pun mempercepat langkahnya.
Tapi para lelaki itu terus mengikutinya dan menghadangnya.
"Hay cantikk..!!!, mau kemana sih..!!, ini dah malem lho...", ucap seorang lelaki mencolek badan Rahel.
"Jangan pegang pegang..!!", seru Rahel berjalan melewati mereka.
__ADS_1
"Eits, tunggu dulu..!!, kayaknya aku kenal kamu deh...!!, kamu kan anak pengusaha yang mati itu kan..??, yang skandalnya punya anak di luar nikah...!!", seru salah satu lelaki lain yang mulai berani mencolek wajah Rahel.
"Pelacur donk...!!", seru seorang lelaki lain dengan tertawa terbahak bahak, bau alkohol sangat menyengat keluar dari mulutnya.
Sepertinya mereka tengah dalam kondisi mabuk berat.
"Jaga mulutmu...!!, Rahel bukanlah seorang pelacur...!!", seru Rahel menunjuk nunjuk wajak seorang lelaki di hadapannya.
Para lelaki itupun tertawa mendengar ucapan Rahel.
"Kalau punya anak dulu baru suami itu namanya apa...??", seru lelaki yang lain dengan tertawa terbahak bahak.
Rahel yang geram seketika langsung menampar lelaki yang menertawakannya tanpa berfikir dua kali.
Plakkkk....!!!
Seketika raut wajah para lelaki itu menjadi merah padam.
"Kurang aj*r..!!, berani sekali tanganmu itu menampar wajahku..!!", seru lelaki yang marah karna telah ditampar oleh Rahel.
Langsung saja lelaki itu saling berpandangan dengan rekan rekannya dan seakan sepakat akan melakukan hal yang buruk pada Rahel.
Seketika rasa takut Rahel muncul.
"Mau apa kalian..!!", seru Rahel bersiap untuk berteriak, tetapi mulutnya sudah terlebih dahulu di dekap oleh salah seorang lelaki di belakangnya.
Terlihat banyak botol bir, putung rokok dan kulit kacang yang berserakan di lantai.
"Tolong lepaskan aku..!!", seru Rahel seketika setelah mulutnya lepas dari dekapan lelaki itu.
Para lelaki itu tersenyum dengan memandangi badan Rahel yang terbilang sexy dan terawat.
Mereka mengunci pintu rumah dari dalam.
Membuat Rahel semakin ketakutan dan reflek untuk menjerit.
"Tolong .....!!, siapapun tolong..!!", teriak Rahel yang kemudian malah di sambut tawa oleh para lelaki di sekelilingnya.
"Teriaklah sesukamu..!!, rumah ini jauh dari kawasan penduduk, malah teriakanmu membuat aku semakin bernafsu", seru seorang lelaki dengan terus tertawa.
"Lebih baik kamu puasin kita, nanti kita bakal bayar kamu...!!, okey..!!", seru seorang lelaki mulai mengendus bahu Rahel.
"Sudah ku bilang, Rahel itu bukan Pelacur...!!", teriak Rahel sambil menangis.
"Alah....!!, sudahlah..!!, mana ada wanita suci model kamu, kami tau kok kamu lagi butuh uang sekarang, ya kan...!!", ucap seorang lelaki di samping Rahel.
"Gimana gak butuh duit, orang keluarganya bangkrut gitu bos...!!", timpal seorang lelaki.
__ADS_1
Tanpa menunda nunda lagi.
Mereka mulai melucuti baju mereka di hadapan Rahel.
"Aku mohon jangan...!!", teriak Rahel meringkuk di sudut ruangan.
Seorang lelaki yang sudah bernafsu sejak pertama kali melihat Rahel seketika langsung memeluk dan menciumi Rahel.
Langsung saja lelaki yang merupakan bos mereka, menarik tubuh rekannya dan menamparnya.
"Gobl*k...!!, di mana mana bos duluan...!!", teriak lelaki itu berjalan dengan nafsu ke arah Rahel.
Perlahan mereka melicuti pakaian yang di pakai oleh Rahel.
Sekuat tenaga Rahel menahannya, tetap tenaganya lebih lemah dibanding para lelaki itu.
Dalam beberapa saat, para lelaki itu bergiliran menikmati tubuh Rahel yang **** dan sangat ia banggakan itu.
Dengan suara erangan kenikmatan bergiliran dari para lelaki itu bersamaan dengan teriak minta tolong Rahel yang tak ada hentinya.
Setelah puas dengan tubuh Rahel, mereka membiarkan tubuhnya tergulai lemas tak berdaya di lantai dengan rintihan kesakitan dan tangisan tersedu sedu darinya.
"Heh, kamu..!!, kasih ke dia..!!", seru bos pada rekannya.
"Siap bos...!!", ucap seorang lelaki mendekati Rahel dengan sempoyongan dan melemparkan sejumlah uang di tubuh Rahel.
Rahel dengan wajah yang marah tapi tak bisa berbuat apa apa, cuma hanya bisa memandang ke arah lelaki di hadapannya.
"Nihhh..!!, bayaranmu..!, silahkan kalau mau pergi", ucap Lelaki itu berjalan mendekat ke sofa dan langsung tertidur tak berdaya.
Rahel menatap uang yang berserakan di hadapannya.
Ia meneteskan air mata dan langsung mengusapnya.
Tangannya gemetar memunguti uang yang berserakan di tubuhnya.
Aku bukan pelacur.., gumam Rahel dalam hati dengan tangisannya yang kemudian pecah.
Para lelaki yang melihat Rahel tertawa terbahak bahak.
"Wanita jaman sekarang..!!", seru.seorang lelaki melempar baju Rahel yang sudah sobek tak karuan.
Dengan cepat Rahel memakai bajunya dan berlari pergi dari tempat terkutuk itu.
Ia dengan cepat berlari sampai tiba di tempat kos nya.
Seketika Ia menangis meringkuk di pojok kamar.
__ADS_1
"Rahel menjadi hina seperti ini karna satu alasan..!!, aku akan mengingat 3 nama, Mawar, Burhan, dan Malik..!!, tunggu pembalasannku", seru Rahel merenungi kejadian pahit yang telah menimpanya.