Salahkah Aku, Jika Mendambakan Surga..??

Salahkah Aku, Jika Mendambakan Surga..??
Rencana licik Gea


__ADS_3

Mobil hitam kembali datang ke rumah bordil.


Geyna yang melihat dari jendela kamarnya segera keluar secepat mungkin.


Geyna tau pasti siapa yang datang.


Ia mengharapkan kabar baik dari mereka.


Geyna berhenti di teras rumah.


"Gimana..??", ucap Geyna dengan raut wajah tegang.


"Beres bos, denger denger gadis itu udah mati", ucap lelaki suruhan Geyna.


Geyna tertawa terbahak bahak mendengar kabar itu.


"Akhirnya dendamku terbalaskan, mampus bocah tengik, melawan Geyna kau", ucap Geyna seperti orang kehilangan akal.


"Lalu bagaimana dengan bayaran kita bos", ucap lelaki itu.


Geyna segera merogoh sakunya dan mengeluarkan sebuah kertas.


"Nih, cukup kan..??", ucap Geyna menyodorkan sebuah cek pada lelaki itu.


"Wahhhh, makasih ya bos, kami pamit dulu", ucap Lelaki itu menciumi cek dari Geyna dan segera meninggalkan rumah itu.


Geyna menyalakan rokoknya dan berbaring di kursi teras.


Ia menikmatinya seakan tidak ada beban lagi di hidupnya.


Gea yang melihat semua itu, semakin tak respek pada Geyna.


Ia menyusun rencana agar terlepas dari Geyna.


"Mami tega menghabisi anaknya sendiri, apa lagi padaku .??, aku harus selangkah lebih maju darinya", ucap Gea berlalu menuju kamarnya.


Sebelum ia sempat masuk kamar, ia melihat tas dokter tergeletak di meja tamu.


Gea melihat dokter sedang makan di dapur.


Gea secara diam diam membuka tas dokter.


"Isinya obat semua..., mana aku paham", ucap Gea menggerutu.


Tiba tiba tangannya memegang sebuah botol obat.

__ADS_1


Tertuliskan obat untuk penderita gagal ginjal.


Gea memutar keras otaknya.


"Gimana kalau orang sehat minum obat milik orang sakit..??, dah umur pula..??", ucap Gea mulai berfikiran jahat pada Geyna.


Ia mengambil dua botol obat itu dan berlalu pergi ke lantai atas menuju kamar Geyna.


Diam diam ia mencari obat vitamin dari dokter untuk Geyna.


"Mana sihhh obatnya..??", ucap Gea sambil terus mencari di laci kamar Geyna.


Gea terus mencari dan mencari.


"Nahhh, ketemu..!!", ucap Gea mengambil botol vitamin dari laci dan menukar isinya dengan obat yang ia ambil dari tas dokter.


"Mampus, rasain...!!, bentar lagi aku yang akan berkuasa di sini, kamu udah tua, cepet cepet deh nyusul anakmu", ucap Gea pergi dari kamar Geyna.


Dokter yang tak sengaja melihat Gea turun dari lantai dua merasa curiga dan bertanya.


"Mbak Gea..??, kamu ngapain di lantai 2..??", ucap dokter.


"Suka suka aku lah..!!, emang kamu Mami, yang bisa nglarang nglarang aku..!!", ucap Gea dengan ketusnya dan berlalu masuk kamarnya.


Dokter hanya geleng geleng kepala melihat tingkah Gea.


"Lohhh, kok tas aku kebuka ya..??, tadi kan aku tutup", ucap dokter merasa bingung.


Geyna yang masuk rumah dan melihat dokter kebingungan, akhirnya menghampirinya.


"Kenapa dok..??", ucap Geyna.


"Ehhh mami, gpp mi, saya mau pulang dulu, permisi mi", ucap dokter berlalu meninggalkan rumah besar.


"Anehhh", ucap Geyna menaiki tangga dan masuk ke kamarnya.


Geyna duduk di ranjangnya, membuka lacinya dan mengambil sebutir vitamin miliknya.


Ia meminumnya dan bergegas tidur.


Gea mengintip dari lubang kunci pintu.


"Yes, rencanaku berhasil, siap siap aja mi", ucap Gea berbalik badan dan langsung terkejut, karna di belakangnya sudah ada Seorang gadis pekerja baru di sana.


"Ihhh..!!, kamu tu ya ngagetin aja", ucap Gea dengan nada berbisik.

__ADS_1


"Maaf mbak, katanya mbak saya dicari mami", ucap gadis itu.


"Dah nanti aja, mami baru aja istirahat, oke, yukkk yukkk turun", ucap Gea menarik tangan gadis itu menuruni tangga, menjauh dari kamar mami.


Biarin mami istirahat dengan tenang dan nyaman dulu, sebelum tubuhnya merintih kesakitan dan untuk tidur saja tidak bisa, gumam Gea dalam hati dengan senyum sadis di bibirnya.


___


Setiap minggunya, Gea melancarkan aksinya.


Ia menukar vitamin Geyna dengan obat sakit ginjal.


Jika obat itu habis, ia akan membelinya di apotik, karna bisa bahaya jika ia mengambil dari tas dokter lagi.


Bisa bisa rencananya gagal sebelum Mami hancur.


Ia juga mulai mengajak mami lebih banyak mengkonsumsi alkohol, agar ginjalnya semakin cepat rusak.


Gea membujuk mami minum alkohol setiap hari dengan alasan menikmati hidup berhubung masih sempat.


Geyna yang tak menaruh curiga pada Gea, menuruti semua sarannya.


Dokter pun tak jeli melihat keanehan pada tubuh Geyna.


Karna alatnya tidak memadai untuk mengecek kondisi organ tubuh Geyna.


Harus dilakukan pemeriksaan lanjut di rumah sakit.


Dan Geyna tak mau sekalipun pergi ke rumah sakit, itu membuat Gea lebih gampang menghancurkan Geyna.


Saat dokter mengatakan kemungkinan kemungkinan yang terjadi dengan perubahan tubuh dan sayu mata Geyna, Geyna tak menghiraukannya, ia beranggapan mungkin ini efek begadang dan kurang istirahat saja, selalu itu saja yang Geyna katakan.


Dokter pun tak bisa berbuat lebih.


Gea merasa puas melihat pemandangan itu.


Dokter yang tak bisa berbuat apa apa, dan Geyna yang tak mau melakukan saran dokter.


Rencananya akan lebih cepat berhasil.


Gea juga mulai memprovokasi para gadis lain untuk mendukungnya menyingkirkan Geyna.


"Mami itu udah tua, nantinya juga bakal nyusahin kita, mending kita singkirin dia", ucap Gea menghasut para gadis asuhannya.


"Tapi gimana caranya mbak..??", ucap salah seorang gadis.

__ADS_1


"Tenang, aku udah mulai rencananya, yang penting kalian mau dipihakku, biar aku yang urus sisanya", ucap Gea menikmati rokok di tangannya dengan senyum sadisnya.


__ADS_2