Salahkah Aku, Jika Mendambakan Surga..??

Salahkah Aku, Jika Mendambakan Surga..??
Sebuah tugas baru 1.


__ADS_3

Dengan penuh amarah, Rea berjalan memasuki gerbang rumah milik tuan Danu serta melempar kerudung nya sembari meracau sendiri tanpa henti.


"Benar benar gila!, dia pikir siapa dia!, harus nya aku yang lebih berhak atas tempat itu!," racau Rea tanpa memperdulikan ekspresi para penjaga yang begitu heran menatap tingkah nya saat itu.


"Heh!, apa kau sudah tak waras?," seru seorang penjaga seketika mengundang tawa penjaga yang lain.


"Apa kau butuh belaian dari kami lagi Rea?, kami bersedia menemani mu kapan pun kau mau," seru seorang penjaga lain nya sembari tertawa bersama yang lain.


"Harus nya kau berfikir seribu kali sebelum masuk ke tempat tuan Danu saat itu, sekarang lihatlah diri mu sendiri, begitu menyedihkan," ledek salah seorang penjaga rumah besar milik tuan Danu.


Gemuruh tawa merek pun semakin kencang terdengar di telinga Rea.


Membuat Rea begitu marah di buat nya.


"Kalian boleh tertawa sekarang, tapi aku pastikan satu hal!, suatu hari nanti kalian akan menunduk takut di hadapan ku!," sentak Rea sembari bergegas meninggalkan mereka begitu saja.


"Dia seperti nya memang sudah tak waras," ucap seorang penjaga sembari kembali ke tugas utama nya.


Aku akan pastikan orang orang yang telah membuat ku seperti ini akan membayar semua nya nanti, batin Rea berjalan memasuki rumah besar tanpa melihat ada nya tuan Danu di sana.


"Apa kau tak punya sopan santun saat melewati ku?," seru tuan Danu seketika membuat langkah kaki Rea terhenti.

__ADS_1


Perlahan ia mulai berbalik badan dan memberanikan diri mendekat ke arah Bos baru nya itu.


"M- maaf tuan, saya tak melihat ada tuan di sini," ucap Rea tanpa berani menatap mata tuan Danu.


Ekspresi nya begitu jauh berbeda dengan diri nya saat berhadapan dengan Bos besar dulu.


Dulu Rea begitu percaya diri menatap Bos besar, bahkan ia akan merayu nya tanpa canggung jika ada kesempatan.


Ia mungkin hanya akan sedikit bicara saat Bos besar benar benar marah pada nya saat ia melakukan kesalahan, namun semua nya akan kembali seperti semula di keesokan hari nya.


Dia begitu menakutkan bahkan tanpa melihat mata nya itu, batin Rea terus menunduk di hadapan tuan Danu.


"Aku tahu kau dari mana?," ucap tuan Danu membuat jantung Rea langsung berdegup kencang.


"A- aku hanya berusaha mendatangi beberapa klien kita tuan," ucap Rea tak bisa menyembunyikan kegugupan nya.


"Aku tidak suka saat bawahan ku berbohong pada ku Rea!, apa aku sudah pernah katakan itu pada mu!, apa kau ingin bernasib seperti teman wanita mu itu!," sentak tuan Danu tak terima.


Pasal nya, ia sudah tahu dengan begitu jelas nya kemana Rea pergi dari salah satu kaki tangan nya yang ia suruh untuk mengawasi pergerakan Rea selama berada di luar rumah.


"Tolong jangan hukum aku tuan, aku mengaku bersalah, aku tidak bermaksud apa apa dengan datang ke sana," seru Rea sembari bersimpuh di kaki tuan Danu.

__ADS_1


"Kalau begitu berikan aku informasi tentang perkembangan tempat itu, jika tidak!, aku anggap kau telah membangkang dan tempat mu selanjut nya adalah sel bawah tanah," ucap tuan Danu dengan santai nya.


Seakan nyawa orang lain dan penderitaan mereka hanyalah permainan sehari hari bagi nya.


"A- aku hanya tahu jika rumah itu sudah berganti fungsi menjadi rumah singgah untuk anak anak terlantar tuan, sungguh!, aku bahkan mengetahui itu dari salah satu anak asuh mereka, aku benar benar bersumpah kalau aku tidak ada hubungan apapun dengan mereka lagi," seru Rea begitu takut hanya dengan membayangkan kehidupan nya di dalam sel bawah tanah.


"Rumah singgah?, apa kau tak salah dengar?," seru tuan Danu begitu tak percaya mendengar nya.


"Itulah yang aku dengar tuan, bahkan Bos besar telah berganti nama menjadi Ummar sekarang, Fatimah telah benar benar menguasai rumah itu," seru Rea begitu kesal nya hanya dengan membayangkan sosok Fatimah saat itu.


"Fatimah?, siapa dia?," tanya tuan Danu begitu penasaran, seakan ia begitu tertarik hanya dengan mendengar nama nya saja.


"Dia istri Bos besar tuan, dan setahu ku dia juga yang berniat di jual kepada tuan di malam Bos besar mengalami kecelakaan," seru Rea membuat tuan Danu begitu tercengang mendengar nya.


"Menarik," sahut tuan Danu sembari merebahkan tubuh nya di sofa.


Seakan di otak nya saat itu ia langsung sibuk memikirkan sebuah rencana baru.


"Aku punya satu tugas untuk mu Rea," seru tuan Danu membuat Rea merasa begitu tertekan bahkan sebelum mendengar perintah nya.


Benar benar!, tugas awal ku mendirikan rumah bordil milik nya saja belum bisa aku selesaikan, dan dia sudah memintaku melaksanakan tugas yang lain, batin Rea namun tak sekalipun ia berani menolak nya.

__ADS_1


__ADS_2